9/14/2022

Latihan Soal Sumatif Penilaian Harian Dasar- Dasar Otomotif kelas 10 SMK Kurikulum Merdeka Semester 1 Bab 2 Perkembangan Teknologi Otomotif (Part III)

Hai sahabat Ahzaa, selamat datang di AhzaaNet. Tulisan ini masih akan saya lanjutkan dalam latihan soal untuk jenjang SMK yaitu Dasar- Dasar Otomotif  Kelas 10 SMK Semester 1 Kurikulum Merdeka Perkembangan Teknologi Otomotif. Pada post sebelumnya sudah saya publish untuk bagian pertama dan bagian kedua yang terdiri dari materi 

A. SEJARAH UMUM TEKNOLOGI OTOMOTIF 
B. TEKNOLOGI OTOMOTIF KONVENSIONAL

Nah, kita lanjutkan ke sub materi berikutnya yaitu sub bab C yaitu Teknologi Otomotif dalam Penerapan Elektronik

Photo by Stefan Rodriguez on Unsplash

Buat teman- teman yang belum berlatih untuk soal bagian pertama dan kedua,  bisa berlatih pada post sebelumnya. 



Teman- teman, latihan soal berikut khusus untuk kalian yang ambil Program keahlian Otomotif SMK,  dan semoga melalui latihan soal soal berikut ini dapat membantu dalam belajar kalian. Materi soal disarikan dari buku paket Dasar- Dasar Otomotif  Kelas 10 SMK Semester 1 Kurikulum Merdeka. Latihan soal untuk part III ini terdiri atas 4 soal Uraian lengkap dengan pembahasannya. Untuk memudahkan dalam belajar, kunci jawaban saya buat dalam bentuk spoiler (buka tutup) agar teman- teman dapat belajar mandiri. 

Langsung saja yaa, berikut latihan soalnya,
======================================================================================

Latihan Soal Sumatif Penilaian Harian Dasar- Dasar Otomotif kelas 10 SMK Kurikulum Merdeka Semester 1 Bab 2 Perkembangan Teknologi Otomotif (Part III)

C. TEKNOLOGI OTOMOTIF DALAM PENERAPAN ELEKTRONIK 

1. Jelaskan perbedaan sistem bahan bensin konvensional dengan sistem bahan bakar elektrik!
a. Arus listrik
- Sistem elektrik memerlukan arus listrik karena terdapat komponen elektrikal (sensor, ECU dan aktuator) yang tidak dapat bekerja tanpa arus listrik
- Sistem konvensional menggunakan sistem kerja mekanis

b. Sensor
- Sistem elektrik memiliki sensor yang menjadi pendeteksi kondisi pada komponen mesin, dalam hal ini dijadikan parameter untuk menentukan kadar bensin yang dikeluarkan
- Sistem konvensional (karburator) bekerja secara mekanis

c. Suplai bahan bakar
- Pada sistem elektrik, bahan bakar lebih ideal karena adanya sensor yang mengirimkan data secara akurat untuk dihitung dalam menentukan timing pembukaan injektor beserta lamanya injektor membuka untuk menentukan volume bensin yang pas
- Sistem konvensional (karburator), bahan bakar mengandalkan parameter kecepatan aliran udara pada venturi

d. Pemakaian bahan bakar
- Pemakaian bahan bakar pada sistem elektrik lebih irit
- Pemakaian bahan bakar pada sistem konvensional lebioh boros

e. Perawatan
- Perawatan sistem elektrik lebih rumit dan memerlukan alat khusus untuk menyetting
- Perawatan pada sistem konvensional lebih mudah dan sederhana bahkan tanpa memerlukan alat khusus

2. Jelaskan tentang sistem rem konvensional dan sistem rem ABS!
a. Sistem rem konvensional
- Rem konvensional merupakan sebuah sistem yang selalu berjalan berdasarkan pergerakan refleks dari si pengemudi. 
- Rem konvensional paling sering dijumpai pada berbagai jenis kendaraan. 
- Contoh rem konvensional terdapat pada rem jenis tromol. Komponen utama adalah tromol, kampas rem, dan sebuah cam.
- Sistem kerja rem tromol adalah saat pedal rem diinjak maka cam akan mendorong kampas rem ke arah luar, lalu sisi luar kampas rem akan menekan tromol sehingga terjadi friksi untuk menghentikan laju kendaraan. Kemudian ketika pedal rem dilepas, kampas rem akan ditarik lagi ke arah dalam oleh per untuk kembali ke posisi semula. 

b. Sistem ABS
- Rem ABS (anti lock braking system) merupakan inovasi sistem pengereman pada kendaraan untuk menjaga keselamatan pengendara dengan mekanismenya dapat menghindari terjadinya penguncian roda ketika dilakukan penghentian laju secara mendadak. 
- Kendaraan atau mobil yang menggunakan sistem rem ABS  tidak akan mengalami penguncian roda saat dilakukan pengereman secara mendadak. 
- Ada empat komponen penting yang bekerja dalam sistem pengereman ABS, yaitu sensor kecepatan, katup pengereman, pompa, dan kontroler. sensor, mengambil peran penting dalam membaca kecepatan putaran roda mobil saat berkendara.Katup pengereman memainkan fungsi dalam penyaluran minyak rem. Pompa rem berperan dalam mengembalikan tekanan yang dilepas katup rem. kontroler sebagai pengendali katup pengereman serta pengolah data dari sensor kecepatan. 
- Sistem kerja rem ABS adalah saat tuas rem ditarik secara mendadak. Sensor sistem akan mendeteksi roda yang terkunci. Deteksi sensor tersebut akan membuat piston rem secara otomatis melepaskan tekanan ke titik normal. Namun, saat roda berputar tekanan piston akan dikeraskan kembali. Proses dari titik normal menuju pengerasan piston ini akan berlangsung dengan cepat. Kondisi tersebutlah yang berperan dalam membuat mobil mudah dikendalikan.

3. Jelaskan perbedaan antara sistem kemudi konvensional dengan sistem kemudi EPS!
a. Sistem kemudi konvensional atau Manual Steering merupakan sistem kemudi yang berjalan melalui tenaga yang dikeluarkan oleh pengendara/pengemudi melalui transmisi sistem kemudi tersebut.
- Sistem kemudi konvensional banyak ditemukan pada mobil- mobil generasi awal (zaman dulu)
- Sistem kerja dari sistem kemudi konvensional mengandalkan mekanisme persambungan roda gigi. Ketika roda kemudi atau ster digerakkan  atau diputar, batang kemudi (steering shaft) akan meneruskan putaran tersebut ke steering gear. Putaran pada steering gear akan diteruskan ke steering linkage. Energi yang diberikan oleh pengemudi akan diperbesar terlebih dahulu di dalam steering gear ini. Sehingga, tenaga awal mampu menggerakkan roda-roda depan mobil.

b. EPS (Electric Power Steering) atau power steering elektrik merupakan salah satu jenis power steering yang banyak dipakai mobil modern. 
- EPS mengandalkan motor listrik untuk meringankan beban pada tangan pengemudi saat memutar setir.
- Jenis EPS memiliki kelebihan dalam perawatan dibandingkan sistem konvensional karena EPS didesain tidak mudah rusak karena sudah tidak menggunakan komponen-komponen seperti pada sistem hidraulik power steering (HPS)
- EPS memungkinkan putaran kemudi menjadi lebih responsif dan konsumsi bahan bakar menjadi irit.
- Sistem kerja EPS adalah Pada saat pengemudi memutar roda kemudi, sebuah sensor torsi kemudi mendapat sinyal posisi dan kecepatan rotasi dari roda kemudi. Sinyal dari sensor torsi kemudi tersebut dikirimkan ke EPS ECU (Electronic Control Unit), bersama dengan sinyal lainnya dari ECM (Electronic Control Module) seperti kecepatan kendaraan dan kecepatan mesin. EPS ECU memerintah motor listrik untuk memberikan kemampuan daya putar tambahan pada steering rack dalam jumlah tertentu yang diperlukan. Daya putar tambahan tersebut disalurkan ke roda-roda sehingga roda kemudi menjadi lebih responsif.

4. Jelaskan sistem suspensi konvensional dengan sistem suspensi elektronik
a. Suspensi konvensional
- Sistem suspensi konvensional tidak dapat diatur dengan komputer seperti elektronik. Sistem ini biasanya terdiri dari pegas dan peredam.
- Perawatan suspensi konvensional sangat mudah, harga murah.
b. Suspensi elektronik
- Sistem suspensi elektronik menggunakan kendali elektronis yang bisa secara otomatis mengatur kekerasan suspensi.
- Suspensi elektronik memungkinkan kenyamanan dan kestabilan dalam berkendara
- Perawatan suspensi elektronik lebih mahal dibandingkan dengan suspensi konvensional
=====================================================================================
Demikian Latihan Soal Sumatif Penilaian Harian Dasar- Dasar Otomotif kelas 10 SMK Kurikulum Merdeka Semester 1 Bab 2 Perkembangan Teknologi Otomotif (Part III). Next post saya lanjutkan lagi untuk bagian 4 (Part IV) yaa... Tetap selalu belajarnya  di AhzaaNet


Semoga Bermanfaat.

No comments:

Post a Comment