Tuesday, June 5, 2018

Jurusan Teknik dan Bisnis Sepeda Motor (TBSM) dan Teknik Kendaraan Ringan Otomotif (TKRO) SMK, Apakah Sama?

Belakangan ini Jurusan Teknik dan Bisnis Sepeda Motor (TBSM) dan Teknik Kendaraan Ringan Otomotif (TKRO) SMK menjadi jurusan yang paling populer.  Terlihat dari jumlah peminat yang ingin masuk ke jurusan tersebut dan banyaknya satuan pendidikan SMK yang berbondong- bondong membuka jurusan itu. Bisa jadi alasannya disebabkan karena iklim industri otomotif yang sedang naik daun sehingga lapangan kerja yang melimpah di sektor tersebut. Selain itu, industri otomotif juga sudah merambah ke dunia pendidikan dengan menggandeng SMK- SMK untuk menjadi mitra binaannya sehingga lebih memantapkan calon siswanya untuk masuk dan memilih jurusan tersebut. 
ilustrasi jurusan TBSM/ sumber gambar : http://binusasmg.sch.id

Sekilas Kedua Jurusan
Meskipun sama- sama jurusan dalam bidang otomotif dalam rumpun program keahlian teknik otomotif, jurusan Teknik dan Bisnis Sepeda Motor (TBSM) dan Kendaraan Ringan (TKRO) SMK memiliki perbedaan yang signifikan. Secara sederhana, kompetensi keahlian Teknik dan Bisnis Sepeda Motor (TBSM) lebih memfokuskan pada keterampilan yang berhubungan dengan sepeda motor. Keterampilan mencakup penguasaan dalam melakukan perawatan dan perbaikan mesin sepeda motor, chasis, pemindahan tenaga, sistem kelistrikan sepeda motor, kreatif dalam modifikasi dan asesoris sepeda motor,merancang dan membuat produk yang berbasis welding (pengelasan), dan menguasai Otomotif Technology Computer yang terkini. Sedangkan pada kompetensi keahlian Teknik Kendaraan Ringan Otomotif (TKRO), lebih berfokus pada penguasaan bidang otomotif khususnya mobil baik niaga maupun penumpang (Baca Juga :Mengenal Jurusan Teknik Kendaraan Ringan Otomotif (TKRO) SMK).  Siswa akan dibekali keterampilan seperti melakukan pengecekan, perawatan komponen mobil sampai dengan perbaikan kerusakan mobil sesuai dengan standar yang ditetapkan. 

Pembelajaran
Dalam pembelajaran, kedua jurusan tersebut memiliki kesamaan dalam berbagai bidang mapel karena keduanya sama- sama dalam rumpun program keahlian teknik otomotif yaitu pada mata pelajaran yang digolongkan dalam muatan nasional, muatan kewilayahan dan muatan kejuruan. Pada muatan nasional dan kewilayahan, sama seperti jurusan- jurusan SMK yang lainnya, mapel yang dipelajari seperti Pendidikan Agama dan Budi Pekerti, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Bahasa Indonesia, Matematika, dan Bahasa Inggris. 

Pada muatan kejuruan sub dasar bidang keahlian masih pada rumpun teknik otomotif. mencakup Simulasi dan Komunikasi Digital, Fisika, dan Kimia. Sedangkan sub dasar program keahlian mencakup Gambar Teknik Otomotif, Teknologi Dasar Otomotif, dan Pekerjaan Dasar Otomotif

Hal yang jelas berbeda adalah pada mapel sesuai bidang keahlian. Pada jurusan Teknik dan Bisnis Sepeda Motor (TBSM), mencakup Pemeliharaan Mesin Sepeda Motor, Pemeliharaan Sasis Sepeda Motor, Pemeliharaan Kelistrikan Sepeda Motor , dan Produk Kreatif dan Kewirausahaan

Teknik Kendaraan Ringan Otomotif (TKRO) meliputi Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan, Pemeliharaan Sasis dan Pemindah Tenaga Kendaraan Ringan, Pemeliharaan Kelistrikan Kendaraan Ringan dan Produk Kreatif dan Kewirausahaan

Peluang Kerja
Dengan banyaknya SMK yang meneken kontrak mitra binaan dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI) bidang otomotif, saya rasa peluang kerja lulusan kedua jurusan tersebut lumayan menjanjikan asalkan memenuhi syarat- syarat dengan standar keahlian yang ditetapkan. Mereka dapat bekerja pada perusahaan nasional maupun multinasional bidang otomotif. Sebagai contoh, siswa lulusan Jurusan Teknik dan Bisnis Sepeda Motor (TBSM) dapat bekerja dalam industri perakitan sepeda motor misalnya pada Ho**a atau Ya**ha. Sedangkan Teknik Kendaraan Ringan Otomotif (TKRO) dapat bekerja dalam industri otomotif khususnya mobil.

Selain itu, kedua lulusan tersebut dapat menjadi entrepreneur yang siap berwirausaha dalam bidang tersebut mengingat pertumbuhan bisnis ini lumayan pesat. Membuka bengkel sendiri adalah salah satunya. 

Saat siswa lulusan ingin melanjutkan kompetensinya, saat ini tersedia banyak pilihan perguruan tinggi yang membuka jurusan yang relevan dengan kedua kompetensi keahlian tersebut. Jadi, jangan khawatir bila ingin mengembangkan karir lebih lanjut.

Sebagai kesimpulan, kedua jurusan sama- sama bagus dalam prospek dunia kerja saat ini. Namun satu hal yang mesti dicatat adalah bahwa perusahaan hanya menginginkan siswa lulusan yang benar- benar mantap dan terampil untuk dapat bergabung.  So, do the best...

Semoga bermanfaat.
Salam.