Latihan Soal Kimia Hijau: Materi IPA Kelas 10 SMA/ MA Semester 2 (Genap) Edisi Revisi - Ahzaa.Net

Latihan Soal Kimia Hijau: Materi IPA Kelas 10 SMA/ MA Semester 2 (Genap) Edisi Revisi

Latihan Soal Kimia Hijau: Materi IPA Kelas 10 SMA/ MA Semester 2 (Genap) Edisi Revisi
 
Halo Sahabat Ahzaanet! Sedang mencari referensi untuk menguji pemahaman materi Kimia Hijau? Dalam artikel ini, kami menyajikan Latihan Soal Kimia Hijau Materi IPA Kelas 10 SMA/MA Semester 2 berdasarkan Kurikulum Merdeka. 

Soal Kimia Hijau Kelas 10
Soal Kimia Hijau Kelas 10 SMA/MA

Soal-soal ini dirancang untuk membantu siswa memahami 12 prinsip kimia hijau, ekonomi atom, hingga solusi terhadap pemanasan global. Mari simak kumpulan soal pilihan ganda berikut sebagai persiapan menghadapi asesmen harian maupun ujian semester.

Ada 20 soal plus jawaban yang dapat digunakan sebagai tambahan referensi belajar teman- teman khususnya di materi Kimia Hijau kelas 10 SMA/ MA semester 2 (genap). 

Baik, langsung saja yaa, berikut latihan soalnya,

Selamat belajar...

1. Dalam dunia industri, seringkali dihasilkan produk sampingan yang tidak diinginkan dan mencemari lingkungan. Kimia hijau menawarkan 12 prinsip untuk mengatasi hal ini.
Salah satu prinsip utama kimia hijau adalah mencegah terbentuknya limbah daripada mengolahnya kembali. Dalam hal ini, salah satu alasan pencegahan limbah dianggap lebih efektif adalah ....
A. Karena biaya pengolahan limbah selalu lebih murah daripada pencegahan.
B. Karena limbah kimia tidak mungkin bisa dinetralkan kembali.
C. Mencegah limbah menghindari risiko paparan zat berbahaya dan lebih efisien secara sumber daya.
D. Agar industri tidak perlu mempekerjakan ahli pengolahan limbah.
E. Karena limbah hanya bisa dibuang ke laut atau sungai.


2. Proses sintesis kimia konvensional seringkali membutuhkan suhu dan tekanan yang sangat tinggi agar reaksi berjalan cepat.
Penggunaan katalis merupakan salah satu prinsip kimia hijau. Peran katalis dalam mendukung keberlanjutan lingkungan tersebut adalah ....
A. Katalis meningkatkan jumlah produk akhir berkali-kali lipat.
B. Katalis memungkinkan reaksi berlangsung pada suhu lebih rendah sehingga menghemat energi.
C. Katalis mengubah bahan beracun menjadi emas.
D. Katalis berfungsi untuk menambah massa atom dalam produk.
E. Katalis digunakan untuk memperbanyak penggunaan pelarut organik.


3. Plastik konvensional berbahan dasar minyak bumi membutuhkan waktu ratusan tahun untuk terurai di alam.
Berikut ini tindakan yang paling sesuai dengan prinsip kimia hijau mengenai penggunaan bahan baku terbarukan adalah ....
A. Memproduksi plastik dari bahan pati jagung atau singkong.
B. Meningkatkan pengeboran minyak bumi untuk bahan baku polimer.
C. Membakar sampah plastik di ruang terbuka.
D. Menggunakan gas alam sebagai satu-satunya sumber energi pabrik.
E. Mengganti semua kemasan kaca dengan kemasan plastik sekali pakai.


4. Konsep 'Atom Economy' atau ekonomi atom digunakan untuk mengukur sejauh mana atom-atom dari bahan baku terikat dalam produk akhir.
Suatu reaksi kimia yang memiliki nilai ekonomi atom tinggi apabila ....
A. Reaksi tersebut menghasilkan banyak gas karbon dioksida.
B. Reaksi tersebut membutuhkan banyak katalis tambahan.
C. Sebagian besar atom bahan baku berakhir menjadi produk sampingan yang dibuang.
D. Sebagian besar atau seluruh atom dari bahan baku terkonversi menjadi produk yang diinginkan.
E. Reaksi tersebut menggunakan bahan kimia yang harganya sangat mahal.


5. Pemanasan global menjadi isu krusial yang disebabkan oleh tingginya emisi gas rumah kaca dari berbagai proses industri.
Langkah berikut yang paling mencerminkan penerapan kimia hijau untuk meminimalkan kontribusi industri terhadap pemanasan global adalah ....
A. Menambah jam kerja mesin pabrik untuk meningkatkan produksi.
B. Mendesain proses kimia yang meminimalkan penggunaan energi dan menggunakan sumber energi terbarukan.
C. Menggunakan pelarut kimia yang mudah menguap agar proses pengeringan lebih cepat.
D. Membuang sisa panas hasil produksi langsung ke udara bebas.
E. Mengganti bahan baku alami dengan bahan sintetis yang sulit terurai.


6. Dalam industri kimia, seringkali dihasilkan produk sampingan yang tidak diinginkan dan berakhir menjadi limbah yang mencemari lingkungan.
Tindakan berikut yang paling sesuai dengan prinsip 'Mencegah Limbah' dalam kimia hijau adalah ....
A. Mengolah limbah beracun menjadi kurang beracun setelah proses produksi selesai.
B. Merancang metode sintesis yang meminimalkan terbentuknya limbah sejak awal proses.
C. Membuang limbah cair ke sungai setelah dicampur dengan air yang banyak.
D. Membakar semua limbah padat di area terbuka agar cepat hilang.
E. Menyimpan limbah di dalam wadah tertutup di bawah tanah selamanya.


7. Pemerintah saat ini mulai mendorong penggunaan biodiesel yang berasal dari minyak kelapa sawit atau minyak jelantah untuk menggantikan solar.
Penggunaan biodiesel tersebut merupakan penerapan prinsip kimia hijau, yaitu...
A. Menggunakan katalis untuk mempercepat reaksi.
B. Mengurangi penggunaan bahan turunan kimia.
C. Menggunakan bahan baku yang terbarukan.
D. Meningkatkan efisiensi energi dalam proses industri.
E. Mencegah potensi kecelakaan kerja.


8. Ekonomi atom (atom economy) adalah ukuran efisiensi sebuah reaksi kimia yang dihitung berdasarkan jumlah atom dari bahan baku yang berakhir di produk akhir.
Suatu proses kimia dikatakan memiliki ekonomi atom yang baik jika...
A. Menghasilkan banyak produk sampingan yang bermanfaat bagi industri lain.
B. Menggunakan suhu dan tekanan yang sangat tinggi agar reaksi cepat.
C. Sebagian besar atau seluruh atom bahan baku terkonversi menjadi produk yang diinginkan.
D. Memerlukan banyak pelarut organik untuk memurnikan produk.
E. Menggunakan bahan kimia yang paling murah meskipun berbahaya.


9. Banyak industri menggunakan pelarut organik seperti benzena yang bersifat karsinogenik (pemicu kanker) dan mudah menguap ke atmosfer.
Berdasarkan prinsip kimia hijau, langkah terbaik untuk mengganti pelarut berbahaya tersebut adalah...
A. Menggunakan pelarut yang lebih kuat agar reaksi lebih cepat.
B. Menggunakan air atau pelarut yang tidak beracun dan ramah lingkungan.
C. Menguapkan pelarut ke udara secara bebas agar tidak menjadi limbah cair.
D. Menambah jumlah pelarut agar hasil reaksi lebih murni.
E. Menggantinya dengan pelarut yang mudah terbakar agar mudah dimusnahkan.


10. Pemanasan global disebabkan oleh meningkatnya konsentrasi gas rumah kaca seperti karbon dioksida (CO2) di atmosfer akibat aktivitas manusia.
Penerapan kimia hijau yang dapat membantu menekan laju pemanasan global adalah...
A. Mengembangkan plastik yang sangat kuat dan tahan lama sehingga tidak perlu diganti.
B. Memperbanyak penggunaan pestisida kimia untuk meningkatkan hasil panen hutan.
C. Mengembangkan proses produksi yang hemat energi dan rendah emisi karbon.
D. Menggunakan bahan bakar fosil yang telah disaring dengan ketat.
E. Menciptakan bahan kimia baru yang dapat menyerap radiasi matahari di atmosfer.


11. Dalam kimia hijau, efisiensi sebuah reaksi tidak hanya diukur dari persentase hasil (yield), tetapi juga dari seberapa banyak atom bahan baku yang berakhir menjadi produk yang diinginkan. Pernyataan yang paling tepat mengenai prinsip ekonomi atom (atom economy) dalam kimia hijau adalah ....
A. Meningkatkan jumlah pelarut agar reaksi berjalan lebih cepat.
B. Merancang sintesis kimia sehingga produk akhir mengandung proporsi maksimum dari bahan awal.
C. Menggunakan atom yang memiliki massa jenis rendah agar limbah ringan.
D. Menambahkan jumlah reagen secara berlebihan untuk memastikan reaksi selesai.
E. Fokus pada pembentukan produk sampingan yang bernilai ekonomi tinggi.


12. Ketergantungan pada bahan bakar fosil menyebabkan peningkatan emisi gas rumah kaca. Kimia hijau mendorong penggunaan bahan baku yang dapat diperbarui. Contoh penerapan prinsip 'penggunaan bahan baku terbarukan' dalam produksi skala industri adalah...
A. Memproduksi bensin dari penyulingan minyak bumi mentah.
B. Menggunakan gas alam sebagai sumber energi utama pabrik.
C. Membuat polimer plastik menggunakan bahan dasar pati jagung atau selulosa.
D. Mengolah batu bara menjadi bahan bakar cair melalui proses gasifikasi.
E. Menggunakan asam sulfat dalam proses pemurnian logam berat.


13. Katalis berperan penting dalam mempercepat reaksi kimia tanpa ikut terkonsumsi dalam reaksi tersebut secara permanen.
Salah satu alasan bahwa penggunaan katalis dianggap lebih ramah lingkungan dibandingkan dengan reagen stoikiometri konvensional adalah ....
A. Katalis hanya dapat digunakan sekali lalu dibuang.
B. Katalis meningkatkan suhu reaksi sehingga energi yang dibutuhkan lebih besar.
C. Katalis dapat digunakan dalam jumlah sedikit dan berulang kali untuk meningkatkan selektivitas reaksi.
D. Katalis selalu terbuat dari bahan alami yang tidak beracun bagi perairan.
E. Katalis menghilangkan kebutuhan akan pelarut dalam semua jenis reaksi kimia.


14. Sebuah pabrik farmasi berusaha menerapkan prinsip pertama kimia hijau, yaitu mencegah timbulnya limbah daripada mengobati atau membersihkan limbah setelah terbentuk. Langkah nyata yang paling sesuai dengan prinsip pencegahan limbah tersebut adalah...
A. Membangun instalasi pengolahan air limbah (IPAL) yang sangat canggih.
B. Mengalirkan limbah cair ke kolam penampungan sebelum dibuang ke laut.
C. Mengoptimalkan desain proses sintesis agar tidak menghasilkan produk sampingan berbahaya.
D. Mengubur limbah padat di dalam tanah dengan lapisan beton tebal.
E. Menjual limbah industri kepada pihak ketiga untuk diolah kembali.


15. Sampah plastik konvensional membutuhkan waktu ratusan tahun untuk terurai di alam, sehingga mencemari ekosistem laut dan tanah.
Pengembangan produk bioplastik yang dapat didegradasi oleh mikroorganisme tanah merupakan penerapan prinsip kimia hijau, yaitu...
A. Mengurangi turunan kimia (reduce derivatives).
B. Desain untuk efisiensi energi (design for energy efficiency).
C. Desain produk yang mudah terurai (design for degradation).
D. Meningkatkan keamanan prosedur kerja di laboratorium.
E. Penggunaan pelarut yang lebih aman bagi kesehatan.


16. Dalam sebuah proses industri, efisiensi suatu reaksi tidak hanya diukur dari hasil produknya saja, tetapi juga dari seberapa banyak bahan baku yang berakhir menjadi limbah. Prinsip kimia hijau yang menekankan pada memaksimalkan jumlah atom dari semua bahan awal agar terintegrasi ke dalam produk akhir disebut sebagai...
A. Sintesis kimia yang kurang berbahaya
B. Ekonomi atom (Atom Economy)
C. Desain efisiensi energi
D. Pengurangan derivatif atau turunan
E. Pencegahan limbah


17. Banyak industri kimia menghasilkan produk sampingan yang tidak diinginkan yang seringkali mencemari lingkungan jika tidak dikelola dengan benar. Tindakan berikut yang paling sesuai dengan prinsip 'Pencegahan Limbah' dalam kimia hijau adalah ....
A. Membangun instalasi pengolahan limbah cair yang lebih besar
B. Mengubur limbah padat di dalam tanah yang jauh dari pemukiman
C. Merancang proses kimia yang meminimalkan pembentukan limbah sejak awal
D. Membakar limbah industri menggunakan insinerator suhu tinggi
E. Mengencerkan limbah beracun dengan air sebelum dibuang ke sungai


18. Reaksi kimia seringkali membutuhkan suhu dan tekanan yang sangat tinggi agar dapat berjalan cepat, yang berdampak pada konsumsi energi yang besar. Penggunaan katalis dapat mendukung prinsip kimia hijau dalam hal efisiensi energi apabila ....
A. Katalis meningkatkan jumlah limbah yang dihasilkan agar mudah dipisahkan
B. Katalis memungkinkan reaksi berlangsung pada suhu dan tekanan yang lebih rendah
C. Katalis bertindak sebagai bahan baku utama yang akan habis bereaksi
D. Katalis meningkatkan toksisitas produk agar lebih tahan lama
E. Katalis hanya digunakan untuk memperindah warna produk akhir


19. Ketergantungan pada bahan bakar fosil sebagai bahan baku industri kimia menjadi masalah besar karena ketersediaannya yang terbatas dan dampak lingkungannya. Berdasarkan prinsip kimia hijau, bahan baku yang sebaiknya diprioritaskan untuk menggantikan bahan berbasis minyak bumi adalah .... 
A. Gas alam yang diekstraksi dari dalam bumi
B. Logam berat yang didapat dari pertambangan dalam
C. Biomassa yang berasal dari limbah pertanian
D. Senyawa klorofluorokarbon (CFC) sintetik
E. Plastik sekali pakai yang dikumpulkan dari laut


20. Sampah plastik konvensional membutuhkan waktu ratusan tahun untuk terurai di alam, sehingga menyebabkan penumpukan sampah di lautan dan daratan. Prinsip kimia hijau 'Desain untuk Degradasi' bertujuan untuk menciptakan produk kimia yang...
A. Tidak dapat hancur sama sekali agar bisa digunakan selamanya
B. Dapat berubah menjadi zat beracun saat terpapar sinar matahari
C. Memiliki struktur molekul yang sangat kuat sehingga sulit bereaksi
D. Dapat terurai menjadi produk yang tidak berbahaya setelah digunakan
E. Hanya bisa terurai jika dibakar dengan suhu di atas 1000 derajat Celsius


Demikian Latihan Soal Kimia Hijau Kelas 10 yang dapat kami bagikan. Semoga kumpulan soal ini bermanfaat sebagai bahan belajar mandiri maupun referensi buat teman- teman semuanya. 

Jika ada pertanyaan atau pembahasan yang kurang jelas, jangan ragu untuk menuliskannya di kolom komentar. Jangan lupa bagikan artikel ini ke teman-temanmu yang lain ya! Semangat belajar!

Salam. 

Terima kasih sudah berkunjung dan belajar bersama kami. Silahkan tinggalkan komentar dengan nama dan url lengkap. Penyisipan link dalam kolom komentar tidak diperkenankan yaa...
Sekali lagi, terima kasih...
EmoticonEmoticon

Formulir Kontak