Latihan Soal Upaya Mitigasi dan Adaptasi terhadap Perubahan Iklim: Materi IPA Kelas 10 SMA/ MA Semester 2 - Ahzaa.Net

Latihan Soal Upaya Mitigasi dan Adaptasi terhadap Perubahan Iklim: Materi IPA Kelas 10 SMA/ MA Semester 2

Latihan Soal Upaya Mitigasi dan Adaptasi terhadap Perubahan Iklim: Materi IPA Kelas 10 SMA/ MA Semester 2

Halo, Sahabat AhzaaNet! Senang sekali bisa kembali menyapa kamu di ruang belajar digital kita ini. Setelah pada artikel sebelumnya kita sudah mengupas tuntas tentang fenomena perubahan iklim, kali ini kita akan melangkah lebih jauh ke bagian yang paling krusial: Apa yang bisa kita lakukan untuk menghadapinya?

Latihan Soal Upaya Mitigasi dan Adaptasi terhadap Perubahan Iklim
Latihan Soal IPA Kelas 10 SMA Upaya Mitigasi Bencana


Di dalam kurikulum terbaru, tepatnya pada materi IPA Kelas 10 SMA/MA Semester 2 Kurikulum Merdeka, kita diajak untuk memahami dua konsep penting, yaitu Mitigasi dan Adaptasi. Banyak yang sering tertukar, lho! Padahal, memahami perbedaan antara aksi "mencegah" dan "menyesuaikan diri" adalah kunci utama agar kita bisa berkontribusi menjaga bumi.

Untuk membantu kamu mengasah pemahaman dan mempersiapkan diri menghadapi ujian sekolah, kami telah menyiapkan 10 Latihan Soal Upaya Mitigasi dan Adaptasi terhadap Perubahan Iklim. Soal-soal ini dirancang khusus sesuai dengan materi kelas 10 edisi revisi, lengkap dengan kunci jawaban dan pembahasan yang mudah dimengerti. 



Yuk, langsung saja kita uji sejauh mana kesiapanmu, Sahabat AhzaaNet!

Latihan Soal Upaya Mitigasi dan Adaptasi terhadap Perubahan Iklim: Materi IPA Kelas 10 SMA/ MA Semester 2

1. Peningkatan suhu global menyebabkan mencairnya es di kutub yang berdampak pada kenaikan permukaan air laut secara signifikan. Hal ini mengancam pemukiman penduduk di pesisir pantai.
Berikut ini tindakan yang dapat dikategorikan sebagai upaya adaptasi terhadap kenaikan permukaan air laut adalah ....
A. Mengurangi penggunaan kendaraan bermotor pribadi untuk menurunkan emisi.
B. Membangun tanggul laut dan dinding penahan ombak di sepanjang pantai.
C. Melakukan kampanye hemat listrik di lingkungan sekolah.
D. Mengganti penggunaan bahan bakar fosil dengan energi matahari.
E. Melaksanakan program penanaman sejuta pohon di hutan lindung.


2. Sektor rumah tangga memberikan kontribusi yang cukup besar terhadap emisi gas rumah kaca melalui konsumsi energi listrik yang bersumber dari pembangkit listrik berbahan bakar fosil.
Upaya mitigasi yang paling efektif untuk mengurangi emisi karbon dalam skala rumah tangga adalah...
A. Membuka jendela lebar-lebar sepanjang malam agar udara segar.
B. Menggunakan lampu LED dan mematikan peralatan elektronik saat tidak digunakan.
C. Menggunakan mesin cuci setiap hari meskipun pakaian yang dicuci sedikit.
D. Meningkatkan suhu pendingin ruangan (AC) hingga suhu terendah 16 derajat Celcius.
E. Membakar sampah rumah tangga di halaman agar tidak menumpuk di TPA.


3. Perubahan iklim menyebabkan pola curah hujan menjadi tidak menentu. Hal ini mengakibatkan petani sering mengalami gagal panen karena kekeringan yang berkepanjangan atau banjir yang tiba-tiba.
Strategi adaptasi yang paling tepat dilakukan oleh petani untuk menghadapi tantangan tersebut adalah...
A. Meningkatkan dosis penggunaan pupuk kimia agar tanaman lebih kuat.
B. Menggunakan bibit tanaman yang memiliki ketahanan tinggi terhadap kekeringan.
C. Menjual lahan pertanian untuk dijadikan kawasan industri.
D. Membakar sisa jerami setelah panen untuk membersihkan lahan.
E. Menambah luas lahan pertanian dengan membuka hutan baru.


4. Hutan sering disebut sebagai paru-paru dunia karena kemampuannya dalam menyerap gas-gas tertentu dari atmosfer yang berperan dalam pemanasan global.
Kegiatan reboisasi atau penanaman kembali hutan yang gundul dianggap sebagai langkah mitigasi perubahan iklim. Hal ini dikarenakan ....
A. Karena pohon dapat menghalangi sinar matahari jatuh langsung ke tanah.
B. Karena akar pohon dapat menyerap air laut yang pasang.
C. Karena pohon menyerap karbon dioksida (CO2) dalam proses fotosintesis.
D. Karena pohon menghasilkan nitrogen yang mendinginkan suhu udara.
E. Karena pohon mempercepat penguapan air di permukaan bumi.


5. Sampah organik yang menumpuk di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) dan mengalami dekomposisi tanpa oksigen (anaerob) akan menghasilkan gas metana (CH4) yang potensi pemanasannya 25 kali lebih kuat dari CO2.
Tindakan mitigasi yang benar dalam pengelolaan sampah rumah tangga untuk mengurangi emisi gas rumah kaca adalah...
A. Mengumpulkan semua sampah dalam kantong plastik hitam yang tertutup rapat.
B. Mengolah sampah organik menjadi kompos atau pupuk organik.
C. Membuang sampah ke sungai agar terbawa aliran air menuju laut.
D. Membakar sampah plastik di area terbuka secara rutin.
E. Mencampur sampah organik dan anorganik dalam satu wadah besar.


6. Dalam menghadapi perubahan iklim, terdapat dua istilah utama yang sering digunakan, yaitu mitigasi dan adaptasi. Mitigasi berfokus pada pencegahan atau pengurangan penyebab perubahan iklim, sedangkan adaptasi berfokus pada penyesuaian diri terhadap dampak yang sudah terjadi.
Di bawah ini tindakan yang termasuk ke dalam upaya mitigasi perubahan iklim adalah ....
A. Membangun tanggul raksasa di sepanjang garis pantai untuk mencegah banjir rob.
B. Melakukan penanaman kembali (reboisasi) pada lahan hutan yang gundul.
C. Mengembangkan varietas padi yang tahan terhadap cuaca ekstrem dan kekeringan.
D. Memindahkan pemukiman penduduk dari daerah rawan longsor ke daerah yang lebih aman.
E. Menyediakan asuransi gagal panen bagi para petani akibat perubahan cuaca.


7. Sektor energi menyumbang emisi gas rumah kaca terbesar melalui pembakaran bahan bakar fosil seperti batu bara dan minyak bumi untuk pembangkit listrik dan transportasi.
Alasan bahwa transisi dari penggunaan pembangkit listrik tenaga uap (batu bara) ke panel surya dianggap sebagai langkah mitigasi yang efektif adalah ....
A. Karena panel surya tidak membutuhkan lahan yang luas seperti PLTU.
B. Karena panel surya dapat menghasilkan energi listrik meskipun di malam hari.
C. Karena penggunaan panel surya mengurangi pelepasan gas karbon dioksida (CO2) ke atmosfer.
D. Karena panel surya mampu menyerap panas matahari sehingga suhu bumi menurun.
E. Karena biaya pembuatan panel surya jauh lebih murah dibandingkan operasional PLTU.


8. Perubahan iklim menyebabkan pola hujan menjadi tidak menentu. Di beberapa wilayah Indonesia, musim kemarau menjadi lebih panjang dan suhu udara meningkat, yang seringkali menyebabkan gagal panen bagi petani padi konvensional.
Langkah adaptasi yang paling tepat dilakukan oleh petani untuk menghadapi kondisi tersebut adalah...
A. Meningkatkan penggunaan pupuk kimia agar tanaman tumbuh lebih cepat.
B. Membakar sisa jerami hasil panen untuk menambah unsur hara tanah.
C. Beralih menanam varietas tanaman yang lebih toleran terhadap kekeringan.
D. Menambah jumlah pompa air listrik untuk menyedot air tanah secara besar-besaran.
E. Memperluas lahan pertanian dengan membuka hutan di sekitar desa.


9. Hutan mangrove memiliki kemampuan unik dalam menyerap dan menyimpan karbon dalam jumlah besar di dalam tanahnya (blue carbon). Selain itu, akar mangrove yang kuat mampu memecah gelombang laut yang masuk ke daratan.
Restorasi hutan mangrove dikatakan sebagai upaya ganda dalam menghadapi perubahan iklim karena...
A. Meningkatkan pendapatan nelayan dan memperindah kawasan pesisir.
B. Berfungsi sebagai mitigasi (menyerap CO2) dan adaptasi (melindungi pesisir dari abrasi).
C. Menurunkan suhu air laut dan mencegah terjadinya fenomena El Nino.
D. Mengurangi intensitas sinar ultraviolet dan mencegah terjadinya tsunami.
E. Menghasilkan oksigen bagi penduduk kota dan mencegah penguapan air tanah.


10. Sampah organik yang menumpuk di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dan mengalami pembusukan secara anaerob (tanpa oksigen) akan menghasilkan gas metana (CH4). Gas metana memiliki potensi pemanasan global 25 kali lebih kuat dibandingkan CO2.
Tindakan mengolah sampah organik menjadi kompos di rumah dapat membantu mitigasi perubahan iklim. Pernyataan yang tepat adalah ....
A. Kompos dapat memantulkan kembali sinar matahari ke luar angkasa.
B. Pengomposan secara aerob mencegah terbentuknya gas metana di TPA.
C. Kompos dapat menggantikan peran ozon dalam menyaring sinar UV.
D. Mengolah kompos dapat menurunkan kelembapan udara di lingkungan sekitar.
E. Kompos yang dihasilkan dapat mematikan bakteri penyebab pemanasan global.


 
1. Jawaban: B. Membangun tanggul laut dan dinding penahan ombak di sepanjang pantai.
Adaptasi adalah upaya menyesuaikan diri dengan dampak yang sudah atau akan terjadi. Membangun tanggul adalah bentuk penyesuaian terhadap kenaikan air laut agar tidak membanjiri pemukiman. Pilihan A, C, D, dan E adalah upaya mitigasi (pencegahan).

2. Jawaban: B. Menggunakan lampu LED dan mematikan peralatan elektronik saat tidak digunakan.
Lampu LED jauh lebih efisien energi dibanding lampu pijar. Mematikan alat elektronik mengurangi konsumsi listrik secara keseluruhan, sehingga mengurangi beban pembangkit listrik fosil dan menurunkan emisi gas rumah kaca.

3. Jawaban: B. Menggunakan bibit tanaman yang memiliki ketahanan tinggi terhadap kekeringan.
Menggunakan varietas tanaman yang tahan kekeringan atau tahan banjir merupakan bentuk adaptasi teknologi di bidang pertanian untuk menyesuaikan diri dengan kondisi iklim yang berubah.

4. Jawaban: C. Karena pohon menyerap karbon dioksida (CO2) dalam proses fotosintesis.
Mitigasi bertujuan mengurangi penyebab pemanasan global. CO2 adalah gas rumah kaca utama. Melalui fotosintesis, pohon menyerap CO2 dan menyimpannya dalam bentuk biomassa, sehingga mengurangi konsentrasi gas tersebut di atmosfer.

5. Jawaban: B. Mengolah sampah organik menjadi kompos atau pupuk organik.
Pengomposan adalah proses dekomposisi aerobik (dengan oksigen) yang menghasilkan emisi gas metana jauh lebih sedikit dibandingkan jika sampah organik membusuk di dasar tumpukan sampah TPA secara anaerobik.

6. Jawaban: B. Melakukan penanaman kembali (reboisasi) pada lahan hutan yang gundul.
Reboisasi adalah upaya mitigasi karena pohon berfungsi menyerap CO2 (gas rumah kaca) dari atmosfer, sehingga secara langsung menangani penyebab pemanasan global. Pilihan A, C, D, dan E merupakan upaya adaptasi (penyesuaian terhadap dampak).

7. Jawaban: C. Karena penggunaan panel surya mengurangi pelepasan gas karbon dioksida (CO2) ke atmosfer.
Mitigasi bertujuan mengurangi emisi gas rumah kaca. Panel surya adalah energi bersih yang tidak menghasilkan CO2 saat beroperasi, berbeda dengan PLTU yang melepaskan emisi karbon dalam jumlah besar.

8. Jawaban: C. Beralih menanam varietas tanaman yang lebih toleran terhadap kekeringan.
Menanam varietas tahan kekeringan adalah strategi adaptasi untuk menyesuaikan kegiatan pertanian dengan kondisi iklim yang berubah (kemarau panjang) agar ketahanan pangan tetap terjaga.

9. Jawaban: B. Berfungsi sebagai mitigasi (menyerap CO2) dan adaptasi (melindungi pesisir dari abrasi).
Mangrove berperan dalam mitigasi karena menyerap emisi karbon (CO2) dan berperan dalam adaptasi karena melindungi wilayah pesisir dari dampak kenaikan permukaan air laut dan abrasi.

10. Jawaban: B. Pengomposan secara aerob mencegah terbentuknya gas metana di TPA.
Dengan mengolah sampah organik menjadi kompos (proses aerob), kita mencegah sampah tersebut berakhir di TPA yang cenderung anaerob. Hal ini mengurangi produksi gas metana, salah satu gas rumah kaca yang sangat kuat.

Itulah tadi 10 latihan soal mengenai upaya mitigasi dan adaptasi terhadap perubahan iklim untuk jenjang SMA/MA Kelas 10. Bagaimana hasilnya, Sahabat AhzaaNet? Apakah kamu sudah bisa membedakan mana yang termasuk langkah pencegahan emisi karbon dan mana yang merupakan strategi bertahan hidup di tengah perubahan lingkungan?

Ingat, menguasai materi ini bukan hanya demi nilai raport yang bagus, tapi juga sebagai bekal kita menjadi generasi yang lebih peduli pada keberlanjutan bumi. Langkah kecil yang kamu pelajari hari ini, jika diterapkan, akan membawa dampak besar di masa depan.

Jangan lupa untuk membagikan artikel latihan soal ini kepada teman-teman yang lain agar kita bisa belajar dan berdiskusi bersama. Jika ada soal atau pembahasan yang menurutmu perlu didiskusikan lebih lanjut, jangan ragu untuk tulis di kolom komentar, ya! Sampai jumpa di artikel edukasi lainnya hanya di AhzaaNet, tempat belajar seru dan menyenangkan. Keep studying and stay green!

Semoga Bermanfaat 

Salam. 

Terima kasih sudah berkunjung dan belajar bersama kami. Silahkan tinggalkan komentar dengan nama dan url lengkap. Penyisipan link dalam kolom komentar tidak diperkenankan yaa...
Sekali lagi, terima kasih...
EmoticonEmoticon

Formulir Kontak