Tuesday, January 22, 2019

Pengalaman Mensiasati Aksi Plagiarisme Pada Konten atau Artikel Blog

Beberapa waktu lalu saya iseng- iseng mengetik salah satu judul artikel dari blog saya ini melalui mesin pencarian Google. Salah satu judul artikel yang saya ketikkan sengaja saya ambil yang pageview nya agak tinggi dibanding lainnya. Betapa terkejutnya saya, ketika ada judul nongol sama persis dengan judul blog saya dari hasil pencarian Google, mirisnya lagi bahkan dua tingkat lebih tinggi pada halaman pencarian. Lalu saya membuka postingan lengkap blog tersebut dan ternyata, tidak hanya judulnya saja, konten lengkap dan gambar yang sudah saya beri watermark pun ter-display di blog tersebut. Lebih lanjut saya telusuri lagi blog itu, ternyata tidak hanya satu konten, ada beberapa konten artikel saya yang sengaja diduplikasi terus diterapkan dan "diakui" sebagai konten blog tersebut tanpa ada ijin atau mencantumkan sumber asli. Saya amati konten- konten artikel lain dari blog tersebut memang duplikasi alias plagiat terhadap konten- konten blog lain. Jadi korbannya pun bukan hanya saya, tetapi juga blogger- blogger lain yang kontennya dijiplak atau diplagiat.
say no to plagiarism
stop plagiarism

Aksi plagiat seperti itu sangatlah berbahaya, menjiplak sebagian bahkan seluruh karya orang lain tanpa ijin. Hal tersebut sama saja dengan merusak dan menghancurkan ide- ide dan kreatifitas yang ada. Bagi seorang blogger, mencari inspirasi itu wajib untuk membuat konten artikel yang berkualitas, sama seperti seorang penulis buku dengan segudang referensi yang dibacanya. Yang diharamkan adalah apabila menjiplak, menulis kembali konten sama persis tanpa ada ijin langsung dari pencipta aslinya.

Aksi plagiarisme dari plagiat blog tersebut berdampak pada blog konten asli. Dalam hasil pencarian  Google misalnya, tidak jarang peringkat blog asli malah merosot dibawah dibandingkan  blog plagiat. Tentu saja, pengunjung akan lebih besar peluangnya membuka artikel dari blog plagiat. Dampaknya pun terasa pada penurunan visitor, pageviews dan penghasilan dari blog kita.

Nah, Bagi teman- teman yang konten artikelnya di copy-paste tanpa ijin, jangan panik terlebih dahulu, ada beberapa cara yang bisa ditempuh baik mulai dari yang persuasif sampai dengan yang "ekstrem".

#1. Menghubungi admin blog yang bersangkutan
Sebagai korban jiplakan, kita tentu masih menaruh harap dan berfikiran positif terhadap plagiator siapa tahu mau merubah dan atau menampilkan sumber yang jelas konten dari blog kita. Pada saat itu saya langsung hubungi admin blog melalui email yang bersangkutan dalam kontak di blognya dan saya berikan ultimatum selama dua hari untuk beriktikad baik. Bila tidak ada penjelasan lebih dari tenggang waktu tersebut, saya jelaskan pula tindak lanjut langkah yang saya lakukan seperti melaporkannya ke pihak lain yang berwenang.

#2. Melapor pada Google DMCA
Tindakan ini merupakan tindakan pamungkas setelah kita berikan ultimatum melalui kontak blog plagiator seperti langkah pertama tadi diatas. Cara melaporkannya sangat mudah. Tinggal buka situs Google DMCA, lalu isikan form yang ada di dalamnya.

  • Pertama, isikan informasi kontak; Nama Depan, Nama belakang, Nama Perusahaan, Pemegang hak cipta, Alamat Email, dan Negara atau kawasan.


  • Kedua,  isikan aduan

Bagian nomor 1, isikan aduan anda, misalnya, Telah terjadi penjiplakan sebagian atau keseluruhan konten artikel pada blog saya.
Bagian nomor 2, Isikan alamat karya asli pada blog atau website anda, alamat artikel anda sendiri yang dibajak.
Bagian nomor 3, Isikan lokasi materi yang melanggar alias blog atau website si pembajak.
Bagian nomor 4, Bila terjadi pembajakan lebih dari satu artikel, anda bisa menambahkannya melalui grup yang baru, isiannya sama dengan yyang diatas.

  • Ketiga, isikan pernyataan anda, centang pada borang yang tersedia lalu klik kirim.


Biasanya laporan kita akan ditindaklanjuti sesegera mungkin oleh Google. Saya menerima email tentang tindak lanjut keluhan kurang dari 24 jam. Mungkin saja karena terlalu parahnya aksi plagiat yang dilakukan oleh blog tersebut, blog tersebut  akhirnya dihapus. Hal itu saya ketahui saat saya coba buka alamat blog tersebut.

Sebenarnya plagiarisme bisa kita cegah juga agar tidak menimpa lagi dikemudian hari. Ada beberapa langkah- langkah pencegahan plagiarisme konten blog kita, antara lain,

Menonaktifkan klik kanan
Cara ini membutuhkan script untuk dipasang di widget atau template blog kita. Biasanya para plagiator mengcopy lewat klik kanan artikel lalu klik copy. Penonaktifan klik kanan hanyalah langkah untuk menghambat peng-copy-an artikel karena sekarang ini banyak celah  peng-copy-an apabila klik kanan di non-aktifkan.

Menggunakan Google Alerts
Kita bisa menempatkan kata kunci atau frasa unik dari tulisan kita untuk memantau aktifitas online menggunakan kata- kata atau frasa tersebut. Setiap pencarian yang menyebutkan kata atau frasa unik yang anda masukkan, maka Google akan mengirimkan alert atau notifikasi melalui email anda.

Memantau Mesin Pencarian
Sempatkanlah memantau mesin pencarian dengan judul, kata kunci atau frasa dari artikel yang kita buat.

Memanfaatkan Aplikasi
Selain ketiga langkah diatas, kita bisa memanfaatkan  aplikasi atau alat plagiarism checker. Cara ini tergolong mudah, dengan bertebarannya alat atau aplikasi tersebut baik yang berbayar maupun gratis di internet.

Nah, itulah sekelumit pengalaman saya saat artikel atau konten blog ini di duplikasi atau di plagiat oleh blog lain tanpa ijin. Semoga pengalaman ini bisa memberikan manfaat bagi anda semua.

Salam. 

No comments:

Post a Comment