12/30/2021

Latihan Soal Materi Sejarah Indonesia Kelas 12 SMA/ SMK Semester 2 Bab 6 Indonesia dalam Panggung Dunia (Part II) ; Politik Luar Negeri Bebas Aktif dan Pelaksanaannya

Salam. Halo sahabat Ahzaa, selamat datang kembali di AhzaaNet. Hari ini kita lanjutkan lagi latihan soalnya untuk materi Sejarah Indonesia semester 2 kelas 12 SMA/ SMK untuk bab 6 tentang Indonesia dalam Panggung Dunia). Latihan soal materi bab 6 akan saya bagi menjadi tiga bagian berdasarkan sub bab yang ada untuk memudahkan dalam belajar. 

source : https://bpip.go.id/


Adapun sub bab yang akan dibahas melalui latihan soal adalah 

A. Landasan Ideal dan Konstitusional Politik Luar Negeri Bebas Aktif
B. Politik Luar Negeri Bebas Aktif dan Pelaksanaannya 
C. Peran Indonesia Dalam Upaya Menciptakan Perdamaian Dunia

Untuk latihan soal sub bab pertama, teman- teman bisa mencermati latihan soal- soal tersebut pada post atau tulisan saya sebelumnya.

Baca Juga : 


Nah, khusus untuk tulisan ini akan saya bahas materi sub bab kedua tentang Politik Luar Negeri Bebas Aktif dan Pelaksanaannya. 

Latihan soal sub bab kedua ini terdiri dari 20 butir soal pilihan ganda lengkap dengan kunci jawabannya. Adapun materi soal latihan disarikan dari buku paket Sejarah Indonesia Kelas 12 SMA/ SMK Kurikulum 2013 edisi revisi terbaru. 


Baik,, langsung saja ya berikut latihan soal- soalnya. Semoga Bermanfaat

=========================================================================================
Latihan Soal Materi Sejarah Indonesia Kelas 12 SMA/ SMK Semester 2 Bab 6 Indonesia dalam Panggung Dunia (Part II)

B. Politik Luar Negeri Bebas Aktif dan Pelaksanaannya

1. Sasaran utama politik luar negeri Indonesia pada masa awal- awal proklamasi kemerdekaan tanggal 17 Agustus 1945 adalah ....
A. memperoleh pengakuan internasional terhadap kemerdekaan RI
B. mempertahankan kemerdekaan RI dari segala usaha Belanda untuk kembali bercokol di Indonesia
C. mengusahakan serangkaian diplomasi untuk penyelesaian sengketa Indonesia - Belanda melalui negosiasi dan akomodasi kepentingan
D. jawaban A dan B benar
E. jawaban A, B dan C benar



2. Indonesia memilih sikap untuk tidak memihak kepada salah satu blok ketika terjadi perang dingin antara Blok Amerika dengan Blok Soviet. Hal ini dilakukan dengan tujuan ....
A. meredakan ketegangan yang ada antara kedua belah pihak Blok
B. mencari dukungan dunia Internasional terhadap perjuangan kemerdekaan
C. menciptakan stabilitas yang kondusif di dalam negeri
D. jawaban A dan B benar
E. jawaban A, B dan C benar



3. Mohammad Hatta menyampaikan pidatonya berjudul ”Mendayung Antara Dua Karang” di depan Sidang BP KNIP pada bulan September 1949 yang menyatakan bahwa Indonesia berkeinginan untuk tidak memihak salah satu blok yang ada pada saat itu. Hal ini menyiratkan  ....
A. Indonesia tidak ingin menjadi penengah kedua Blok yang bertikai
B. tidak terlibat dalam pertikaian politik kedua belah Blok tersebut
C. Indonesia tidak akan mencamnpuri urusan negara- negara blok tersebut
D. Indonesia memahami situasi yang menguntungkan dan menjadi kebutuhan pada saat itu
E. Indonesia ingin mendirikan blok tandingan diluar kedua blok tersebut



4. Politik luar negeri bebas aktif dianut Indonesia sejak Mohammad Hatta menyampaikan pidatonya berjudul ”Mendayung Antara Dua Karang” di depan Sidang BP KNIP pada bulan September 1948 yang diwujudkan dalam sikap berikut ini, kecuali ....
A. menolak masuk dalam salah satu Blok negara- negara superpower
B. menentang pembangunan pangkalan militer asing di dalam negeri
C. menolak terlibat dalam pakta pertahanan negara-negara besar
D. berusaha aktif terlibat dalam setiap upaya meredakan ketegangan di dunia internasional
E. memihak salah satu Blok yang menguntungkan bagi kepentingan politik Indonesia



5. Pelaksanaan politik luar negeri bebas aktif berdasar atas hukum dasar, yaitu Undang-Undang Dasar 1945 sebagai landasan konstitusional yang tidak lepas dari tujuan nasional bangsa Indonesia sebagaimana termaktub di dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 alinea ...
A. pertama
B. kedua
C. ketiga
D. keempat
E. pertama dan kedua



6. Tujuan atau Prioritas utama politik luar negeri dan diplomasi Indonesia pasca kemerdekaan hingga tahun 1950-an adalah ....
A. menentang segala macam bentuk penjajahan di atas dunia
B. memperoleh pengakuan internasional atas proses dekolonisasi yang belum selesai di Indonesia
C. menciptakan perdamaian dan ketertiban dunia melalui politik
bebas aktif
D. jawaban A dan B benar
E. jawaban A, B dan C benar



7. Implementasi Indonesia dalam membantu terwujudnya perdamaian dunia pada masa demokrasi parlementer tahun 1950 - 1959 adalah ....
A. pembentukan solidaritas bangsa-bangsa yang baru merdeka dalam forum Gerakan Non-Blok (GNB)
B. pembentukan ASEAN
C. kerjasama APEC
D. keikutsertaan dalam OPEC
E. keikutsertaan dalam konferensi G-20



8. Di bawah ini pernyataan yang benar tentang politik luar negeri Indonesia pada masa demokrasi terpimpin adalah ....
A. politik luar negeri Pada masa demokrasi terpimpin bersifat high profile, yang diwarnai sikap anti-imperialisme dan kolonialisme yang tegas dan cenderung bersifat konfrontatif
B. kebijakan politik luar negeri Indonesia pada masa demokrasi terpimpin didasarkan pada Manipol USDEK yang merupakan akronim dari Manifesto Politik UUD 1945, Sosialisme Indonesia, Demokrasi Terpimpin, Ekonomi Terpimpin, dan Kepribadian Indonesia
C. Penerapan politik bebas–aktif pada masa Demokrasi Terpimpin bersifat revolusioner dan radikal
D. jawaban A dan B benar
E. jawaban A, B dan C benar



9. Sifat politik bebas aktif Indonesia bersifat revolusioner dan ofensif pada masa demokrasi terpimpin. Hal ini dapat dilihat dalam berbagai kebijakan pemerintah Indonesia dalam konflik Internasional diantaranya sebagai berikut ini, kecuali ....
A. perjuangan kedaulatan RI secara utuh dalam pengembalian Irian Barat
B. gagasan politik New Emerging Forces (NEFOS)
C. konfrontasi Indonesia dan Malaysia
D. pembentukann poros Jakarta - Peking
E. keluarnya Indonesia dari PBB



10. Konfrontasi Indonesia - Malaysia pada masa demokrasi terpimpin disebabkan oleh ....
A. pembentukan negara federasi Malaysia yang dianggap oleh Indonesia sebagai produk Nekolim (Neokolonialisme dan imperialisme)
B. penetapan Malaysia sebagai anggota tidak tetap dewan keamanan PBB
C. keberpihakan Malaysia pada Blok Barat
D. persoalan batas wilayah
E. permasalahan bantuan militer dan logistik untuk Malaysia dari blok barat



11. Pembentukan poros Jakarta – Peking yang membuat Indonesia semakin dekat dengan negaranegara sosialis dan komunis seperti China. Hal ini dilatarbelakangi ....
A. konfrontasi dengan Malaysia menyebabkan Indonesia membutuhkan bantuan militer dan logistik, salah satunya dari poros kekuatan yang berbeda dengan Malaysia yaitu China
B. Indonesia perlu mencari negara yang mau membantunya dalam masalah dana dengan persyaratan yang mudah, yakni negara China dan Uni Soviet
C. pencarian bantuan untuk peroyek - proyek politik Mercusuar seperti GANEFO dan CONEFO
D. jawaban A dan B benar
E. jawaban A, B dan C benar



12. Berikut ini yang merupakan penyebab Indonesia keluar dari PBB adalah ....
A. anggapan Presiden Soekarno bahwa PBB berpihak pada blok barat dengan ditetapkannya Malaysia sebagai Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan PBB
B. PBB dianggap sudah tidak bisa menjembatani permasalahan Indonesia dan Belanda
C. PBB bersikap tidak netral dalam perang dingin
D. PBB banyak membantu Imperaliasme dan neo-kolonialisme Amerika dan sekutunya
E. PBB tidak dapat menyelesaikan permasalahan Irian Barat



13. Berikut ini yang bukan merupakan salah satu dampak yang terjadi sebagai akibat keluarnya Indonesia dari PBB adalah ....
A. Indonesia kehilangan media untuk memperjuangkan kepentingan nasional di dunia internasional
B. terhambatnya pembangunan dan modernisasi Indonesia karena menjauhnya Indonesia dari pergaulan
C. terkucilnya Indonesia dalam hubungan internasional
D. stabilitas keamanan dalam negeri yang tidak terjamin baik 
internasional
E. kesulitan dalam mendapatkan dukungan internasional dalam menyelesaikana permasalahan dengan negara lain



14. Pada masa pemerintahan Soeharto, Indonesia lebih memfokuskan pada pembangunan sektor ....
A. industri
B. teknologi dan komunikasi
C. ekonomi
D. pendidikan
E. pertahanan



15. Tujuan utama politik luar negeri Soeharto pada awal penerapan New Order (tatanan baru) adalah ....
A. memobilisasi sumber dana internasional demi membantu rehabilitasi ekonomi negara dan pembangunan
B. menjamin lingkungan regional yang aman yang memudahkan Indonesia untuk berkonsentrasi pada agenda domestiknya
C. menguatkan sistem pertahanan dan keamanan dalam mewujudkan sikap anti imperialisme daan kolonialisme
D. jawaban A dan B benar
E. jawaban A, B dan C benar



16. Politik luar negeri Indonesia akan ditujukan pada perluasan kerja sama ekonomi dan keuangan antara Indonesia dengan dunia luar, baik Timur maupun Barat, selama kerja sama itu
menguntungkan bagi kepentingan Indonesia. Salah satu wujud langkah nyata yang dilakukan adalah  ....
A. pemulihan hubungan baik dengan Malaysia dan Singapura yang sempat terganggu 
B. aktif kembali dalam forum Perserikatan BangsaBangsa (PBB)
C. pembentukan ASEAN bersama negara- negara Malaysia, Singapura, Thailand dan Filipina
D. jawaban A dan B benar
E. jawaban A, B dan C benar 



17. Konfrontasi Indonesia - Malayisa berakhir dengan ditrandatangani perjanjian Bangkok yang mengakui Malaysia sebagai suatu negara pada tanggal ....
A. 10 Agustus 1966 
B. 11 Agustus 1966
C. 12 Agustus 1966
D. 13 Agustus 1966
E. 14 Agustus 1966


 
18. Indonesia pada awalnya tidak setuju dengan kerjasama Ekonomi Asia Pasifik (APEC). Hal ini dikarenakan ....
A. kekhawatiran pada ketidakmampuan Indonesia menghadapi liberalisasi perdagangan
B. kehadiran APEC dapat mengikis kerja sama antara negara-negara ASEAN
C. kecenderungan APEC memihak salah satu blok pada perang dingin
D. jawaban A dan B benar
E. jawaban B dan C benar



19. Keterlibatan Indonesia dalam membentuk kondisi perekonomian global yang stabil dan kondusif membuat Indonesia masuk dalam berbagai organisasi dunia seperti organisasi negara produsen atau penghasil minyak dalam ....
A. APEC
B. OPEC
C. G-20
D. ASEAN
E. Non- Blok



20. Pada masa kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Indonesia  berhasil mengubah citra Indonesia dan menarik banyak investasi asing dengan menjalin berbagai kerja sama dengan banyak negara pada masa pemerintahannya. Hal ini dilatarbelakangi oleh ciri politik luar negeri dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, antara lain sebagai berikut ini, kecuali ....
A. Terbentuknya kemitraan-kemitraan strategis dengan negara-negara lain seperti Jepang, China, India, dan sebagainya
B. Terdapat kemampuan beradaptasi Indonesia terhadap perubahanperubahan domestik dan perubahan-perubahan yang terjadi di luar negeri (internasional)
C. Bersifat pragmatis kreatif dan oportunis, artinya Indonesia mencoba menjalin hubungan dengan siapa saja (baik negara, organisasi internasional, ataupun perusahaan multinasional) yang bersedia membantu Indonesia dan menguntungkan pihak Indonesia.
D. Konsep TRUST, yaitu membangun kepercayaan terhadap dunia internasional
E. bersifat represif di dalam negeri dan akomodatif di luar negeri


No comments:

Post a Comment