Thursday, June 28, 2018

Inilah Beberapa Tips Jitu Memilih Jurusan atau Kompetensi Keahlian di SMK

Memilih jurusan di SMK itu butuh sebuah kecermatan dan pertimbangan yang matang. Karena bisa saja langkah ini merupakan titik awal kesuksesanmu di masa akan datang, artinya, apa yang kamu pilih saat ini bisa berdampak pada masa depanmu. Saat ini ada sekitar seratus empat puluh dua jurusan atau kompetensi keahlian yang disediakan oleh pemerintah baik program tiga tahun maupun empat tahun sesuai dengan Surat keputusan DIRJEN Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor: 130/D/KEP/KR/201 tanggal 10 Februari 2017. 
Ilustrasi

Nah, menjelang PPDB SMK yang akan dilaksanakan beberapa saat lagi, berikut ini ada beberapa tips memilih jurusan di SMK agar tidak salah langkah atau merasa salah jurusan saat masuk sekolah nantinya.

Ambillah Sementara kelompok jurusan sesuai minat dan bakat
Hampir sebagian besar siswa SMK belum mengetahui apakah jurusan yang mereka ambil sesuai dengan bakat dan minatnya. Sehingga saat mereka mulai mengenyam bangku sekolah dan disodori materi- materi sesuai kompetensi keahlian, seolah-olah terjadi mismatch antara bakat dan minat yang mereka punya dengan jurusan yang diambil. Dampaknya pun lumayan besar juga untuk penguasaan keterampilan  atau skill mereka. Bila kamu punya minat dengan komputer misalnya, ya ambilah pilihan rumpun program keahlian teknik komputer dan informatika misalnya TKJ, Multi Media, atau RPL. Dalam PPDB biasanya peserta didik akan diberikan pilihan untuk memilih tiga jurusan dalam satu kelompok program keahlian.

Ketahui tentang jurusan yang akan diambil
Setelah sesuai antara bakat dan minat dengan rumpun program keahlian. Alangkah baiknya mencari informasi seluas-luasnya mengenai jurusan pada kelompok program keahlian tersebut. Sebagai contoh pada rumpun program keahlian yang ingin dituju misalnya teknik komputer dan informatika, yaitu TKJ, Multi Media dan RPL,  maka carilah informasi sebanyak- banyaknya mengenai ketiga jurusan tersebut sebagai bahan pertimbangan untuk pemilihan satu jurusan yang ingin dituju. Informasi tersebut mencakup materi yang diajarkan, program, peluang kerja, dan juga prospek untuk melanjutkan kuliah nantinya. 

Pilih Sekolah yang Kompeten
Setiap sekolah meskipun membuka jurusan atau kompetensi keahlian yang sama, bisa saja memiliki kualitas yang berbeda dalam mencetak siswa- siswanya. Karenanya, memilih sekolah yang berkompeten dalam mengembangkan skill siswa- siswa nya sesuai jurusannya merupakan langkah utama. Pertimbangkan informasi lingkungan sekolah, kerjasama dengan dunia industri, dan kompeensi lulusannya.   

Ambil Prioritas kompetensi keahlian pada pilihan pertama
Sebenarnya hal ini merupakan hal yang bersifat teknis tetapi penting. Seperti halnya pemilihan jurusan pada perguruan tinggi, memilih jurusan di SMK pun juga relatif sama. Kompetensi keahlian yang benar- benar menjadi prioritas untuk dipilih, letakkan pada pilihan pertama, kemudian disusul oleh kompeensi keahlian yang lain. Sebagai ilustrasi, kamu paling berminat pada jurusan TKJ dibanding dengan jurusan lain seperti MM atau RPL, maka pada pendaftaran, letakkan TKJ pada pilihan pertama, kemudian prioritas kedua misalnya MM lalu RPL. Biasanya sekolah atau satuan pendidikan akan menerapkan sistem kuota terhadap jurusan yang mereka buka. Satuan pendidikan akan menetapkan peringkat berdasarkan syarat- syarat tertentu misalnya melalui tes atau ujian yang wajib diikuti oleh para pendaftar. 

Sebagai kesimpulan, memilih jurusan di SMK ternyata gampang- gampang sulit. Tidak hanya faktor intern yang mesti dipertimbangkan seperti bakat dan minat, namun ada faktor lain seperti satuan pendidikan yang dituju dan juga faktor teknis lainnya. Maka, cermati hal- hal sekecil apapun sebelum memutuskan. 

Nah, itulah tips jitu memilih jurusan atau kompetensi keahlian di SMK. Semoga bisa memberikan manfaat bagi adik- adik yang akan melanjutkan pendidikannya di SMK. Jangan lupa membaca posting- posting saya mengenai seputar jurusan di SMK di blog ini dan isikan kesan-kesan atau pertanyaan melalui kolom komentar di bawah.

Salam.