Media Info Belajar

Monday, April 25, 2016

Berikut Ini Mekanisme Pelaksanaan SBMPTN 2016 dengan Sistem CBT

Dapat diterima di perguruan tinggi negeri (PTN) adalah impian bagi sebagian besar siswa lulusan SMA. Hal itu dikuatkan dengan peminat yang semakin banyak setiap tahunnya. Ada tiga jalur untuk masuk ke perguruan tinggi negeri yakni bisa melewati tiga jalur yaitu jalur undangan (SNMPTN), jalur SBMPTN maupun jalur Ujian Mandiri dari perguruan tinggi yang bersangkutan.  
Adapun penerimaan melalui jalur SNMPTN sudah ditutup beberapa waktu yang lalu. Dan kesempatan yang tersisa adalah melewati jalur SBMPTN dan Ujian mandiri. Jalur SBMPTN  pada hari ini saat tulisan ini dibuat sudah mulai bisa diakses pendaftarannnya.  Pada tahun ini pelaksanaan SBMPTN agak berbeda dibanding dengan pelaksanaan tahun- tahun sebelumnya, pelaksanaan SBMPTN 2016 menggunakan sistem CBT dan PBT. 
changes ahead
changes ahead
Adapun Sistem SBMPTN CBT hanya bisa diikuti oleh peserta kelompok sains dan teknologi (saintek) atau sosial dan humaniora (soshum). Namun, bagi yang mendaftar kelompok campuran harus mengikuti SBMPTN dengan sistem PBT.
Nah, karena pelaksanaan sistem CBT untuk baru pertama kalinya, ada beberapa mekanisme yang harus diperhatikan oleh para peserta agar proses ujian SBMPTN-nya yang menurut jadwal akan diselenggarakan pada tanggal 31 Mei mendatang bisa berjalan dengan lancar.
Berikut seperti dikutip dari pernyataan dari pihak panitia SBMPTN  tentang mekanisme pelaksanaan SBMPTN CBT tahun 2016 ini.
  1. Para peserta dapat melihat pola ujian dengan mengunduh simulasi tes di laman SBMPTN sebelum pelaksanaan SBMPTN CBT. Hal ini bertujuan supaya para peserta terbiasa mengerjakan pola ujian sehingga tidak terjadi kesalahan saat ujian yang sesungguhnya.
  2. Ujian CBT menyediakan waktu bagi setiap peserta untuk berlatih, jadi semacam uji coba. Latihan tes dalam CBT dirancang agar peserta dapat dengan segera menguasai tata cara CBT.
  3. Terdapat perbedaan jumlah peserta di lokasi CBT satu dengan yang lainnya. Sedangkan untuk sistem PBT, jumlah peserta di setiap ruangan sama. Hal itu dikarenakan  setiap kampus punya kemampuan masing-masing dalam menyelenggarakan SBMPTN CBT sehingga terdapat perbedaan dalam segi jumlah peserta ujian. Adapun pelaksanaan ujian dengan sistem CBT akan dilaksanakan di 30 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang tersebar di 23 kota dan 19 provinsi di Indonesia.
  4. Ujian CBT hanya membutuhkan satu klik dalam memilih jawaban dan proses ujiannya juga sangat mudah dan efisien karena tak memerlukan waktu lama bila dibandingkan dengan ujian PBT yang membutuhkan pembulatan pada LJK yang tentunya membutuhkan durasi  waktu.
  5. Dengan adanya fitur navigasi ke semua soal, peserta SBMPTN dengan sistem CBT bisa mengubah jawaban setiap saat selama waktu masih tersedia. Selain itu peserta juga dapat kembali me-review kembali soal-soal yang sudah dikerjakannya.
  6. Dan bila peserta ingin merubah jawabannya, maka peserta bisa menge-klik jawaban yang baru yang dianggap benar sementara jawaban yang lama atau dianggap salah akan secara otomatis dianulir.

Demikian mekanisme pelaksanaan SBMPTN tahun 2016 dengan sistem CBT. Semoga tulisan ini bisa menambah informasi bagi kamu yang mendaftar SBMPTN tahun ini dan baca juga info kuliah kami lainnya di blog ini. Jangan lupa tuliskan komentar kamu di kolom komentar dibawah ini. 
Terima kasih dan semoga sukses. 

(dari berbagai sumber)
Sumber gambar : 
http://www.kaptest.com/blog/business-school-insider/wp-content/uploads/sites/15/2014/09/studying-for-the-gmat.jpg