Wednesday, June 15, 2016

Mengenal Sekilas Tentang Metode Pembelajaran Quantum Teaching

Hai sahabat Ahzaa, pada tulisan ini admin akan berbagi mengenai salah satu metode pembelajaran yang sangat menarik untuk diterapkan di kelas kita yaitu metode pembelajaran Quantum Teaching. Metode Quantum Teaching ini sekarang menjadi populer karena kesuksesannya dalam mengelola pembelajaran di kelas. Nah, seperti apa metode pembelajaran ini, berikut ini sedikit informasi mengenai metode Quantum Teaching.
Quantum teaching merupakan sebuah program yang digagas oleh seorang ibu bernama Bobbi DePorter, seorang kepala learning forum, sebuah perusahaan yang berbasis di Oceanside California yang memproduksi program- program untuk siswa, guru, sekolah, dan organisasi di seluruh Amerika Serikat serta Inggris, Hongkong, Singapura, dan Malaysia. Beliau menerapkan teknik dalam sebuah program yang disebut SuperCamp yang dibuka pada 1982 dan mendirikan Learning Forum. Program dengan metode SuperCamp mendapatkan kesuksesan sehingga berbagai sekolah mendatangkan undangan untuk melatih guru dengan metode tersebut. Kursus pelatihan guru kemudian berevolusi menjadi Quantum Teaching, yang sangat sukses dalam melatih guru untuk mengintegrasikannya di sekolah.

sumber gambar : https://www.hastac.org

Hal yang menarik dari pembelajaran dengan metode Quantum Teaching adalah metode ini menunjukkan bagaimana menjadi guru yang baik, artinya metode ini menguraikan cara- cara baru yang memudahkan proses belajar melalui pemaduan unsur- unsur seni  dan pencapaian yang terarah, apapun mata pelajaran yang disampaikan. Dengan kata lain melalui metode Quantum Teaching, guru dapat menggabungkan keistimewaan- keistemawaan belajar menuju bentuk perencanaan pengajaran yang bisa meningkatkan prestasi siswa.
Metode Quantum Teaching itu sendiri diciptakan berdasarkan gabungan beberapa teori- teori pendidikan seperti Accelerated Learning (Lozanov), Multiple Intelegence (Gardner), Neuro - Linguistics Programming (Grinder and Bandler), Experiental Learning (Hahn), Socratic Inquiry, dan Instruction (Hunter). Dengan  rangkaian tersebut, Quantum Teaching menjadi sebuah paket multisensori, multi kecerdasan, dan sesuai dengan otak, yang bertujuan meningkatkan kemampuan guru untuk mengilhami kemampuan siswa untuk berprestasi.
Asas Utama Quantum Teaching
Segala hal yang dilakukan oleh guru, setiap intreksi dengan siswa, setiap rancangan kurikulum, dan setiap metode instruksional, dibangun melalui asas utama dalam Quantum Teaching yang berkonsep - Bawalah Dunia Mereka ke Dunia Kita, dan Antarkan Dunia Kita ke Dunia Mereka. Langkah penting pertama adalah memasuki dunia siswa, dengan demikian guru pertama -tama harus membangun jembatan penghubung dengan kehidupan siswa sehingga tindakan ini akan memberi guru ijin untuk memimpin, menuntun, dan memudahkan  perjalanan siswa menuju kesadaran dan ilmu pengetahuan yang lebih luas. Seorang guru dalam mengajar dapat mengaitkan pembelajaran dengan sebuah peristiwa, pikiran, atau perasaan yang diperoleh dari kehidupan di rumah, sosial, musik, seni, dan akademis mereka. 

Dengan demikian akan terjadi sebuah kaitan antara guru dan siswa, kemudian barulah membawa mereka (siswa) kedalam dunia kita (guru). Pada saat mereka kita bawa ke dunia kita, disinilah semua pengetahuan akademis misalnya rumus, kosakata baru, model mental, dan lainnya dibeberkan. Tujuan dari asas utama tersebut sangatlah menguntungkan bagi kedua belah pihak baik guru maupun siswa. Guru maupun siswa akan mendapatkan pemahaman baru dan siswa dapat membawa apa yang mereka pelajari dan ke dalam dunia mereka dan menerapkannya pada situasi baru.
Prinsip- Prinsip
Dalam Quantum Teaching ada lima asas dasar atau prinsip yang meliputi
  1. Segalanya berbicara - Dalam pembelajaran, semua aspek mengirim pesan tentang balajar baik bahasa tubuh, lingkungan kelas, rancangan pelajaran, bahkan kertas yang guru bagikan. 
  2. Segalanya bertujuan - Apa yang guru lakukan dalam pembelajaran, segalanya mempunyai tujuan. 
  3. Pengalaman sebelum pemberian nama - Proses belajar yang baik terjadi ketika siswa telah mengalami informasi sebelum mereka memperoleh nama untuk apa yang mereka pelajari.
  4. Akui Setiap Usaha - Setiap proses belajar pasti mengandung resiko yang artinya pembelajar harus keluar dari zona nyaman mereka. Oleh karena itu, mereka pantas mendapatkan pengakuan atas kecakapan dan kepercayaan diri mereka.
  5. Jika Layak dipelajari, maka layak pula dirayakan - Perayaan akan memberikan umpan balik  akan kemajuan dan akan meningkatkan asosiasi emosi positif dengan belajar.
Kerangka Rancangan Belajar Quantum Teaching
Kerangka Rancangan belajar dalam Quantum Teaching dikenal sebagai T-A-N-D-U-R (Tumbuhkan, Alami, Namai, Demonstrasikan, Ulangi, dan Rayakan). Berikut ini tinjauan sekilas mengenai kerangka rancangan belajar tersebut :
  • Tumbuhkan - Tumbuhkan minat dengan memuaskan, apakah Manfaatnya Bagiku ( AmBak), dan manfaatkan kehidupan pelajar.
  • Alami - Ciptakan atau datangkan pengalaman umum yang dapat dimengerti semua pelajar.
  • Namai - Sediakan kata kunci, konsep, model, rumus, strategi sebuah masukan.
  • Demonstrasikan - Sediakan kesempatan bagi pelajarn untuk menunjukkan bahwa mereka telah tahu.
  • Ulangi - Tunjukkan pelajar cara- cara mengulang materi dan menegaskan, "Aku tahu bahwa aku memang tahu ini."
  • Rayakan - Pengakuan untuk penyelesaian, partisipasi, dan pemerolehan keterampilan dan Ilmu pengetahuan.

Demikian sekilas mengenai metode pembelajaran Quantum Teaching, tentunya masih banyak lagi yang belum saya bahas dalam tulisan ini mengenai metode pembelajaran Quantum Teaching dan untuk lebih jelas mengenai metode Quantum Teaching dalam pembelajaran dan penerapannya, sahabat Ahzaa bisa membaca buku  Quantum Teaching karangan Bobbi DePorter dkk. 
Bila tulisan ini bermanfaat silahkan isikan melalui kolom komentar ya. 
Terima kasih. Salam.

Referensi :
DePorter, Bobbi dkk 2003, Quantum Teaching, Bandung: Kaifa

 Sumber gambar :
https://www.hastac.org