Rangkuman Materi Gangguan Pernapasan: IPAS Edisi Revisi Kelas 6 SD/MI Semester 1 (Ganjil) Bab 2 Tarik dan Embuskan
Hai sahabat AhzaaNet, kita lanjutkan lagi belajarnya yaa. Masih dengan materi IPAS kelas 6 SD/MI semester 1 Kurikulum Merdeka Edisi Revisi, kita akan belajar materi bab 2 Tarik dan Embuskan dengan submateri gangguan pernapasan.
![]() |
| Rangkuman Materi Gangguan Pernapasan Kelas 6 |
Melalui rangkuman materi gangguan pernapasan ini, teman- teman dapat belajar tentang apa saja faktor yang memengaruhi gangguan pernapasan dan jenis- jenis gangguan pernapasan itu sendiri.
Baik, langsung saja yaa, berikut rangkuman materi gangguan pernapasan dan jenis- jenis gangguan pernapasan. Selamat belajar...
A. Faktor yang Memengaruhi Kesehatan Sistem Pernapasan
1. Kondisi Lingkungan
- Polusi udara, seperti asap kendaraan, asap pabrik, dan asap pembakaran sampah yang mengandung zat berbahaya yang dapat merusak saluran pernapasan apabila dihirup terus menerus
- Asap rokok, baik perokok aktif maupun pasif
- Debu dan serbuk halus, seperti debu jalanan, serbuk kayu yang terhidup dalam jangka panjang sehingga melukai jaringan paru- paru.
- Udara lembab dan kotor, seperti lingkungan kotor, pengap, dan lembab yang memudahkan bakteri dan virus penyebab penyakit pernapasan berkembang biak.
2. Faktor Genetik
- Asma, dimana para penderitanya memiliki saluran napas yang lebih sensitif. Orang tua yang menderita asma memiliki keturunan yang beresiko mengalami asma.
- Fibrosis kistik, yaitu penyakit bawaan yang menyebabkan lendir di saluran pernapasan menjadi sangat kental sehingga menghambat aliran udara.
3. Gaya Hidup
- Merokok, yang dapat merusak silia di trakea, melukai alveoli, dan meningkatkan risiko kanker paru-paru.
- Kurang berolahraga, yang menyebabkan paru-paru tidak terlatih bekerja optimal sehingga kapasitas paru-paru menurun.
- Kurang menjaga kebersihan, seperti jarang mencuci tangan, tidak memakai masker di tempat ramai, sehingga memudahkan kuman masuk ke saluran pernapasan.
- Pola makan yang tidak sehat, yang dapat melemahkan daya tahan tubuh terhadap infeksi pernapasan.
B. Gangguan Sistem Pernapasan
1. Gangguan akibat Kondisi Lingkungan
- Asma yang dipicu lingkungan merupakan penyempitan saluran napas yang terjadi tiba-tiba akibat reaksi terhadap pemicu tertentu.
- Pemicu dari asma tersebut adalah debu, asap, serbuk sari bunga, bulu hewan, perubahan cuaca.
- Gejala dari asma adalah napas berbunyi ngik-ngik (mengi), sesak napas, dada terasa berat.
- Pneumokoniosis merupakan gangguan paru-paru akibat menghirup debu atau serbuk berbahaya dalam jangka panjang (misalnya debu batu bara, debu silika, atau serbuk kapas)
- Gejalanya berupa batuk kronis, sesak napas, paru-paru menjadi keras/kaku
- Orang yang beresiko mengalami Pneumokoniosis adalah pekerja tambang, pabrik tekstil, atau pengrajin kayu yang tidak menggunakan masker pelindung.
2. Gangguan Akibat Faktor Genetik
- Asma dapat diturunkan dari orang tua
- Anak dengan orang tua penderita asma memiliki risiko 25-50% untuk mengalami asma juga
- Fibrosis Kistik merupakan penyakit genetik yang menyebabkan kelenjar lendir menghasilkan lendir sangat kental pada saluran pernapasan sehingga menyebabkan saluran napas tersumbat, paru- paru mudah terinfeksi bakteri.
- Gejala dari gangguan ini adalah batuk terus menerus, sesak napas, dan pertumbuhan terhambat.
3. Gangguan akibat Gaya Hidup
- Bronkitis kronis merupakan peradangan pada bronkus yang berlangsung lama, sering disebabkan oleh kebiasaan merokok.
- Gejalanya adalah batuk berdahak yang terus menerus,s esak napas dan mudah lelah.
- Penyebabnya adalah merokok dalam jangka panjang
- Emfisema adalah kerusakan pada dinding alveoli sehingga alveoli membesar dan kehilangan elastisitasnya, akibat dari kebiasaan merokok jangka panjang sehingga pertukaran gas menjadi tidak efisien, dan terjadi sesak napas.
- Gejalanya sesak napas parah, dada terasa penuh, bibir dan ujung jari membiru.
4. Gangguan akibat Infeksi Virus dan Bakteri
- Penyebab influenza adalah virus influenza.
- Cara penularannya melalui percikan air liur (droplet) saat batuk/bersin orang yang terinfeksi.
- Gejalanya adalah hidung tersumbat, bersin-bersin, demam, sakit kepala, nyeri otot, tenggorokan sakit.
- Penanganannya dengan istirahat cukup, minum air putih yang banyak, konsumsi makanan bergizi, obat sesuai anjuran dokter.
- Pencegahannya melalui vaksin flu, cuci tangan, gunakan masker, hindari kontak dengan penderita.
- Penyebab Tuberkulosis adalah Bakteri Mycobacterium tuberculosis
- Cara penularannya melalui percikan dahak/udara yang mengandung bakteri TBC dari penderita.
- Organ yang diserang adalah paru-paru.
- Gejala yang muncul adalah batuk lebih dari 2 minggu, batuk berdarah, demam di malam hari, berat badan turun drastis, berkeringat di malam hari meski tidak panas.
- Penanganannya dengan pengobatan antibiotik khusus selama minimal 6 bulan tanpa putus.
- Pencegahannya dilakukan dengan vaksin BCG sejak bayi, menjaga ventilasi udara, tidak meludah sembarangan.
- Penyebab pnemonia adalah bakteri (Streptococcus pneumoniae), virus, atau jamur
- Organ yang diserang adalah alveoli (kantong udara di paru-paru).
- Gejalanya adalah batuk berdahak, demam tinggi, sesak napas, nyeri dada, badan lemas.
- Penanganannya adalah melalui antibiotik (jika bakteri), istirahat, cairan yang cukup, dirawat dokter.
- Pencegahannya adalah melalui vaksin pneumokokus, menjaga daya tahan tubuh, cuci tangan, hindari asap rokok.
- Orang yang rentan terkena adalah anak-anak, lansia dan orang dengan daya tahan tubuh yang rendah.
C. Cara Menjaga Kesehatan Sistem Pernapasan
- Rutin berolahraga yang dapat melatih kapasitas paru-paru
- Tidak merokok dan jauh dari asap rokok
- Makan makanan bergizi sehingga memperkuat daya tahan tubuh
- Mencuci tangan sebelum makan dan setelah bersin/batuk
- Menggunakan masker di tempat berpolusi atau ramai
- Menjaga kebersihan dan ventilasi ruangan
- Vaksinasi sesuai anjuran dokter
- Beristirahat cukup setiap malam
- Menanam pohon dan jaga kebersihan lingkungan






