Rangkuman Materi Teks Laporan Hasil Pengamatan Plus Latihan Soal: Bahasa Indonesia Kelas 6 SD/MI Semester 1 Kurikulum Merdeka - Ahzaa.Net

Rangkuman Materi Teks Laporan Hasil Pengamatan Plus Latihan Soal: Bahasa Indonesia Kelas 6 SD/MI Semester 1 Kurikulum Merdeka

Rangkuman Materi Teks Laporan Hasil Pengamatan Plus Latihan Soal: Bahasa Indonesia Kelas 6 SD/MI Semester 1 Kurikulum Merdeka

Hai sahabat AhzaaNet, berjumpa lagi yaa di laman pembelajaran kami ini. Pada post ini, akan kita pelajari tentang Teks Laporan Hasil Pengamatan. Materi Teks Laporan hasil Pengamatan merupakan salah satu topik penting yang dibahas pada mapel Bahasa Indonesia kelas 6 SD/MI semester 1 (Ganjil) Kurikulum Merdeka. 

Teks Laporan Hasil Pengamatan Bahasa Indonesia Kelas 6
Teks Laporan Hasil Pengamatan Bahasa Indonesia Kelas 6


Teman- teman, teks laporan hasil pengamatan dibuat ketika kita mengunjungi suatu tempat atau objek sebagai penelitian yang memuat berbagai informasi di dalamnya. 

Nah, selengkapnya tentang teks hasil pengamatan dapat teman- teman pelajari melalui rangkuman materi berikut ini. Rangkuman materi juga sudah dilengkapi dengan latihan soal untuk memudahkan belajar kalian. 

Baca Juga Materi Terkait







Berikut rangkuman materi tentang teks laporan hasil pengamatan beserta contoh dan soalnya. selamat belajar... 

A. Pengertian Teks Laporan Hasil Pengamatan

Teks laporan hasil pengamatan adalah teks yang berisi uraian atau paparan tentang sesuatu yang telah diamati secara langsung oleh pengamat. Pengamatan dilakukan dengan cara melihat, mencatat, dan menganalisis objek, peristiwa, atau kegiatan yang menjadi bahan pengamatan secara cermat dan sistematis.

Teks laporan hasil pengamatan bersifat faktual, artinya seluruh informasi yang ditulis harus berdasarkan kenyataan yang benar-benar dilihat, didengar, atau dirasakan oleh pengamat selama kegiatan pengamatan berlangsung. Teks ini tidak boleh mengandung informasi yang bersifat rekaan atau imajinasi.

Teks laporan hasil pengamatan berbeda dengan laporan perjalanan. Laporan pengamatan lebih menekankan pada deskripsi objek yang diamati secara rinci dan mendalam, sedangkan laporan perjalanan lebih menceritakan urutan kegiatan selama bepergian ke suatu tempat.

B. Tujuan Teks Laporan Hasil Pengamatan

Teks laporan hasil pengamatan ditulis dengan beberapa tujuan utama yang saling berkaitan satu sama lain.

  1. Menyampaikan informasi yang akurat dan faktual kepada pembaca tentang objek atau peristiwa yang telah diamati.
  2. Mendokumentasikan hasil pengamatan secara tertulis agar dapat dijadikan sumber informasi atau referensi di kemudian hari.
  3. Melatih kemampuan berpikir kritis, mengamati secara teliti, dan mengomunikasikan temuan secara sistematis.
  4. Memenuhi tugas sekolah atau keperluan resmi yang membutuhkan data hasil pengamatan langsung di lapangan.
  5. Memberikan gambaran nyata kepada orang lain tentang kondisi, keadaan, atau karakteristik suatu objek yang diamati.


C. Ciri-Ciri Teks Laporan Hasil Pengamatan

  1. Ditulis berdasarkan hasil pengamatan langsung yang benar-benar dilakukan oleh pengamat.
  2. Bersifat objektif dan faktual, tidak mengandung pendapat atau perasaan pribadi yang berlebihan.
  3. Menggunakan bahasa yang baku, jelas, dan komunikatif.
  4. Disusun secara sistematis mengikuti format atau struktur yang telah ditentukan.
  5. Memuat data, fakta, dan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
  6. Menggunakan kata kerja aktif untuk mendeskripsikan kegiatan pengamatan yang dilakukan.


D. Format (Struktur) Teks Laporan Hasil Pengamatan

Teks laporan hasil pengamatan umumnya disusun mengikuti format atau struktur baku sebagai berikut.

  • Judul Laporan: Sesuai dengan objek atau kegiatan yang diamati
  • Pendahuluan: Berisi latar belakang, tujuan pengamatan, waktu, tempat, dan nama pengamat
  • Hasil Pengamatan: Berisi deskripsi atau uraian tentang objek yang diamati secara rinci dan sistematis
  • Pembahasan: Berisi analisis, penjelasan, atau ulasan lebih mendalam tentang hasil pengamatan
  • Simpulan: Berisi rangkuman inti dari seluruh hasil pengamatan yang telah dilakukan
  • Saran (opsional): Berisi masukan atau rekomendasi berdasarkan hasil pengamatan


E. Contoh Teks Laporan Hasil Pengamatan 


Objek Wisata Lawang Sewu, Semarang


Judul Laporan: Laporan Hasil Pengamatan Objek Wisata Lawang Sewu Semarang
Tanggal Pengamatan: Sabtu, 15 Maret 2026
Tempat: Jl. Pemuda No.160, Sekayu, Kecamatan Semarang Tengah, Kota Semarang, Jawa Tengah
Nama Pengamat : Siswa-siswi Kelas VI SDN Merdeka Jaya Semarang

1. Pendahuluan

Lawang Sewu merupakan salah satu bangunan bersejarah paling terkenal di Kota Semarang, Jawa Tengah. Nama Lawang Sewu berasal dari Bahasa Jawa yang berarti "Seribu Pintu", merujuk pada banyaknya pintu dan jendela besar yang menghiasi bangunan tersebut. Meskipun sebenarnya jumlah pintunya tidak sampai seribu, bangunan ini memang memiliki sangat banyak pintu dan jendela berukuran besar sehingga masyarakat menyebutnya demikian.
Kegiatan pengamatan ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengenal lebih dekat sejarah dan keunikan arsitektur Lawang Sewu sebagai salah satu warisan budaya dan bangunan cagar budaya yang wajib dijaga kelestariannya. Selain itu, pengamatan ini juga bertujuan untuk melatih kemampuan siswa dalam mengamati, mencatat, dan melaporkan hasil pengamatan secara tertulis.

2. Hasil Pengamatan

a. Sejarah Singkat Lawang Sewu
Lawang Sewu dibangun oleh pemerintah kolonial Belanda pada tahun 1904 dan selesai dibangun pada tahun 1907. Bangunan ini awalnya difungsikan sebagai kantor pusat perusahaan kereta api milik Belanda yang bernama Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS). Selama masa penjajahan Jepang, gedung ini sempat beralih fungsi menjadi markas militer Jepang. Setelah Indonesia merdeka, bangunan ini digunakan oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI) sebelum akhirnya resmi dijadikan objek wisata sejarah dan cagar budaya yang dikelola dan dilestarikan hingga sekarang.

b. Kondisi Fisik Bangunan
Lawang Sewu berdiri di atas lahan seluas kurang lebih 18.232 meter persegi dan terdiri atas dua gedung utama yang saling terhubung. Bangunan ini bergaya arsitektur Art Nouveau Eropa yang khas, dengan ciri utama berupa pintu dan jendela berukuran besar yang berjumlah sangat banyak. Dinding bangunannya terbuat dari bata merah tebal yang masih kokoh hingga saat ini meskipun usianya sudah lebih dari seratus tahun.
Di dalam bangunan terdapat aula besar, koridor panjang, ruang-ruang perkantoran bersejarah, serta tangga spiral yang menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung. Pada bagian bawah gedung terdapat ruang bawah tanah yang dahulu digunakan sebagai tempat penyimpanan dokumen penting dan bahkan sebagai penjara pada masa pendudukan Jepang.

c. Fasilitas dan Daya Tarik Wisata
Saat ini Lawang Sewu telah dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung wisata yang memadai. Tersedia museum mini yang menyimpan berbagai koleksi foto-foto bersejarah, peta lama, dan dokumen-dokumen dari masa penjajahan. Pengunjung juga dapat menikmati tur berpemandu yang memberikan penjelasan mendalam tentang setiap sudut bangunan bersejarah ini.
Selain itu, terdapat area taman di sekitar bangunan yang tertata rapi dan asri, sehingga cocok untuk berfoto maupun sekadar bersantai. Fasilitas lain yang tersedia meliputi area parkir yang luas, toilet umum yang bersih, serta kedai makanan dan minuman yang beroperasi setiap hari.

d. Jumlah Pengunjung
Berdasarkan informasi yang diperoleh dari petugas pengelola, Lawang Sewu dikunjungi rata-rata 500 hingga 1.000 wisatawan setiap harinya pada hari-hari biasa. Jumlah pengunjung meningkat drastis pada akhir pekan dan hari libur nasional, di mana kunjungan bisa mencapai lebih dari 3.000 orang per hari. Pengunjung berasal dari berbagai kota di Indonesia, bahkan tidak sedikit wisatawan mancanegara yang datang khusus untuk menyaksikan keindahan arsitektur bersejarah bangunan ini.

3. Pembahasan

Lawang Sewu merupakan salah satu contoh nyata peninggalan arsitektur kolonial Belanda yang masih berdiri kokoh dan terawat dengan baik di Indonesia. Keunikan bangunannya yang memadukan gaya Eropa dengan nuansa tropis menjadikannya sebagai objek wisata sejarah sekaligus edukasi yang sangat berharga bagi generasi muda.
Pengelolaan Lawang Sewu sebagai objek wisata yang dijalankan oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI) dinilai cukup baik. Bangunan dijaga kebersihannya dengan baik, informasi sejarah disajikan secara lengkap, dan pemandu wisata memberikan penjelasan yang informatif dan menarik. Hal ini menjadikan Lawang Sewu tidak hanya sebagai destinasi wisata hiburan semata, tetapi juga sebagai sarana pembelajaran sejarah yang hidup dan nyata bagi masyarakat luas.

4. Simpulan

Berdasarkan hasil pengamatan yang telah dilakukan, dapat disimpulkan beberapa hal penting sebagai berikut.
  • Lawang Sewu adalah bangunan bersejarah peninggalan kolonial Belanda yang dibangun pada tahun 1904 hingga 1907 dan kini berfungsi sebagai objek wisata sejarah yang dikelola oleh PT KAI.
  • Bangunan ini memiliki keunikan arsitektur Art Nouveau Eropa dengan ratusan pintu dan jendela besar, ruang bawah tanah, serta berbagai ruangan bersejarah yang menarik untuk dijelajahi.
  • Lawang Sewu telah dilengkapi dengan fasilitas wisata yang memadai, termasuk museum, tur berpemandu, taman, area parkir, dan kedai makanan.
  • Lawang Sewu menjadi salah satu destinasi wisata sejarah dan edukasi yang penting di Kota Semarang dan dikunjungi ribuan wisatawan setiap harinya.

5. Saran

Berdasarkan hasil pengamatan, kami menyarankan agar pengelola terus meningkatkan kualitas informasi sejarah yang disajikan, khususnya dalam bahasa Indonesia yang mudah dipahami oleh siswa sekolah dasar. Selain itu, perlu ditambahkan lebih banyak papan informasi bilingual (Indonesia-Inggris) untuk memudahkan wisatawan mancanegara. Bagi masyarakat dan pengunjung, diharapkan untuk selalu menjaga kebersihan dan ketertiban selama berkunjung demi kelestarian bangunan bersejarah ini untuk generasi mendatang.

Nah, selanjutnya sebagai gambaran soal tentang teks laporan hasil pengamatan, kalian dapat menjawab latihan soal berikut ini. 

Soal Laporan Hasil Pengamatan Bahasa Indonesia Kelas 6 SD/MI Semester 1 Kurikulum Merdeka

Bacaan berikut untuk menjawab soal 1 sampai 5

Laporan Hasil Pengamatan Taman Kota Balekambang Solo
Pengamatan dilaksanakan pada hari Minggu, 9 Februari 2025, oleh siswa kelas VI SDN Bumi Putra Solo. Taman Kota Balekambang terletak di Jalan Balekambang, Kelurahan Manahan, Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta. Taman ini merupakan salah satu ruang terbuka hijau terbesar di Kota Solo dengan luas area mencapai 9,8 hektare.
Berdasarkan hasil pengamatan, Taman Balekambang memiliki berbagai fasilitas yang lengkap. Terdapat danau buatan yang dihiasi air mancur di tengahnya, panggung seni terbuka yang sering digunakan untuk pertunjukan budaya, jogging track sepanjang 1,2 kilometer, area bermain anak-anak, kebun binatang mini, serta area piknik yang luas dan teduh di bawah pohon-pohon rindang.
Taman ini buka setiap hari mulai pukul 06.00 hingga 18.00 WIB. Pada hari Minggu pagi, taman sangat ramai dikunjungi warga yang memanfaatkannya untuk berolahraga, bersantai bersama keluarga, atau sekadar menikmati udara segar. Pengelolaan taman dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup Kota Surakarta dan seluruh fasilitas dapat dinikmati oleh masyarakat umum secara gratis tanpa dipungut biaya masuk.
Kesimpulan pengamatan: Taman Kota Balekambang adalah ruang terbuka hijau yang penting bagi masyarakat Solo karena menyediakan area rekreasi, olahraga, dan pelestarian lingkungan hidup yang berkualitas di tengah-tengah kota.

1. Teks di atas termasuk jenis teks laporan hasil pengamatan. Alasan yang paling tepat adalah ....
A.  Teks tersebut menceritakan pengalaman perjalanan siswa ke Taman Balekambang
B.  Teks tersebut berisi uraian faktual tentang kondisi suatu objek berdasarkan pengamatan langsung
C.  Teks tersebut merupakan cerita fiksi yang menggambarkan keindahan taman kota
D.  Teks tersebut berisi pendapat dan opini siswa tentang fasilitas taman kota Solo


2. Letak Taman Kota Balekambang berdasarkan bacaan adalah ....
A.  Jalan Balekambang, Kelurahan Manahan, Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta
B.  Jalan Balekambang, Kelurahan Laweyan, Kecamatan Serengan, Kota Surakarta
C.  Jalan Manahan, Kelurahan Balekambang, Kecamatan Jebres, Kota Surakarta
D.  Jalan Pemuda, Kelurahan Banjarsari, Kecamatan Manahan, Kota Surakarta


3. Ide pokok paragraf kedua dalam teks bacaan tersebut adalah ....
A.  Taman Balekambang terletak di Kota Solo dan buka setiap hari
B.  Pengamatan dilaksanakan oleh siswa kelas VI SDN Bumi Putra Solo
C.  Taman Balekambang memiliki berbagai fasilitas yang lengkap untuk pengunjung
D.  Danau buatan dan panggung seni menjadi daya tarik utama Taman Balekambang


4. Berikut ini pernyataan yang tepat tentang Taman Balekambang adalah ....
A.  Taman Balekambang dikelola oleh PT Taman Wisata Solo dan dikenakan biaya masuk
B.  Taman Balekambang hanya buka pada hari Sabtu dan Minggu untuk umum
C.  Taman Balekambang dikelola Dinas Lingkungan Hidup Kota Surakarta dan gratis
D.  Taman Balekambang memiliki luas 8,9 hektare dengan jogging track 2 kilometer


5. Simpulan yang paling tepat berdasarkan isi teks bacaan di atas  adalah ....
A.  Taman Balekambang adalah tempat wisata berbayar yang hanya cocok untuk orang dewasa
B.  Taman Balekambang perlu segera diperbaiki agar fasilitasnya lebih lengkap dan modern
C.  Taman Balekambang adalah ruang terbuka hijau penting yang menyediakan area rekreasi, olahraga, dan pelestarian lingkungan bagi masyarakat Solo
D.  Taman Balekambang hanya ramai dikunjungi pada hari Minggu dan sepi pada hari biasa


Bacaan berikut untuk menjawab soal nomor  6 sampai 10

Laporan Hasil Pengamatan Proses Daur Ulang Sampah di SDN Harapan Bangsa
Kegiatan pengamatan dilaksanakan pada Rabu, 19 Maret 2025, di lingkungan SDN Harapan Bangsa, Kota Semarang. Pengamatan ini bertujuan untuk mengetahui proses daur ulang sampah yang telah dilaksanakan oleh sekolah sebagai bagian dari program Adiwiyata atau Sekolah Peduli dan Berbudaya Lingkungan.
Hasil pengamatan menunjukkan bahwa SDN Harapan Bangsa telah memiliki dua jenis tempat sampah yang berbeda warna di setiap sudut sekolah. Tempat sampah berwarna hijau digunakan untuk menampung sampah organik seperti sisa makanan dan daun-daunan, sedangkan tempat sampah berwarna kuning digunakan untuk sampah anorganik seperti plastik, kertas bekas, dan kaleng minuman.
Sampah organik yang terkumpul diolah menjadi kompos oleh tim kebun sekolah yang terdiri dari sepuluh orang siswa kelas V dan VI yang bertugas secara bergantian setiap minggu. Sampah anorganik dikumpulkan dan dijual ke bank sampah terdekat setiap dua minggu sekali. Hasil penjualan sampah tersebut dimasukkan ke dalam kas sekolah untuk membiayai kegiatan lingkungan hidup di sekolah.
Berdasarkan pengamatan, program daur ulang sampah di SDN Harapan Bangsa berjalan dengan baik dan konsisten. Program ini tidak hanya menjaga kebersihan lingkungan sekolah, tetapi juga berhasil menanamkan nilai kepedulian terhadap lingkungan kepada seluruh warga sekolah sejak dini.

6. Berdasarkan bacaan, pengamatan dilakukan oleh ....
A.  Guru-guru SDN Harapan Bangsa bersama Dinas Lingkungan Hidup Kota Semarang
B.  Siswa kelas VI SDN Harapan Bangsa pada hari Rabu, 19 Maret 2025
C.  Tim kebun sekolah yang terdiri dari sepuluh orang siswa kelas V dan VI
D.  Tidak disebutkan secara jelas siapa pengamat dalam teks tersebut


7. Fungsi tempat sampah berwarna hijau di SDN Harapan Bangsa adalah ....
A.  Untuk menampung sampah anorganik seperti plastik, kertas bekas, dan kaleng minuman
B.  Untuk menampung sampah organik seperti sisa makanan dan daun-daunan
C.  Untuk menampung semua jenis sampah dari seluruh ruangan kelas dan kantor
D.  Untuk menyimpan pupuk kompos yang dihasilkan dari pengolahan sampah dapur


8. Hal yang dilakukan sekolah dengan sampah anorganik yang terkumpul adalah ....
A.  Dibakar setiap minggu di belakang sekolah untuk mengurangi volume sampah
B.  Dikirim ke tempat pembuangan akhir (TPA) oleh petugas kebersihan kota
C.  Dikumpulkan dan dijual ke bank sampah terdekat setiap dua minggu sekali
D.  Didaur ulang menjadi kerajinan tangan oleh siswa sebagai tugas prakarya


9. Ide pokok paragraf ketiga adalah ....
A.  SDN Harapan Bangsa memiliki dua jenis tempat sampah berbeda warna
B.  Sampah organik diolah menjadi kompos dan sampah anorganik dijual ke bank sampah
C.  Tim kebun sekolah terdiri dari sepuluh orang siswa yang bertugas bergantian
D.  Hasil penjualan sampah digunakan untuk membiayai kegiatan lingkungan sekolah


10. Manfaat program daur ulang sampah di SDN Harapan Bangsa berdasarkan teks adalah ....
A.  Menambah penghasilan pribadi guru dan kepala sekolah dari hasil penjualan sampah
B.  Menjaga kebersihan lingkungan sekolah dan menanamkan nilai peduli lingkungan kepada warga sekolah
C.  Mengurangi jam pelajaran siswa karena banyak waktu digunakan untuk memilah sampah
D.  Mendapatkan bantuan dana dari pemerintah sebagai sekolah percontohan daur ulang


Bacaan berikut untuk menjawab soal nomor 11 sampai 15

Laporan Hasil Pengamatan Pertumbuhan Tanaman Kacang Hijau
Pengamatan pertumbuhan tanaman kacang hijau dilaksanakan oleh kelompok 3 siswa kelas VI SDN Cendekia Utama selama dua minggu, mulai tanggal 3 hingga 17 Februari 2025. Tujuan pengamatan adalah untuk mengetahui proses pertumbuhan tanaman kacang hijau mulai dari biji hingga menjadi tanaman yang memiliki daun sejati. Pengamatan dilakukan di dalam kelas dengan menggunakan media tanam berupa tanah, gelas plastik bekas, dan biji kacang hijau.
Pada hari pertama (3 Februari), biji kacang hijau ditanam di dalam gelas plastik berisi tanah lembab. Pada hari ketiga (5 Februari), mulai terlihat akar kecil yang tumbuh menembus tanah. Pada hari kelima (7 Februari), batang pertama atau kecambah mulai muncul ke permukaan tanah dengan warna putih kehijauan. Pada hari ketujuh (9 Februari), batang semakin memanjang dan daun pertama mulai terbuka berwarna hijau muda.
Pada hari kesepuluh (12 Februari), tanaman telah memiliki dua helai daun sejati yang berwarna hijau tua dan batang yang semakin kokoh. Pada hari keempat belas (17 Februari), tanaman kacang hijau telah tumbuh setinggi rata-rata 12 centimeter dengan empat helai daun yang berkembang sempurna. Selama pengamatan, tanaman disiram setiap hari sebanyak dua kali, yaitu pagi dan sore hari.
Dari hasil pengamatan selama dua minggu tersebut dapat disimpulkan bahwa tanaman kacang hijau tumbuh dengan cepat dan membutuhkan air yang cukup serta sinar matahari untuk dapat berkembang dengan baik. Proses pertumbuhannya berlangsung secara bertahap dan dapat diamati dengan jelas mulai dari munculnya akar, batang, hingga daun sejati.

11. Tujuan pengamatan yang dilaksanakan dalam teks adalah ....
A.  Untuk mengetahui cara memasak kacang hijau menjadi makanan yang bergizi
B.  Untuk mengetahui proses pertumbuhan tanaman kacang hijau dari biji hingga berdaun
C.  Untuk membandingkan pertumbuhan kacang hijau dengan jenis tanaman lainnya
D.  Untuk mengetahui manfaat kacang hijau bagi kesehatan tubuh manusia


12. Berdasarkan teks kecambah pertama muncul ke permukaan tanah pada ....
A.  Hari pertama, tanggal 3 Februari 2025
B.  Hari ketiga, tanggal 5 Februari 2025
C.  Hari kelima, tanggal 7 Februari 2025
D.  Hari ketujuh, tanggal 9 Februari 2025


13. Tinggi rata-rata tanaman kacang hijau setelah empat belas hari pengamatan adalah ....
A.  8 centimeter dengan dua helai daun
B.  10 centimeter dengan tiga helai daun
C.  12 centimeter dengan empat helai daun
D.  15 centimeter dengan lima helai daun


14. Ide pokok paragraf kedua dalam teks adalah ....
A.  Tanaman kacang hijau membutuhkan air dan sinar matahari untuk tumbuh
B.  Pengamatan dilaksanakan selama dua minggu mulai 3 hingga 17 Februari 2025
C.  Perkembangan pertumbuhan tanaman kacang hijau dari hari pertama hingga ketujuh
D.  Pada hari ketiga, akar kacang hijau mulai tumbuh menembus tanah


15. Simpulan yang paling tepat berdasarkan isi teks adalah ....
A.  Tanaman kacang hijau hanya bisa tumbuh jika ditanam di dalam gelas plastik bekas
B.  Pengamatan tanaman kacang hijau sebaiknya dilakukan selama satu bulan penuh
C.  Tanaman kacang hijau tumbuh cepat secara bertahap dan memerlukan air serta sinar matahari yang cukup
D.  Daun kacang hijau berwarna hijau muda sejak hari pertama tanaman mulai tumbuh


Demikian Rangkuman Materi Teks Laporan Hasil Pengamatan Plus Latihan Soal: Bahasa Indonesia Kelas 6 SD/MI Semester 1 Kurikulum Merdeka. Semoga ringkasan materi dan latihan soal di atas dapat membantu teman- teman dalam belajar khususnya pada materi teks laporan hasil pengamatan. 

Semoga Bermanfaat 

Salam. 

Terima kasih sudah berkunjung dan belajar bersama kami. Silahkan tinggalkan komentar dengan nama dan url lengkap. Penyisipan link dalam kolom komentar tidak diperkenankan yaa...
Sekali lagi, terima kasih...
EmoticonEmoticon

Formulir Kontak