Thursday, April 21, 2016

Bagi Rekan- Rekan Guru, Yuk Kenali 8 Tipe Kecerdasan Siswa Kita

Sebagai seorang pendidik, sebagian dari kita pasti pernah bertanya kepada siswa kita, Siapakah diantara tokoh- tokoh berikut yang paling cerdas? Mark Zuckenberg, Steve Jobs, Albert Einstein, atau Bill Gates? Apakah salah satu dari mereka lebih cerdas dari yang lain? Memang menjadi sebuah jawaban yang sulit untuk mengukur kecerdasan yang dimiliki oleh beberapa tokoh dunia diatas.
Source : http://www.pages.drexel.edu
Multiple Intellegence
Source : http://www.pages.drexel.edu
Sering kecerdasan menjadi tolak ukur dalam aspek hidup kesuksesan seseorang. Kecerdasan seseorang hanya dinilai berdasarkan tes IQ, tes standarisasi dan prestasi kognitif akademis. Selama bertahun tahun telah terbentuk sebuah pandangan dalam masyarakat menyatakan bahwa anak atau siswa yang cerdas adalah yang memiliki IQ yang tinggi. 
Seorang Psikolog kognitif di Universitas Harvard, Dr. Howard Gardner, menemukan berbagai macam tipe kecerdasan yang disebut kecerdasan berganda sehingga tidak hanya satu yang diukur dan dijumlah sebagaimana kecerdasan IQ yang sudah dikenal sebelumnya. Teorinya mengenalkan pandangan yang lebih luas mengenai kecerdasan yang merupakan kesinambungan yang dapat dikembangkan seumur hidup. Bagi seorang pendidik atau guru tentunya temuan Dr. Howard Gardner tersebut akan membuka kesempatan dan tantangan baru bagi pendidik seperti kita. 
Nah, apa saja bentuk kecerdasan yang dikemukakan oleh Gardner, berikut tipe- tipenya.
Spasial- visual
Berfikir dalam citra dan gambar. Melibatkan kemampuan untuk memahami hubungan ruang, citra dan mental, dan secara akurat mengerti dunia visual. Biasanya anak yang mempunyai kecerdasan ini cenderung menyukai menggambar, mensketsa, corat- coret, visualisasi, citra, grafik, desain, tabel, seni, video, film, ilustrasi.
Interpersonal
Berfikir lewat berkomunikasi dengan orang lain. Hal ini mengacu pada "keterampilan manusia" yang cenderung mudah membaca, berkomunikasi, dan berinteraksi dengan orang lain. Kecenderungan siswa dengan kecerdasan ini adalah mengorganisasi, memimpin, berinteraksi, berbagi, menyayangi, berbicara, sosialisasi, manipulasi, pendamai, kerjasama kelompok, dll.
Linguistik- verbal
Berfikir dalam kata- kata. Mencakup kemahiran dalam berbahasa untuk berbicara, menulis, membaca, menghubungkan dan menafsirkan. Anak- anak yang mempunyai kecerdasan ini biasanya pandai dalam kata- kata, berbicara, menulis, bercerita, mendengarkan, suka dengan buku, kaset, dialog, berdiskusi, puisi, lirik, bahasa asing, esai, makalah, dll.
Musikal
Siswa yang mempunyai kecerdasan ini biasanya suka dengan hal- hal yang berhubungan dengan irama dan melodi seperti menyanyi, bersenandung, mengetuk- ketuk, irama, melodi, kecepatan, warna nada, alat musik, dll.
Naturalis
Siswa yang memiliki kecerdasan naturalis biasanya suka berfikir dalam acuan alam, maksudnya menyangkut pertalian seseorang dengan alam, yang dapat melihat hubungan dan pola dalam dunia alamiah dan mengidentifikasi dan berinteraksi dengan proses alam.
Ciri- ciri dari siswa yang mempunyai kecerdasan ini adalah suka jalan- jalan di alam terbuka, berinteraksi dengan binatang, pengatagorian, menatap binatang, meramal cuaca, simulasi, dan penemuan.
Badan- Kinestetik
Berfikir melalui sensasi dan gerakan fisik. Merupakan kemampuan untuk mengendalikan dan menggunakan badan fisik dengan mudah dan cekatan. Kecenderungan siswa biasanya dalam hal menari, berlari, melompat, menyentuh, mencipatakan, mencoba, mensimulasikan, merakit/ membongkar, bermain, dan indera peraba.
Intrapersonal
Berfikir secara reflekstif. hal ini mengacu pada kesadaran  reflektif mengenai perasaan dan proses pemikiran sendiri. Berpikir, meditasi, bermimpi, berdiam diri, mencanangkan tujuan, refleksi, merenung, membuat jurnal, menilai diri, waktu menyendiri, instropeksi, dll.
Logis - matematis
Berfikir dengan penalaran. Melibatkan pemecahan masalah secara logis dan ilmiah dan kemampuan matematis. Hal- hal yang termasuk didalamnya adalah bereksperimen, bertanya, menghitung, logika deduktif dan induktif, mengorganisasikan, fakta, teka- teki dan skenario.

Nah, dengan mengetahui bentuk kecerdasan berganda seperti yang diuraikan diatas, sebagai pendidik kita dapat membantu siswa kita untuk mendapatkan banyak makna dan rangsangan otak dalam proses belajar mereka, sekaligus memberikan mereka lebih banyak variasi dalam pembelajaran sehingga hal tersebut dapat mengembangkan dan memperkuat kecerdasan mereka. Tentunya bukanlah hal yang mudah untuk melakukan itu, namun tidak ada salahnya bagi kita seorang pendidik untuk mencobanya, meskipun harus keluar dari "zona nyaman" kita. Dan bagaimana dengan anda? 

Sumber Materi: 
Quantum Teaching; Orchestrating Student Success karya Bobbi de Porter, Mark Reardon, dan Sarah Singer- Nourie terbitan Allyn and Bacon, Boston 1999
Sumber Gambar: 
http://www.pages.drexel.edu