Ringkasan Materi Plus Soal Teks Eksplanasi: Bahasa Indonesia Kelas 6 SD/MI Semester 1 (Ganjil) Kurikulum Merdeka - Ahzaa.Net

Ringkasan Materi Plus Soal Teks Eksplanasi: Bahasa Indonesia Kelas 6 SD/MI Semester 1 (Ganjil) Kurikulum Merdeka

Ringkasan Materi Plus Soal Teks Eksplanasi: Bahasa Indonesia Kelas 6 SD/MI Semester 1 (Ganjil) Kurikulum Merdeka

Hai Sahabat AhzaaNet, kembali lagi yaa belajar bersama kami. Pada kesempatan ini, kita akan belajar sebuah teks yang membahas tentang sebuah fenomena atau proses terjadinya sesuatu yaitu teks eksplanasi. 

Ringkasan Materi Plus Soal Teks Eksplanasi
Ringkasan Materi Plus Soal Teks Eksplanasi


Teks eksplanasi menjadi salah satu materi yang diajarkan di kelas 6 SD/ MI. Melalui pembahasan berikut, teman-teman akan mengerti tentang apa itu teks eksplanasi, struktur dan contohnya. Pada bagian akhir, kami tambahkan juga latihan soal untuk teks tersebut sebagai bahan belajar melalui latihan soal. 

Baca Juga Materi Terkait








Baik, langsung saja, tentang teks eksplanasi, berikut uraiannya, 

Pengertian Teks Eksplanasi

Teks eksplanasi adalah teks yang berisi penjelasan tentang proses terjadinya suatu fenomena atau peristiwa, baik fenomena alam maupun fenomena sosial. Kata eksplanasi berasal dari bahasa Inggris explanation yang artinya penjelasan. Jadi, teks eksplanasi adalah teks yang menjawab dua pertanyaan besar: mengapa sesuatu bisa terjadi dan bagaimana proses terjadinya.
Contoh topik teks eksplanasi antara lain tentang fenomena bagaimana banjir bisa terjadi, terjadinya gempa bumi, bagaimana proses terjadinya pelangi, dan mengapa bisa terjadi gerhana matahari.


Ciri-Ciri Teks Eksplanasi

Teks eksplanasi memiliki ciri-ciri diantaranya,
  • Membahas fenomena nyata. Teks eksplanasi selalu membahas peristiwa yang benar-benar terjadi di dunia nyata, bukan cerita rekaan. Fenomenanya bisa berupa peristiwa alam seperti gunung meletus, tsunami, atau pelangi, maupun fenomena sosial seperti kemiskinan atau urbanisasi.
  • Bersifat faktual dan ilmiah. Informasi yang disampaikan berdasarkan fakta dan data yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah, bukan berdasarkan mitos atau kepercayaan semata.
  • Menjelaskan hubungan sebab-akibat. Ciri paling khas dari teks eksplanasi adalah adanya hubungan sebab-akibat yang jelas. Teks ini menjelaskan apa yang menjadi penyebab suatu peristiwa dan apa akibat yang ditimbulkannya.
  • Menggunakan konjungsi khusus. Teks eksplanasi menggunakan dua jenis konjungsi utama, yaitu konjungsi kausalitas seperti karena, sehingga, akibatnya, oleh karena itu, dan konjungsi kronologis seperti pertama, kemudian, setelah itu, akhirnya.
  • Menggunakan kalimat pasif. Teks eksplanasi banyak menggunakan kalimat pasif yang ditandai imbuhan di- atau ter- seperti dihasilkan, terbentuk, dipengaruhi, agar penjelasan terasa lebih objektif dan ilmiah.
  • Menggunakan istilah ilmiah. Karena membahas fenomena secara ilmiah, teks eksplanasi sering menggunakan istilah khusus seperti magnitudo, episentrum, evaporasi, kondensasi, dan sebagainya.

Struktur Teks Eksplanasi

Teks eksplanasi disusun mengikuti tiga bagian utama yang saling berkaitan dan tidak boleh dibalik urutannya.
1. Pernyataan Umum
Bagian pembuka yang memperkenalkan topik atau fenomena secara umum kepada pembaca. Berisi definisi atau gambaran awal tentang fenomena yang akan dijelaskan. Biasanya menggunakan kata adalah, merupakan, atau yaitu.
2. Deretan Penjelas
Bagian inti yang menjelaskan proses, tahapan, dan hubungan sebab-akibat secara rinci. Bagian ini dapat terdiri dari beberapa paragraf yang saling berkaitan dan menggunakan konjungsi kausalitas maupun kronologis.
3. Interpretasi
Bagian penutup yang berisi simpulan atau pandangan akhir penulis tentang fenomena yang telah dijelaskan. Sering diawali dengan kata dengan demikian, jadi, oleh karena itu, atau dapat disimpulkan.

Contoh Teks Eksplanasi

Berikut ini contoh teks eksplanasi tentang daur air. 

Daur air atau siklus air adalah proses perputaran air yang berlangsung terus-menerus di alam tanpa pernah berhenti. Proses ini sangat penting bagi kehidupan seluruh makhluk hidup di bumi karena menjaga ketersediaan air bersih di alam. Daur air melibatkan beberapa tahapan yang saling berkaitan satu sama lain.

Tahap pertama dalam daur air adalah evaporasi, yaitu proses penguapan air dari permukaan laut, sungai, danau, dan sumber air lainnya oleh panas matahari. Air yang menguap berubah menjadi uap air yang ringan dan naik ke atmosfer. Semakin tinggi suhu udara, semakin banyak air yang menguap ke udara.

Uap air yang telah naik ke atmosfer kemudian mengalami kondensasi, yaitu proses perubahan uap air menjadi titik-titik air yang sangat kecil ketika bertemu dengan udara dingin di ketinggian tertentu. Titik-titik air ini berkumpul membentuk awan. Semakin banyak uap air yang mengalami kondensasi, semakin besar dan tebal awan yang terbentuk.

Ketika awan sudah sangat tebal dan tidak mampu lagi menahan beban titik-titik air di dalamnya, terjadilah presipitasi, yaitu jatuhnya air dari awan ke permukaan bumi dalam bentuk hujan, salju, atau hujan es tergantung pada suhu udara di daerah tersebut. Air hujan yang jatuh ke bumi kemudian mengalir ke sungai, meresap ke dalam tanah menjadi air tanah, atau mengisi kembali danau dan laut untuk kemudian menguap lagi dan memulai daur baru.

Dapat disimpulkan bahwa daur air adalah sistem alami yang bekerja secara berkelanjutan untuk menjaga keseimbangan ketersediaan air di bumi. Ketiga tahap utamanya, yaitu evaporasi, kondensasi, dan presipitasi, saling bergantung dan tidak bisa dipisahkan satu sama lain. Oleh karena itu, menjaga kelestarian lingkungan berarti turut menjaga kelangsungan daur air yang sangat vital bagi kehidupan ini.

Nah, untuk lebih memperdalam pemahaman teman- teman tentang teks eksplanasi, berikut latihan soal yang dapat dikerjakan. 

Latihan Soal Teks Eksplanasi: Bahasa Indonesia Kelas 6 SD/MI Semester 1 (Ganjil) Kurikulum Merdeka


1. Pengertian yang tepat tentang teks eksplanasi adalah ....
A. Teks yang menceritakan pengalaman seseorang dalam melakukan suatu perjalanan wisata
B. Teks yang menjelaskan proses terjadinya suatu fenomena alam atau sosial secara ilmiah
C. Teks yang berisi pendapat dan argumentasi seseorang tentang suatu masalah tertentu
D. Teks yang memberikan petunjuk langkah-langkah melakukan sesuatu secara berurutan


2. Perhatikan ciri-ciri berikut!
(1) Membahas fenomena nyata yang benar-benar terjadi
(2) Bersifat faktual dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah
(3) Menjelaskan hubungan sebab-akibat suatu peristiwa
(4) Menceritakan tokoh dan alur cerita yang menarik
Ciri-ciri yang termasuk teks eksplanasi ditunjukkan oleh nomor ....
A. (1), (2), dan (3)
B. (1), (2), dan (4)
C. (2), (3), dan (4)
D. (1), (3), dan (4)


3. Urutan struktur teks eksplanasi yang benar adalah ....
A. Deretan penjelas → Pernyataan umum → Interpretasi
B. Pernyataan umum → Interpretasi → Deretan penjelas
C. Pernyataan umum → Deretan penjelas → Interpretasi
D. Interpretasi → Pernyataan umum → Deretan penjelas


4. Konjungsi yang biasanya digunakan dalam teks eksplanasi untuk menunjukkan hubungan sebab-akibat adalah ....
A. Tetapi, namun, meskipun, walaupun
B. Dan, serta, juga, bahkan
C. Kemudian, lalu, setelah itu, akhirnya
D. Karena, sehingga, akibatnya, oleh karena itu


5. Berikut ini contoh topik yang paling tepat untuk sebuah teks eksplanasi adalah ....
A. Petualangan Rara mencari sahabat baru di sekolahnya
B. Cara membuat kerajinan tangan dari bahan daur ulang
C. Bagaimana proses terjadinya gerhana matahari total
D. Liburan keluarga ke Pantai Parangtritis yang menyenangkan


Bacaan berikut untuk soal nomor 6 sampai 10
Mengapa Banjir Bisa Terjadi?

Banjir adalah peristiwa meluapnya air dalam jumlah besar ke daratan yang biasanya kering. Banjir merupakan salah satu bencana alam yang paling sering melanda wilayah Indonesia, terutama di kota-kota besar yang padat penduduk. Peristiwa ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, baik faktor alam maupun faktor ulah manusia.

Salah satu penyebab utama terjadinya banjir adalah curah hujan yang sangat tinggi dalam waktu singkat. Ketika hujan turun dengan deras dan terus-menerus, tanah tidak mampu menyerap seluruh air yang jatuh karena kapasitasnya terbatas. Akibatnya, air yang tidak terserap tersebut mengalir ke tempat yang lebih rendah dan menumpuk hingga meluap ke jalanan dan permukiman.

Selain curah hujan tinggi, penggundulan hutan atau deforestasi juga menjadi penyebab banjir yang serius. Hutan berfungsi sebagai daerah resapan air yang sangat penting. Ketika pohon-pohon di hutan ditebang secara besar-besaran, kemampuan tanah untuk menyerap air berkurang drastis. Hal ini menyebabkan air hujan langsung mengalir deras ke sungai-sungai sehingga volume air sungai meningkat dengan cepat dan akhirnya meluap ke daerah sekitarnya.

Faktor lain yang memperparah banjir adalah kebiasaan membuang sampah sembarangan ke sungai dan saluran air. Sampah yang menumpuk menyumbat aliran air sehingga air tidak dapat mengalir dengan lancar ke laut. Bersamaan dengan itu, pembangunan gedung dan jalan beraspal yang terus meluas mengurangi daerah resapan air di perkotaan karena air tidak dapat meresap ke dalam tanah yang tertutup beton.

Dengan demikian, banjir bukanlah bencana yang sepenuhnya datang dengan sendirinya. Banjir terjadi akibat kombinasi dari faktor alam dan perilaku manusia yang kurang bertanggung jawab terhadap lingkungan. Oleh karena itu, upaya pencegahan banjir harus dilakukan bersama-sama, mulai dari menjaga kelestarian hutan, tidak membuang sampah di sungai, hingga memperbanyak daerah resapan air di kota-kota.

6. Ide pokok paragraf yang merupakan pernyataan umum dalam teks tersebut adalah ....
A. Banjir hanya terjadi di kota-kota besar yang padat penduduk di Indonesia
B. Banjir adalah peristiwa meluapnya air ke daratan yang dapat disebabkan berbagai faktor
C. Banjir disebabkan oleh curah hujan yang sangat tinggi dalam waktu singkat
D. Banjir merupakan bencana alam yang tidak bisa dicegah oleh siapa pun


7. Berdasarkan teks tentang banjir, tanah tidak mampu menyerap semua air hujan yang turun. Hal ini dikarenakan ....
A. kualitas tanah di Indonesia sangat buruk dan tidak subur
B. hujan turun terlalu singkat sehingga air tidak sempat meresap
C. kapasitas tanah dalam menyerap air terbatas sehingga tidak bisa menampung semua air
D. tanah sudah penuh terisi air sejak sebelum hujan turun


8. Ide pokok paragraf kedua dalam bacaan adalah ....
A. Sampah yang memenuhi sungai menjadi penyebab utama banjir di perkotaan
B. Curah hujan yang tinggi adalah satu-satunya penyebab banjir di Indonesia
C. Penggundulan hutan mengurangi kemampuan tanah menyerap air sehingga banjir terjadi
D. Pembangunan gedung dan jalan beraspal memperparah banjir di kota-kota besar


9. Di bawah ini kalimat yang menunjukkan hubungan sebab-akibat dalam teks tentang banjir adalah ....
A. Banjir adalah peristiwa meluapnya air dalam jumlah besar ke daratan yang biasanya kering
B. Banjir merupakan salah satu bencana alam yang paling sering melanda Indonesia
C. Ketika pohon-pohon ditebang, kemampuan tanah menyerap air berkurang drastis sehingga sungai meluap
D. Hutan berfungsi sebagai daerah resapan air yang sangat penting bagi lingkungan hidup


10. Pernyataan yang tepat berdasarkan bacaan di atas adalah ....
A. Penggundulan hutan justru memperbesar kemampuan tanah dalam menyerap air hujan
B. Banjir tidak ada hubungannya dengan kebiasaan membuang sampah di sungai
C. Hutan berfungsi sebagai daerah resapan air yang penting untuk mencegah banjir
D. Pembangunan jalan beraspal memperbanyak daerah resapan air di perkotaan


Bacaan berikut untuk menjawab soal nomor 11 sampai 15. 
Bagaimana Pelangi Terbentuk?

Pelangi adalah fenomena optik yang terjadi di atmosfer dan tampak sebagai busur cahaya berwarna-warni di langit. Pelangi terdiri dari tujuh warna yang tersusun secara berurutan, yaitu merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, dan ungu. Fenomena indah ini muncul setelah hujan turun ketika matahari bersinar.

Proses terbentuknya pelangi dimulai ketika sinar matahari memasuki butiran-butiran air hujan yang masih melayang di udara. Saat sinar matahari masuk ke dalam butiran air, cahaya tersebut mengalami pembiasan atau pembelokan arah. Pembiasan ini terjadi karena cahaya bergerak dari medium udara yang kurang rapat ke medium air yang lebih rapat sehingga kecepatannya berubah dan arahnya ikut berbelok.

Setelah mengalami pembiasan, cahaya matahari yang sebenarnya terdiri dari berbagai warna kemudian terpisah menjadi tujuh warna berbeda. Pemisahan ini terjadi karena setiap warna cahaya memiliki panjang gelombang yang berbeda sehingga dibiaskan dengan sudut yang berbeda pula. Selanjutnya, cahaya yang telah terpisah tersebut dipantulkan oleh permukaan dalam butiran air dan keluar kembali ke udara melalui proses pembiasan kedua.

Jadi, pelangi bukan sekadar keindahan alam semata, melainkan hasil dari proses ilmiah yang melibatkan pembiasan dan pemantulan cahaya di dalam butiran air hujan. Fenomena ini membuktikan bahwa cahaya matahari yang tampak putih sebenarnya tersusun dari berbagai warna. Pelangi hanya dapat terlihat ketika posisi matahari berada di belakang pengamat dan hujan turun di depannya.

11. Berikut ini pernyataan umum yang terdapat dalam teks di atas adalah ....
A. Pelangi terdiri dari tujuh warna yang tersusun secara berurutan di langit
B. Pelangi adalah fenomena optik di atmosfer yang tampak sebagai busur cahaya berwarna-warni
C. Pelangi hanya muncul setelah hujan turun ketika matahari bersinar terang
D. Pelangi terbentuk melalui proses pembiasan dan pemantulan cahaya matahari


12. Berdasarkan bacaan dapat disimpulkan bahwa cahaya matahari dibiaskan ketika masuk ke dalam butiran air. Hal ini karena ....
A. butiran air memiliki warna yang dapat menyerap cahaya matahari
B. butiran air memantulkan cahaya matahari kembali ke udara bebas
C. cahaya tidak dapat menembus butiran air yang sangat kecil ukurannya
D. cahaya bergerak dari medium udara yang kurang rapat ke medium air yang lebih rapat


13. Ide pokok paragraf kedua dalam bacaan adalah ....
A. Sinar matahari masuk ke dalam butiran air dan mengalami pembiasan pertama
B. Pelangi hanya dapat terlihat ketika posisi matahari berada di belakang pengamat
C. Cahaya matahari terpisah menjadi tujuh warna karena setiap warna memiliki panjang gelombang berbeda
D. Butiran air hujan memantulkan cahaya matahari sehingga pelangi tampak dari bawah


14. Di bawah ini bagian yang merupakan interpretasi dalam bacaan adalah ....
A. Paragraf yang menjelaskan definisi pelangi sebagai fenomena optik di atmosfer
B. Paragraf yang menjelaskan proses pembiasan cahaya saat masuk ke dalam butiran air
C. Paragraf yang menyimpulkan bahwa pelangi merupakan hasil pembiasan dan pemantulan cahaya
D. Paragraf yang menjelaskan pemisahan tujuh warna oleh butiran air hujan


15. Informasi yang paling tepat berdasarkan teks di atas adalah ....
A. Pelangi terbentuk dari cahaya bulan yang dipantulkan oleh awan hujan di langit
B. Setiap warna dalam pelangi dibiaskan dengan sudut yang sama karena memiliki panjang gelombang sama
C. Pelangi dapat terlihat ketika posisi matahari berada tepat di depan pengamat
D. Pelangi terbentuk melalui dua kali proses pembiasan dan satu kali pemantulan di dalam butiran air


Demikian Ringkasan Materi Plus Soal Teks Eksplanasi: Bahasa Indonesia Kelas 6 SD/MI Semester 1 (Ganjil) Kurikulum Merdeka. Semoga pembahasan plus soal di atas dapat memudahkan teman- teman dalam belajar. 


Semoga Bermanfaat 


Salam. 

Terima kasih sudah berkunjung dan belajar bersama kami. Silahkan tinggalkan komentar dengan nama dan url lengkap. Penyisipan link dalam kolom komentar tidak diperkenankan yaa...
Sekali lagi, terima kasih...
EmoticonEmoticon

Formulir Kontak