Hai sahabat AhzaaNet, kita teruskan yaa belajarnya. Pada post kali ini, kita
akan belajar mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas 6 SD/MI dalam topik
membuat laporan perjalanan.
Rangkuman Materi Laporan Perjalanan Bahasa Indonesia Kelas 6 SD/MI
Secara garis besar, laporan perjalanan merupakan suatu tulisan yang berisikan
kegiatan atau peristiwa yang dilakukan seseorang menuju suatu tempat. Dalam
laporan perjalanan, terdapat ciri- ciri, tujuan maupun struktur
penyusunannya.
Nah, lebih lanjut tentang laporan perjalanan, dapat teman- teman pelajari
melalui pembahasan singkat berikut ini. Pada bagian akhir, kalian juga dapat
berlatih soal untuk lebih memahami tentang laporan perjalanan.
Baik, langsung saja yaa, berikut uraian secara singkat laporan
perjalanan.
Pengertian Laporan Perjalanan
Laporan perjalanan adalah karangan yang berisi paparan pengalaman
seseorang selama melakukan perjalanan ke suatu tempat.
Laporan perjalanan ditulis secara runtut, jelas, dan sistematis
sehingga pembaca seolah-olah dapat merasakan dan membayangkan sendiri
perjalanan yang dilakukan oleh penulis.
Laporan perjalanan bukan sekadar catatan biasa. Laporan ini merupakan tulisan
yang terstruktur dan informatif, memuat fakta-fakta yang ditemui selama
perjalanan, mulai dari tempat yang dikunjungi, kegiatan yang dilakukan, hingga
kesan dan pesan yang diperoleh.
Tujuan Laporan Perjalanan
Laporan perjalanan ditulis dengan beberapa tujuan utama. Adapun tujuan dari
laporan perjalanan adalah sebagai berikut:
Untuk mendokumentasikan pengalaman perjalanan secara tertulis agar dapat
dibaca dan dikenang kembali di kemudian hari.
Untuk berbagi informasi kepada pembaca tentang tempat, budaya, atau kondisi
suatu daerah yang dikunjungi.
Untuk memberikan gambaran nyata kepada orang lain yang berencana mengunjungi
tempat yang sama.
Untuk memenuhi tugas sekolah atau keperluan resmi setelah mengikuti kegiatan
kunjungan, study tour, atau perjalanan dinas.
Ciri-Ciri Laporan Perjalanan
Laporan perjalanan memiliki beberapa ciri khas yang membedakannya dari jenis
tulisan lain. Berikut ciri- ciri dari laporan perjalanan:
Laporan perjalanan ditulis berdasarkan pengalaman nyata yang benar-benar
dialami oleh penulis, bukan karangan fiktif.
Laporan perjalanan berisikan informasi faktual tentang tempat, waktu,
kegiatan, dan kondisi yang ditemui selama perjalanan.
Laporan perjalanan ditulis secara runtut mengikuti urutan waktu atau urutan
kejadian selama perjalanan berlangsung.
Laporan perjalanan juga memuat kesan, perasaan, dan pendapat pribadi penulis
terhadap apa yang dilihat dan dialaminya.
Struktur Laporan Perjalanan
Laporan perjalanan yang baik disusun mengikuti struktur yang sistematis.
Berikut struktur dari laporan perjalanan,
Bagian pertama, pendahuluan, yang berisi latar belakang perjalanan, tujuan
perjalanan, waktu dan tempat yang dikunjungi, serta siapa saja peserta yang
ikut dalam perjalanan.
Bagian kedua, isi laporan, yang memuat uraian rinci tentang
kegiatan-kegiatan yang dilakukan selama perjalanan secara kronologis,
deskripsi tempat yang dikunjungi, serta hal-hal menarik yang ditemui.
Bagian ketiga, penutup, yang berisi simpulan, kesan dan pesan penulis, serta
harapan atau saran yang ingin disampaikan berkaitan dengan perjalanan
tersebut.
Langkah-Langkah Menulis Laporan Perjalanan
Teman- teman, untuk menyusun laporan perjalanan, ada beberapa langkah yang
dapat diperhatikan diantaranya sebagai berikut,
Mencatat hal-hal penting selama perjalanan berlangsung, seperti nama tempat,
waktu kunjungan, kegiatan yang dilakukan, dan fakta-fakta menarik yang
ditemui.
Mengumpulkan bahan pendukung seperti foto, tiket masuk, brosur, atau catatan
harian yang dibuat selama perjalanan.
Menyusun kerangka laporan berdasarkan struktur yang telah ditentukan.
Mengembangkan kerangka tersebut menjadi laporan yang utuh dengan menggunakan
bahasa yang jelas, runtut, dan komunikatif.
Memeriksa kembali laporan yang telah ditulis untuk memastikan tidak ada
kesalahan ejaan, tanda baca, maupun informasi yang kurang tepat.
Contoh Laporan Perjalanan
Berikut Contoh Teks Laporan Perjalanan yang dapat teman- teman cermati sebagai
bahan belajar.
Teks 1
Kunjungan ke Candi Borobudur
Pada hari Sabtu, 10 Mei 2026, siswa-siswi kelas VI SDN Harapan Bangsa
melaksanakan kegiatan study tour ke Candi Borobudur yang terletak di Kabupaten
Magelang, Jawa Tengah. Rombongan yang terdiri dari 120 siswa dan 8 orang guru
pendamping berangkat dari sekolah pukul 06.00 WIB menggunakan tiga bus
sekolah.
Rombongan tiba di lokasi sekitar pukul 08.30 WIB. Setibanya di sana, kami
disambut oleh pemandu wisata yang akan menemani selama kunjungan berlangsung.
Candi Borobudur berdiri megah di atas bukit hijau yang dikelilingi pegunungan.
Udaranya sejuk dan segar, sangat berbeda dengan udara kota yang biasa kami
hirup sehari-hari.
Pemandu wisata menjelaskan bahwa Candi Borobudur dibangun pada abad ke-8 pada
masa Dinasti Syailendra dan merupakan candi Buddha terbesar di dunia. Kami
mengelilingi candi dari tingkat terbawah hingga stupa induk yang berada di
puncak. Di setiap tingkat, kami menyaksikan relief-relief yang terpahat indah
dan menceritakan kisah-kisah kehidupan manusia hingga pencapaian nirwana.
Total terdapat 2.672 panel relief dan 504 arca Buddha yang tersebar di seluruh
bangunan candi.
Setelah mengelilingi candi, kami beristirahat dan makan siang di area yang
telah disediakan. Sore harinya, kami berkesempatan mengunjungi Museum
Karmawibhangga yang menyimpan berbagai artefak dan informasi tentang sejarah
Candi Borobudur. Rombongan meninggalkan lokasi pukul 15.00 WIB dan tiba
kembali di sekolah sekitar pukul 17.30 WIB.
Kunjungan ini memberikan pengalaman yang sangat berharga. Kami tidak hanya
belajar tentang sejarah dan kebudayaan bangsa, tetapi juga semakin menyadari
betapa agungnya warisan leluhur yang harus kita jaga dan lestarikan bersama.
Teks 2
Kunjungan ke Pantai Parangtritis
Liburan Hari Raya Idul Fitri tahun ini terasa sangat istimewa bagi keluarga
kami. Pada tanggal 25 Maret 2026, kami sekeluarga mengunjungi Pantai
Parangtritis yang terletak di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Kami berangkat dari rumah pukul 07.00 WIB dan menempuh perjalanan sekitar satu
jam menggunakan mobil pribadi.
Sesampainya di Pantai Parangtritis, kami langsung disambut oleh pemandangan
yang luar biasa indah. Ombak-ombak besar Samudra Hindia bergulung-gulung dan
menghantam pantai dengan gemuruh yang terasa hingga ke dada. Hamparan pasir
hitam yang luas membentang sejauh mata memandang, diapit oleh tebing-tebing
kapur yang kokoh di sisi timur pantai.
Kami menghabiskan waktu dengan berjalan-jalan di tepi pantai, bermain pasir,
dan menaiki kuda yang disewakan oleh warga setempat. Adikku yang baru berusia
delapan tahun sangat gembira bisa menaiki kuda mengelilingi bibir pantai. Dari
atas kuda, pemandangan pantai terlihat semakin luas dan memukau.
Sore harinya, kami menyempatkan diri untuk menikmati keindahan matahari
terbenam dari pantai. Langit berubah menjadi jingga keemasan yang sangat
memesona, dan siluet para wisatawan yang berdiri di tepi pantai tampak seperti
lukisan alam yang tak ternilai harganya.
Kami meninggalkan Pantai Parangtritis pukul 18.00 WIB dengan hati yang penuh
rasa syukur. Kunjungan ini mengingatkan kami betapa besarnya anugerah alam
yang diberikan Tuhan kepada bangsa Indonesia. Kami berharap keindahan alam
ini dapat terus terjaga untuk dinikmati oleh generasi mendatang.
Itulah contoh dua laporan perjalanan yang dapat kalian cermati. Selanjutnya untuk lebih memahami tentang laporan perjalanan, teman- teman dapat mengerjakan soal latihan terkait dengan topik yang disajikan yaitu tentang laporan perjalanan. Ada 15 butir soal laporan perjalanan yang dapat dikerjakan sebagai bahan latihan. Oya, latihan soal sudah dilengkapi dengan kunci jawaban untuk memudahkan belajar kalian.
Berikut latihan soalnya...
Latihan Soal Laporan Perjalanan Bahasa Indonesia kelas 6 SD/MI Semester 1
(Ganjil) Kurikulum Merdeka
Baca Juga Materi Bab 1, Bangga Menjadi Anak Indonesia:
1. Pengertian yang tepat tentang laporan perjalanan adalah ....
A. Karangan fiktif yang menceritakan petualangan tokoh khayalan ke berbagai
tempat
B. Karangan yang berisi paparan pengalaman nyata seseorang selama melakukan
perjalanan ke suatu tempat secara runtut dan sistematis
C. Karangan yang berisi pendapat dan argumentasi penulis tentang suatu
tempat wisata
D. Karangan yang berisi imajinasi penulis tentang tempat-tempat yang ingin
dikunjungi
2. Berikut ini yang merupakan tujuan penulisan laporan perjalanan adalah
....
A. Meyakinkan pembaca agar mengunjungi tempat yang sama dengan penulis
B. Mengkritik kekurangan fasilitas yang ada di tempat wisata yang dikunjungi
C. Mendokumentasikan pengalaman perjalanan dan berbagi informasi kepada
pembaca tentang tempat yang dikunjungi
D. Membandingkan berbagai tempat wisata untuk menentukan yang paling bagus
3. Berikut ini yang merupakan ciri khas laporan perjalanan yang membedakannya
dari jenis tulisan lain adalah ....
A. Ditulis berdasarkan imajinasi dan kreativitas penulis secara bebas
B. Selalu menggunakan bahasa puitis dan penuh kiasan agar terasa indah
C. Berisi pendapat orang lain yang dikutip dari berbagai sumber bacaan
D. Ditulis berdasarkan pengalaman nyata dan disusun secara runtut mengikuti
urutan kejadian
4. Dalam struktur laporan perjalanan, bagian pendahuluan berisi ....
A. Deskripsi rinci tentang setiap tempat yang dikunjungi selama perjalanan
B. Simpulan, kesan, pesan, dan saran yang ingin disampaikan penulis
C. Latar belakang, tujuan, waktu, tempat perjalanan, dan peserta yang ikut
D. Uraian kegiatan-kegiatan yang dilakukan secara kronologis selama
perjalanan
5. Kata-kata berikut yang sering digunakan dalam laporan perjalanan untuk
menandai urutan kejadian adalah ....
A. Meskipun, walaupun, namun, dan tetapi
B. Pertama, kemudian, setelah itu, selanjutnya, dan akhirnya
C. Sebab, karena, oleh karena itu, dan dengan demikian
D. Seandainya, andaikan, jika, dan apabila
Bacalah laporan perjalanan berikut untuk menjawab soal nomor 6 sampai 10.
Pada hari Kamis, 22 Mei 2026, seluruh siswa kelas VI SDN Nusa Indah
melaksanakan kunjungan edukatif ke Taman Pintar Yogyakarta. Rombongan yang
berjumlah 95 siswa dan 6 guru pendamping berangkat pukul 07.00 WIB
menggunakan dua bus sekolah.
Rombongan tiba di Taman Pintar sekitar pukul 08.45 WIB. Kami langsung
disambut oleh petugas yang memandu kami menuju gedung utama. Taman Pintar
adalah wahana wisata edukasi yang dirancang khusus untuk menumbuhkan minat
ilmu pengetahuan dan teknologi di kalangan anak-anak dan pelajar. Di sini
terdapat berbagai zona pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan.
Kami pertama-tama mengunjungi Zona IPTEK, di mana terdapat berbagai alat
peraga ilmu pengetahuan yang dapat dicoba langsung oleh pengunjung. Di zona
ini, kami belajar tentang prinsip-prinsip fisika, kimia, dan biologi dengan
cara yang sangat menyenangkan dan mudah dipahami. Kemudian, kami melanjutkan
perjalanan ke Gedung Oval yang menampilkan perkembangan sejarah ilmu
pengetahuan dari masa ke masa. Di sana terdapat replika berbagai penemuan
penting manusia yang sangat menakjubkan.
Setelah makan siang, rombongan mengunjungi Zona Tekno yang memamerkan
berbagai teknologi terkini, termasuk simulator pesawat terbang yang menjadi
favorit hampir seluruh siswa. Kami juga berkesempatan mengikuti pertunjukan
sains interaktif yang dipandu oleh pemandu yang sangat komunikatif dan
menarik.
Rombongan meninggalkan Taman Pintar pukul 15.30 WIB dan kembali ke sekolah
sekitar pukul 17.00 WIB. Kunjungan ini sungguh membuka wawasan kami tentang
betapa menarik dan pentingnya ilmu pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari.
Kami berharap dapat mengunjungi Taman Pintar kembali di lain waktu.
6. Informasi yang tepat berdasarkan laporan perjalanan di atas adalah ....
A. Rombongan siswa SDN Nusa Indah mengunjungi Taman Pintar pada hari Jumat,
23 Mei 2026
B. Rombongan terdiri dari 95 siswa dan 6 guru yang berangkat pukul 07.00 WIB
menggunakan dua bus sekolah
C. Rombongan tiba di Taman Pintar sekitar pukul 07.45 WIB dan langsung
memulai kunjungan
D. Kunjungan ke Taman Pintar dilakukan oleh siswa kelas V SDN Nusa Indah
bersama orang tua mereka
7. Berdasarkan teks di atas, tujuan kunjungan yang dilakukan oleh siswa SDN Nusa Indah adalah ....
A. Mengikuti lomba sains tingkat nasional yang diselenggarakan di Taman
Pintar Yogyakarta
B. Berlibur dan menikmati wahana permainan yang tersedia di Taman Pintar
Yogyakarta
C. Melaksanakan kunjungan edukatif untuk menumbuhkan minat ilmu pengetahuan
dan teknologi
D. Melakukan penelitian ilmiah tentang perkembangan teknologi di Indonesia
8. Menurut bacaan, zona yang menjadi favorit hampir seluruh siswa adalah ....
A. Zona IPTEK yang menyediakan berbagai alat peraga ilmu pengetahuan
interaktif
B. Gedung Oval yang menampilkan perkembangan sejarah ilmu pengetahuan dari
masa ke masa
C. Zona Tekno, khususnya simulator pesawat terbang yang sangat diminati
siswa
D. Pertunjukan sains interaktif yang dipandu oleh pemandu yang komunikatif
9. Kesan yang disampaikan penulis di bagian akhir laporan perjalanan
tersebut adalah ....
A. Penulis merasa kecewa karena tidak semua zona dapat dikunjungi oleh
rombongan
B. Kunjungan membuka wawasan tentang pentingnya ilmu pengetahuan dan penulis
berharap dapat kembali mengunjungi Taman Pintar
C. Penulis merasa perjalanan terlalu melelahkan karena harus berjalan jauh
di dalam gedung
D. Penulis menyarankan agar Taman Pintar menambah lebih banyak wahana
permainan untuk anak-anak
10. Berdasarkan isi laporan, urutan zona yang dikunjungi rombongan secara
kronologis adalah ....
A. Gedung Oval, Zona Tekno, kemudian Zona IPTEK
B. Zona Tekno, Zona IPTEK, kemudian Gedung Oval
C. Zona IPTEK, Gedung Oval, kemudian Zona Tekno
D. Zona IPTEK, Zona Tekno, kemudian Gedung Oval
Bacalah laporan perjalanan berikut untuk menjawab soal nomor 11 sampai 15!
Selama liburan kenaikan kelas, saya bersama keluarga berkesempatan
mengunjungi Kebun Raya Bogor pada tanggal 28 Juni 2025. Kebun Raya Bogor
terletak di pusat Kota Bogor, Jawa Barat, dan merupakan salah satu kebun
raya tertua dan terbesar di Asia Tenggara. Kami berangkat dari Jakarta pukul
06.30 WIB dan tiba di Bogor sekitar pukul 08.00 WIB.
Begitu memasuki gerbang Kebun Raya Bogor, kami langsung disambut oleh
hamparan pohon-pohon besar yang rindang dan udara yang sejuk menyegarkan.
Kebun Raya Bogor memiliki luas sekitar 87 hektare dan menyimpan koleksi
lebih dari 12.000 jenis tanaman dari berbagai penjuru dunia. Kami ditemani
seorang pemandu wisata yang dengan sabar menjelaskan nama dan keunikan
setiap tanaman yang kami jumpai.
Kami menelusuri jalur-jalur setapak yang teduh dan asri sambil sesekali
berhenti untuk mengamati tanaman-tanaman langka yang sangat menarik. Salah
satu yang paling memukau adalah tanaman Rafflesia Arnoldii atau bunga
bangkai yang terkenal sebagai bunga terbesar di dunia. Meski baunya cukup
menyengat, bentuknya yang besar dan unik membuat kami sangat terpesona. Di
bagian lain kebun, terdapat kolam yang dihiasi oleh tanaman teratai raksasa
dari Amerika Selatan yang daunnya begitu besar hingga mampu menopang berat
seorang anak kecil.
Setelah puas menjelajahi kebun, kami beristirahat di dekat Istana Bogor yang
terletak persis di sebelah kawasan kebun raya. Dari sana, kami dapat melihat
rusa-rusa jinak yang bebas berkeliaran di halaman istana, pemandangan yang
sangat langka dan menakjubkan.
Perjalanan ke Kebun Raya Bogor ini memberikan pengalaman belajar yang
sungguh tak ternilai. Kami semakin memahami betapa kayanya keanekaragaman
hayati yang dimiliki Indonesia dan betapa pentingnya menjaga serta
melestarikan kekayaan alam tersebut untuk generasi yang akan datang.
11. Lokasi Kebun Raya Bogor berdasarkan informasi dalam laporan
perjalanan tersebut adalah ....
A. Di pinggiran Kota Bogor, Jawa Barat, dekat dengan perbatasan Kabupaten
Cianjur
B. Di pusat Kota Bogor, Jawa Barat, dan merupakan salah satu kebun raya
tertua di Asia Tenggara
C. Di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, dan terletak di kaki Gunung Salak yang
sejuk
D. Di Kota Depok, Jawa Barat, yang berbatasan langsung dengan wilayah DKI
Jakarta
12. Luas Kebun Raya Bogor dan berapa jenis tanaman yang tersimpan di
dalamnya adalah ....
A. Seluas 78 hektare dengan koleksi lebih dari 10.000 jenis tanaman dari
seluruh dunia
B. Seluas 87 hektare dengan koleksi lebih dari 12.000 jenis tanaman dari
berbagai penjuru dunia
C. Seluas 97 hektare dengan koleksi lebih dari 15.000 jenis tanaman dari
seluruh Indonesia
D. Seluas 80 hektare dengan koleksi lebih dari 8.000 jenis tanaman langka
dari Asia Tenggara
13. Hal paling mengesankan yang ditemui penulis selama menjelajahi Kebun Raya
Bogor adalah ....
A. Melihat koleksi tanaman tropis yang ditata rapi di sepanjang jalur
setapak kebun raya
B. Bertemu dengan rusa-rusa jinak yang berkeliaran bebas di halaman Istana
Bogor
C. Menyaksikan tanaman Rafflesia Arnoldii dan tanaman teratai raksasa dari
Amerika Selatan
D. Menikmati udara sejuk dan pemandangan pohon-pohon besar yang rindang di
seluruh area kebun
14. Pesan atau kesan yang disampaikan penulis di bagian penutup laporan
perjalanan tersebut adalah ....
A. Penulis menyarankan agar pemerintah memperluas area Kebun Raya Bogor agar
lebih banyak tanaman yang bisa dikoleksi
B. Penulis merasa perjalanan sangat melelahkan karena harus berjalan jauh
mengelilingi kebun yang sangat luas
C. Penulis semakin memahami kekayaan keanekaragaman hayati Indonesia dan
pentingnya melestarikannya untuk generasi mendatang
D. Penulis berharap harga tiket masuk Kebun Raya Bogor dapat diturunkan agar
lebih terjangkau oleh masyarakat umum
15. Penulis menyebut perjalanan ke Kebun Raya Bogor sebagai pengalaman belajar yang tak ternilai. Hal ini dikarenakan ....
A. Penulis berhasil mengoleksi berbagai jenis tanaman langka untuk dibawa pulang ke rumah
B. Penulis dapat melihat Istana Bogor dari dekat dan bertemu langsung dengan pejabat negara
C. Penulis semakin memahami kekayaan keanekaragaman hayati Indonesia dan pentingnya melestarikannya untuk generasi mendatang
D. Penulis mendapatkan penjelasan lengkap tentang sejarah berdirinya Kebun Raya Bogor dari pemandu wisata
Demikian Rangkuman Materi Membuat Laporan Perjalanan: Bahasa Indonesia Kelas 6 SD/MI Semester 1 (Ganjil) Kurikulum Merdeka Edisi Revisi. Semoga dapat memudahkan teman- teman dalam belajar khususnya dalam materi Membuat Laporan Perjalanan. Kami masih akan selalu mengupdate rangkuman materi plus soal untuk belajar teman- teman. Jadi, tetap di AhzaaNet yaa belajarnya..
Hai sahabat AhzaaNet, kembali lagi yaa belajar bersama kami. Pada kesempatan
ini, yuk kita belajar tentang materi wawancara sebagai salah satu topik yang
dibahas pada mapel Bahasa Indonesia kelas 6 SD/MI semester 1 (ganjil)
Kurikulum Merdeka.
Rangkuman Materi Wawancara Bahasa Indonesia Kelas 6 SD/MI
Wawancara merupakan suatu kegiatan tanya jawab antara dua orang atau lebih
dengan tujuan mencari informasi tertentu. Orang yang mewawancarai disebut
sebagai pewawancara dan orang yang diwawancarai dikenal sebagai narasumber.
Melalui bahasa yang santun dan pertanyaan sesuai dengan topiknya, wawancara
dapat berjalan dengan baik dan mendapatkan informasi yang berguna.
Nah, lebih lanjut tentang wawancara akan kita bahas melalui penjelasan berikut
ini tentang wawancara ya teman- teman...
Pengertian Wawancara
Wawancara adalah kegiatan tanya jawab yang dilakukan secara langsung
antara pewawancara dan narasumber untuk mendapatkan informasi, data,
atau keterangan mengenai suatu hal tertentu. Wawancara merupakan salah
satu cara paling efektif untuk menggali informasi secara mendalam karena
pewawancara dapat langsung bertanya dan narasumber langsung memberikan
jawaban.
Dalam kegiatan wawancara, terdapat tiga unsur utama yang harus ada.
Pertama adalah pewawancara, yaitu orang yang mengajukan pertanyaan.
Kedua adalah narasumber, yaitu orang yang memberikan jawaban atau
keterangan. Ketiga adalah topik atau pokok permasalahan yang menjadi
bahan pembicaraan dalam wawancara tersebut.
Tujuan Wawancara
Wawancara dilakukan dengan berbagai tujuan. Adapun tujuan wawancara adalah
sebagai berikut,
untuk mendapatkan informasi atau data langsung dari sumbernya secara
akurat.
untuk menggali pendapat, pengalaman, atau pandangan seseorang mengenai
suatu peristiwa atau topik tertentu.
untuk melengkapi data yang telah diperoleh sebelumnya melalui cara lain
seperti pengamatan atau studi pustaka.
untuk keperluan jurnalistik, penelitian, atau tugas sekolah yang
membutuhkan informasi dari pihak yang berkompeten.
Baca Juga Materi Bab 1, Bangga Menjadi Anak Indonesia:
Berdasarkan sifatnya, wawancara dibedakan menjadi dua jenis yaitu wawancara
terstruktur dan wawancara tidak terstruktur.
Wawancara terstruktur adalah wawancara yang pertanyaannya telah
disiapkan secara sistematis oleh pewawancara sebelum kegiatan
berlangsung.
Wawancara tidak terstruktur adalah wawancara yang bersifat lebih bebas
dan spontan, di mana pertanyaan berkembang mengikuti alur jawaban
narasumber.
Sementara itu, berdasarkan jumlah narasumber, wawancara dibedakan menjadi
wawancara perorangan yang melibatkan satu narasumber, dan wawancara kelompok
yang melibatkan beberapa narasumber sekaligus dalam satu sesi.
Langkah-Langkah Melakukan Wawancara
Agar wawancara berjalan lancar dan menghasilkan informasi yang berkualitas,
ada beberapa langkah yang perlu diperhatikan yaitu:
Langkah pertama adalah persiapan. Pewawancara menentukan topik dan
tujuan wawancara, memilih narasumber yang tepat dan berkompeten, lalu
menyusun daftar pertanyaan yang akan diajukan.
Langkah kedua adalah pelaksanaan. Pewawancara memperkenalkan diri,
menyampaikan tujuan wawancara, mengajukan pertanyaan secara runtut,
mendengarkan jawaban dengan saksama, dan mencatat atau merekam informasi
yang diperoleh.
Langkah ketiga adalah penutupan. Pewawancara mengucapkan terima kasih
atas kesediaan narasumber dan meminta izin jika informasi yang diperoleh
akan dipublikasikan.
Etika dalam Wawancara
Wawancara yang baik harus dilakukan dengan menjunjung tinggi etika.
Pewawancara wajib membuat janji terlebih dahulu sebelum menemui narasumber
dan datang tepat waktu. Pertanyaan disampaikan dengan bahasa yang sopan,
jelas, dan tidak menyudutkan narasumber. Pewawancara juga harus mendengarkan
jawaban narasumber dengan penuh perhatian dan tidak menyela di tengah-tengah
penjelasan. Selain itu, pewawancara tidak boleh memutarbalikkan atau
mengubah pernyataan narasumber saat menuliskan hasil wawancara.
Ciri-Ciri Pertanyaan Wawancara yang Baik
Pertanyaan wawancara yang baik memiliki beberapa ciri. Pertanyaan bersifat
jelas dan mudah dipahami oleh narasumber. Pertanyaan bersifat terbuka
sehingga mendorong narasumber memberikan jawaban yang lengkap dan
informatif. Pertanyaan berkaitan langsung dengan topik yang sedang dibahas
dan tidak melenceng ke hal-hal yang tidak relevan. Pertanyaan juga tidak
bersifat memojokkan atau membuat narasumber tidak nyaman.
Contoh Teks Wawancara
Berikut ini dua contoh bentuk wawancara antara pewawancara dengan
narasumber.
Contoh Wawancara 1
Pewawancara: Selamat pagi, Pak Budi. Perkenalkan, saya Lina, siswa kelas
VI SDN Merdeka. Saya ingin mewawancarai Bapak mengenai profesi dokter.
Apakah Bapak bersedia?
Narasumber: Selamat pagi, Lina. Tentu, dengan senang hati saya bersedia.
Pewawancara: Terima kasih, Pak. Mengapa Bapak memilih profesi sebagai
dokter?
Narasumber: Sejak kecil saya selalu ingin membantu orang yang sakit.
Saya melihat betapa berharganya peran dokter bagi masyarakat, terutama
di daerah-daerah yang kekurangan tenaga medis. Dari situlah keinginan
saya menjadi dokter terus tumbuh dan akhirnya terwujud.
Pewawancara: Apa tantangan terbesar yang Bapak hadapi dalam menjalankan
profesi ini?
Narasumber: Tantangan terbesarnya adalah menjaga stamina dan mental agar
tetap prima, karena dokter harus siap melayani pasien kapan saja,
termasuk di malam hari atau di hari libur. Selain itu, kami juga harus
terus belajar mengikuti perkembangan ilmu kedokteran yang terus
berkembang.
Pewawancara: Pesan apa yang ingin Bapak sampaikan kepada anak-anak yang
bercita-cita menjadi dokter?
Narasumber: Raihlah cita-cita itu dengan sungguh-sungguh. Belajarlah
dengan tekun sejak sekarang, karena menjadi dokter membutuhkan ilmu yang
luas dan dedikasi yang tinggi. Yang terpenting, jadilah dokter yang
tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki hati yang tulus untuk melayani
sesama.
Pewawancara: Terima kasih banyak atas waktu dan informasi yang Bapak
berikan. Semoga Bapak selalu sehat dan sukses.
Narasumber: Sama-sama, Lina. Semoga bermanfaat.
Contoh Wawancara 2
Pewawancara: Selamat sore, Bu Dewi. Saya Ardi dari majalah sekolah.
Boleh saya mewawancarai Ibu tentang program daur ulang sampah yang Ibu
jalankan di lingkungan RT kita?
Narasumber: Boleh, silakan Ardi. Saya senang ada yang tertarik meliput
kegiatan ini.
Pewawancara: Sejak kapan program daur ulang sampah ini dimulai, Bu?
Narasumber: Program ini kami mulai sekitar dua tahun yang lalu, tepatnya
setelah banjir besar yang melanda kampung kita. Kejadian itu membuat
warga sadar bahwa sampah yang dibuang sembarangan adalah salah satu
penyebab utama banjir.
Pewawancara: Bagaimana respons warga terhadap program ini, Bu?
Narasumber: Awalnya banyak yang kurang antusias karena dianggap
merepotkan. Namun setelah kami adakan sosialisasi dan menunjukkan
manfaat nyatanya, seperti lingkungan yang lebih bersih dan penghasilan
tambahan dari penjualan barang daur ulang, warga mulai ikut
berpartisipasi dengan semangat.
Pewawancara: Apa harapan Ibu ke depannya untuk program ini?
Narasumber: Saya berharap program ini bisa terus berkembang dan menjadi
contoh bagi RT-RT lain di sekitar kita. Yang terpenting, saya ingin agar
kesadaran menjaga lingkungan ini tertanam kuat di hati setiap warga,
terutama generasi muda.
Pewawancara: Terima kasih banyak atas informasinya, Bu Dewi. Semoga
program ini semakin maju.
Narasumber: Terima kasih kembali, Ardi.
Baik, untuk lebih memahami tentang wawancara, kalian dapat berlatih soal
berikut ini,
Latihan Soal Wawancara Kelas 6 SD/MI Semester 1 (Ganjil) Kurikulum Merdeka Edisi Revisi
1. Apakah yang dimaksud dengan wawancara?
A. Kegiatan membaca teks secara bersama-sama untuk mendapatkan informasi
B. Kegiatan tanya jawab antara pewawancara dan narasumber untuk mendapatkan
informasi atau keterangan tertentu
C. Kegiatan menulis laporan berdasarkan pengamatan di lapangan
D. Kegiatan berdiskusi kelompok untuk memecahkan suatu masalah bersama
2. Berikut ini yang merupakan unsur utama dalam kegiatan wawancara adalah
....
A. Moderator, peserta, dan notulen
B. Pembicara, pendengar, dan juri
C. Pewawancara, narasumber, dan topik wawancara
D. Penulis, pembaca, dan editor
3. Manakah yang merupakan tujuan utama dari kegiatan wawancara?
A. Menghibur narasumber dengan pertanyaan-pertanyaan yang lucu dan ringan
B. Mendapatkan informasi atau data secara langsung dari narasumber yang
berkompeten
C. Menguji kemampuan narasumber dalam menjawab pertanyaan sulit
D. Membandingkan pendapat narasumber satu dengan narasumber lainnya di depan
umum
4. Sebelum melakukan wawancara, hal pertama yang harus dipersiapkan oleh
pewawancara adalah ....
A. Menyiapkan hadiah untuk diberikan kepada narasumber setelah wawancara
selesai
B. Menentukan lokasi wawancara yang paling nyaman dan indah
C. Menentukan topik, memilih narasumber yang tepat, dan menyusun daftar
pertanyaan
D. Mencari rekaman wawancara orang lain sebagai bahan referensi
5. Manakah contoh pertanyaan wawancara yang paling baik dan tepat?
A. "Apakah Bapak suka makan nasi goreng di pagi hari?"
B. "Sudahkah Ibu memberikan izin untuk wawancara ini?"
C. "Bagaimana pengalaman Ibu dalam mengembangkan program daur ulang sampah
di lingkungan ini?"
D. "Berapa umur Bapak sekarang?"
6. Manakah sikap yang mencerminkan etika pewawancara yang baik?
A. Menyela jawaban narasumber jika dianggap terlalu panjang dan tidak
menarik
B. Mengubah pernyataan narasumber agar terdengar lebih menarik saat ditulis
C. Mendengarkan jawaban narasumber dengan penuh perhatian dan tidak menyela
D. Mengajukan pertanyaan yang sama berulang kali agar narasumber tidak
bingung
Bacalah teks wawancara berikut untuk menjawab soal nomor 7 sampai 10!
Pewawancara: Selamat pagi, Bu Sari. Saya Reno dari kelas VI. Boleh saya
bertanya tentang kegiatan berkebun yang Ibu lakukan di rumah?
Narasumber: Tentu, silakan Reno.
Pewawancara: Sejak kapan Ibu mulai hobi berkebun?
Narasumber: Saya mulai berkebun sejak pandemi dua tahun lalu. Waktu itu saya
punya banyak waktu di rumah dan ingin melakukan kegiatan yang bermanfaat.
Pewawancara: Tanaman apa saja yang Ibu tanam di rumah?
Narasumber: Saya menanam berbagai sayuran seperti bayam, kangkung, dan
cabai. Selain itu, saya juga menanam beberapa jenis tanaman obat seperti
jahe, kunyit, dan lidah buaya.
Pewawancara: Apa manfaat yang Ibu rasakan dari kegiatan berkebun ini?
Narasumber: Manfaatnya sangat banyak. Selain bisa memenuhi sebagian
kebutuhan sayuran keluarga, berkebun juga membuat saya lebih rileks dan
bahagia. Merawat tanaman itu seperti meditasi bagi saya.
Pewawancara: Apakah Ibu punya saran bagi teman-teman yang ingin mulai
berkebun di rumah?
Narasumber: Mulailah dari tanaman yang mudah dirawat, seperti kangkung atau
bayam. Jangan takut gagal karena berkebun membutuhkan proses belajar. Yang
terpenting adalah konsisten merawat tanaman setiap hari.
Pewawancara: Terima kasih atas informasinya, Bu Sari.
Narasumber: Sama-sama, semoga bermanfaat.
7. Siapakah yang menjadi narasumber dalam teks wawancara di atas?
A. Reno, siswa kelas VI yang gemar berkebun
B. Bu Sari, seorang ibu yang memiliki hobi berkebun di rumah
C. Guru kelas VI yang memberikan tugas wawancara
D. Seorang petani profesional yang berpengalaman di bidang pertanian
8. Apa topik utama yang dibahas dalam wawancara tersebut?
A. Cara memasak sayuran hasil kebun yang lezat dan bergizi
B. Manfaat tanaman obat bagi kesehatan keluarga di rumah
C. Kegiatan berkebun di rumah yang dilakukan oleh Bu Sari
D. Program berkebun yang diadakan oleh sekolah selama pandemi
9. Berdasarkan teks wawancara, mengapa Bu Sari mulai hobi berkebun?
A. Karena Bu Sari mendapat tugas dari sekolah untuk menanam sayuran
B. Karena ada pandemi dan Bu Sari memiliki banyak waktu di rumah untuk
kegiatan bermanfaat
C. Karena Bu Sari ingin membuka usaha jual sayuran dari rumahnya sendiri
D. Karena Bu Sari mendapat hadiah bibit tanaman dari tetangganya
10. Saran apa yang diberikan Bu Sari kepada mereka yang ingin mulai
berkebun?
A. Langsung menanam tanaman langka agar hasilnya lebih bernilai tinggi
B. Membeli peralatan berkebun yang lengkap dan mahal terlebih dahulu
C. Mulailah dari tanaman mudah dirawat, tidak takut gagal, dan konsisten
merawat tanaman setiap hari
D. Mengikuti kursus berkebun profesional sebelum memulai berkebun di rumah
Bacalah teks wawancara berikut untuk menjawab soal nomor 11 sampai 15.
Pewawancara: Selamat siang, Pak Hamdan. Saya Nadia, siswa kelas VI SDN
Bintang Timur. Saya ingin mewawancarai Bapak mengenai pengalaman Bapak
sebagai penjaga museum. Apakah Bapak bersedia?
Pewawancara: Sudah berapa lama Bapak bekerja sebagai penjaga museum ini?
Narasumber: Saya sudah bekerja di sini selama dua puluh tiga tahun. Sejak
museum ini pertama kali dibuka untuk umum, saya sudah ada di sini.
Pewawancara: Apa tugas utama Bapak sebagai penjaga museum?
Narasumber: Tugas saya cukup beragam. Saya menjaga keamanan dan ketertiban
museum, memastikan koleksi benda-benda bersejarah terawat dengan baik, serta
membantu pengunjung yang membutuhkan informasi tentang koleksi yang ada.
Pewawancara: Pengalaman paling berkesan apa yang pernah Bapak alami selama
bekerja di museum ini?
Narasumber: Yang paling berkesan adalah ketika rombongan pelajar dari luar
negeri datang berkunjung dan sangat antusias mempelajari koleksi kami.
Mereka sangat kagum dengan kekayaan sejarah dan budaya Indonesia. Saat itu
saya merasa sangat bangga menjadi bagian dari lembaga yang menjaga warisan
bangsa ini.
Pewawancara: Menurut Bapak, mengapa penting bagi pelajar untuk mengunjungi
museum?
Narasumber: Sangat penting. Museum adalah tempat belajar sejarah secara
langsung. Di sini, pelajar bisa melihat, merasakan, dan memahami perjalanan
bangsa ini dengan cara yang jauh lebih nyata dibandingkan hanya membaca buku
teks. Kecintaan terhadap sejarah dan budaya harus ditanamkan sejak dini.
Pewawancara: Terima kasih banyak atas waktu dan penjelasan Bapak yang sangat
berharga ini.
Narasumber: Sama-sama, Nadia. Semoga kamu dan teman-temanmu semakin
mencintai sejarah bangsa kita.
11. Siapakah pewawancara dalam teks wawancara di atas?
A. Pak Hamdan, penjaga museum yang berpengalaman
B. Nadia, siswa kelas VI SDN Bintang Timur
C. Kepala museum tempat Pak Hamdan bekerja
D. Seorang wartawan dari majalah pendidikan nasional
12. Berdasarkan teks wawancara, sudah berapa lama Pak Hamdan bekerja sebagai
penjaga museum?
A. Sepuluh tahun sejak museum itu direnovasi besar-besaran
B. Lima belas tahun sejak ia lulus dari sekolah kejuruan
C. Dua puluh tiga tahun sejak museum pertama kali dibuka untuk umum
D. Tiga puluh tahun sejak ia dipindahtugaskan dari instansi lain
13. Apa tugas utama Pak Hamdan sebagai penjaga museum berdasarkan informasi
dalam teks?
A. Memandu seluruh rombongan wisatawan asing yang datang berkunjung
B. Merancang dan menata ulang koleksi benda bersejarah di museum
C. Menjaga keamanan, memastikan koleksi terawat, dan membantu pengunjung
yang membutuhkan informasi
D. Membuat laporan keuangan museum dan mengatur jadwal kunjungan sekolah
14. Mengapa Pak Hamdan merasa sangat bangga ketika rombongan pelajar luar
negeri berkunjung ke museum?
A. Karena rombongan tersebut memberikan hadiah yang sangat berharga untuk
museum
B. Karena mereka sangat antusias dan kagum dengan kekayaan sejarah dan
budaya Indonesia
C. Karena kunjungan tersebut diliput oleh banyak media massa nasional dan
internasional
D. Karena pelajar luar negeri itu menyatakan ingin belajar bahasa Indonesia
di sekolah mereka
15. Berdasarkan teks wawancara, alasan Pak Hamdan menganggap kunjungan ke
museum penting bagi pelajar adalah ....
A. Museum menyediakan fasilitas bermain yang edukatif dan menyenangkan bagi
anak-anak
B. Museum adalah tempat yang lebih murah dibandingkan tempat wisata lainnya
C. Museum adalah tempat belajar sejarah secara langsung yang jauh lebih
nyata dibandingkan hanya membaca buku teks
D. Museum memberikan sertifikat kunjungan yang berguna untuk nilai pelajaran
sejarah di sekolah
Demikian Rangkuman Materi Wawancara Plus Latihan Soal: Bahasa Indonesia Kelas 6 SD/MI Semester 1 (Ganjil) Kurikulum Merdeka. Kita akan belajar lagi dengan materi- materi menarik kelas 6 lainnya, hanya di AhzaaNet.
Jangan lupa untuk share atau bagikan artikel ini apabila bermanfaat buat teman-teman semuanya. Salam.