Modul Ajar (MA) Pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) Biologi SMA, Contoh dapat Dilihat dan Diunduh Disini!
Pembelajaran mendalam (deep learning) adalah pendekatan pembelajaran yang
menekankan pada pemahaman konsep secara komprehensif, kemampuan berpikir
kritis, analisis, dan penerapan ilmu dalam kehidupan nyata. Dalam Biologi,
deep learning membantu siswa tidak sekadar menghafal istilah dan konsep,
tetapi mengaitkan pengetahuan biologi dengan fenomena alam, lingkungan,
kesehatan, dan teknologi.
Pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning) pada mapel biologi SMA
dipandang penting karena melalui pendekatan ini, siswa dapat mengaitkan teori
dengan kehidupan nyata, mengembangkan keterampilan ilmiah, mengasah critical
thinking, dan mendorong inovasi teknologi.
Beberapa strategi yang dapat diterapkan dalam pendekatan pembelajaran mendalam
(deep learning) biologi SMA diantaranya :
- Inquiry Based Learning → siswa diajak merumuskan pertanyaan, melakukan eksperimen, lalu menemukan jawaban.
- Problem Based Learning (PBL) → belajar melalui studi kasus, misalnya pencemaran lingkungan.
- Project Based Learning (PjBL) → membuat proyek nyata, misalnya budidaya tanaman hidroponik.
- Contextual Learning → menghubungkan konsep biologi dengan fenomena sehari-hari.
Berdasarkan uraian di atas, teman- teman guru yang mengampu mapel biologi
perlu menyusun modul ajar yang sesuai dengan penerapan pembelajaran mendalam.
Sebagai contoh, saya tampilkan Modul Ajar (MA) Pendekatan Pembelajaran
Mendalam (Deep Learning) Biologi SMA kelas 10 bab I yang memuat beberapa aspek
termasuk profil lulusan.
MODUL AJAR DEEP LEARNING
MATA PELAJARAN : IPA (BIOLOGI)
BAB 1 : PENGANTAR BIOLOGI
A. IDENTITAS MODUL
- Nama Sekolah :
- Nama Penyusun :
- Mata Pelajaran : IPA (Biologi)
- Kelas / Fase /Semester : X/ E / Ganjil
- Alokasi Waktu : 2 Pertemuan (2 x 45 menit per pertemuan)
- Tahun Pelajaran : 2025 / 2026
B. IDENTIFIKASI KESIAPAN PESERTA DIDIK
- Pengetahuan Awal: Peserta didik umumnya memiliki pemahaman dasar tentang makhluk hidup, ciri-cirinya, dan beberapa konsep sederhana seperti fotosintesis, rantai makanan, atau bagian tubuh manusia/hewan dari pelajaran IPA di SMP. Mereka mungkin sudah mengenal beberapa cabang ilmu biologi secara umum (misalnya, botani, zoologi).
- Minat: Minat peserta didik bisa bervariasi. Beberapa mungkin sangat tertarik pada alam, hewan peliharaan, tumbuhan, atau bahkan tubuh manusia. Ada juga yang lebih menyukai eksperimen, observasi, atau belajar melalui visualisasi (video, gambar 3D). Beberapa mungkin merasa biologi hanya hafalan istilah dan kurang menarik.
- Latar Belakang: Peserta didik memiliki latar belakang yang beragam, mempengaruhi pengalaman mereka dengan makhluk hidup. Peserta didik yang tinggal di daerah pedesaan mungkin lebih akrab dengan keanekaragaman hayati lokal, sementara yang di perkotaan mungkin lebih akrab dengan teknologi atau isu kesehatan.
Kebutuhan Belajar:
- Visual: Membutuhkan ilustrasi sel, diagram organisasi kehidupan, video mikroskopis, atau virtual tour ekosistem.
- Auditori: Membutuhkan penjelasan yang detail, diskusi tentang isu-isu biologi, atau podcast sains.
- Kinestetik: Membutuhkan praktikum sederhana (misalnya, mengamati preparat), field trip mini di lingkungan sekolah, atau membuat model.
- Diferensiasi: Beberapa peserta didik mungkin memerlukan bantuan lebih dalam memahami terminologi ilmiah yang kompleks, sementara yang lain membutuhkan proyek yang lebih menantang untuk mengeksplorasi isu biologi kontemporer.
C. KARAKTERISTIK MATERI PELAJARAN
- Jenis Pengetahuan: Materi ini mencakup pengetahuan konseptual (pengertian biologi, objek kajian, tingkatan organisasi kehidupan, cabang-cabang biologi, metode ilmiah), pengetahuan faktual (contoh fenomena biologis, nama-nama cabang biologi), dan pengetahuan prosedural (langkah-langkah metode ilmiah, cara melakukan observasi sederhana).
- Relevansi dengan Kehidupan Nyata: Materi Pengantar Biologi sangat relevan karena biologi adalah ilmu yang mempelajari kehidupan dan segala aspeknya, mulai dari tingkat molekuler hingga ekosistem global. Pemahaman biologi penting untuk kesehatan pribadi, pengelolaan lingkungan, inovasi teknologi (bioteknologi), pemahaman tentang pangan, dan apresiasi terhadap keanekaragaman hayati.
- Tingkat Kesulitan: Tingkat kesulitan materi cenderung mudah hingga moderat. Konsep dasar cukup mudah diterima, namun mengenali tingkatan organisasi kehidupan secara berurutan dan memahami langkah-langkah metode ilmiah memerlukan pemikiran yang terstruktur dan latihan.
- Struktur Materi: Materi tersusun secara hierarkis, dimulai dari pengertian Biologi, kemudian objek kajian, tingkatan organisasi kehidupan, dilanjutkan dengan cabang-cabang Biologi dan diakhiri dengan metode ilmiah. Ini memberikan fondasi yang komprehensif untuk pembelajaran Biologi selanjutnya.
Integrasi Nilai dan Karakter:
- Beriman, Bertakwa kepada Tuhan YME, dan Berakhlak Mulia: Menyadari kebesaran Tuhan melalui kompleksitas dan keteraturan makhluk hidup dan alam semesta.
- Bernalar Kritis: Menganalisis fenomena biologis secara logis, menyusun hipotesis, dan menarik kesimpulan berdasarkan bukti.
- Kreatif: Mengembangkan ide-ide untuk pemecahan masalah biologis atau menyajikan data dengan cara inovatif.
- Gotong Royong/Kolaborasi: Bekerja sama dalam praktikum atau proyek penelitian.
- Kemandirian: Bertanggung jawab dalam proses penyelidikan ilmiah.
- Komunikasi: Mengemukakan hasil observasi atau eksperimen dengan jelas.
D DIMENSI PROFIL LULUSAN
- Berdasarkan tujuan pembelajaran dan karakteristik materi, dimensi profil lulusan yang akan dicapai adalah:
- Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan YME: Peserta didik mampu mengagumi keteraturan dan kompleksitas ciptaan Tuhan pada tingkat seluler sebagai dasar kehidupan.
- Penalaran Kritis: Peserta didik mampu menganalisis hubungan antara struktur dan fungsi organel sel, serta memecahkan masalah sederhana terkait gangguan pada sel.
- Kolaborasi: Peserta didik mampu bekerja sama dalam kelompok untuk melakukan pengamatan, diskusi, dan menyusun proyek.
- Kemandirian: Peserta didik mampu mencari informasi dan memahami konsep sel secara mandiri, serta bertanggung jawab terhadap tugas yang diberikan.
Lebih lengkap modul ajar mapel Biologi kelas 10 SMA bab pertama di atas, dapat teman- teman lihat pada paket modul ajar pembelajaran mendalam (deep learning) Biologi SMA berikut ini.
pada paket tersebut juga sudah dilampirkan juga modul ajar lengkap deep learning Biologi SMA kelas 10, 11 dan 12 semua bab. Silahkan unduh dokumennya di bawah,
Semoga Bermanfaat
Salam.