Rangkuman Materi Politik Etis: IPAS Edisi Revisi Kelas 6 SD/MI Semester 1 (Ganjil) Bab 3 Jejak Sang Pahlawan - Ahzaa.Net

Rangkuman Materi Politik Etis: IPAS Edisi Revisi Kelas 6 SD/MI Semester 1 (Ganjil) Bab 3 Jejak Sang Pahlawan

Rangkuman Materi Politik Etis: IPAS Edisi Revisi Kelas 6 SD/MI Semester 1 (Ganjil) Bab 3 Jejak Sang Pahlawan

Hai sahabat AhzaaNet, kembali lagi yaa belajar bersama kami. Kita masih akan berkutat untuk belajar materi IPAS kelas 6 SD/MI semester 1 Kurikulum Merdeka Edisi Revisi 2025, yaitu khususnya bab 3 Jejak Sang Pahlawan dengan submateri Politik Etis

Rangkuman Materi Politik Etis Kelas 6 Edisi Revisi
Rangkuman Materi Politik Etis Kelas 6 Edisi Revisi


Materi Politik Etis merupakan salah satu yang dibahas pada mapel IPAS kelas 6 SD/MI semester 1 (ganjil) bab 3 Jejak Sang Pahlawan. Dalam materi ini akan diulas tentang apa itu politik etis, latar belakang, isi dari politik etis dan tokoh- tokoh yang berkaitan mendorong adanya politik etis. 

Nah, melalui rangkuman materi berikut, teman- teman dapat belajar tentang semua hal tersebut melalui penjelasan singkat. 

Baik, langsung saja, kita mulai membahas tentang politik etis. Selamat belajar. 

1. Pengertian Politik Etis

a. Politik Etis adalah  sebuah kebijakan baru pemerintah Belanda terhadap rakyat Hindia Belanda (Indonesia) yang mulai diterapkan pada tahun 1901. 
b. Kebijakan ini juga dikenal dengan sebutan "Politik Balas Budi" karena tujuannya adalah membalas budi atas semua keuntungan besar yang telah diambil Belanda dari tanah dan rakyat Indonesia selama ratusan tahun.

2. Latar Belakang Politik etis 

a. Sistem Tanam Paksa
(1) Belanda menerapkan Sistem Tanam Paksa mulai tahun 1830 di bawah pimpinan Gubernur Jenderal Van den Bosch yang memaksa rakyat Indonesia untuk menyerahkan 1/5 (20%) dari lahan pertaniannya untuk ditanami tanaman yang laku di pasar Eropa (seperti kopi, tebu, teh, dan nila) atau bekerja selama 66 hari dalam setahun (sekitar 1/5 dari waktu setahun) tanpa upah untuk keperluan pemerintah Belanda.
(2) Dampak sistem tanam paksa adalah sebagai berikut: 
  • Rakyat menjadi sangat miskin dan kelaparan
  • Lahan pertanian pangan rakyat menyusut karena digunakan untuk tanaman ekspor
  • Banyak rakyat yang meninggal karena kelaparan dan kelelahan
  • Rakyat menderita luar biasa selama puluhan tahun
 (3) Dampak sistem tanam paksa bagi Belanda 
  • Belanda meraup keuntungan yang sangat besar dari hasil bumi Indonesia
  • Kas negara Belanda yang sebelumnya kosong menjadi sangat kaya

b. Kritikan dari Berbagai Pihak 
Sistem Tanam Paksa mendapat kritikan dari berbagai pihak seperti tokoh- tokoh Belanda yang peduli terhadap nasib bangsa Indonesia. 

c. Lahirnya Politik Etis 
(1) Lahirnya Politik Etis ditandai ketika Ratu Wilhelmina dari Belanda menyampaikan pidato penobatannya di hadapan parlemen Belanda pada 17 September 1901. 
(2) Dalam pidato tersebut, ia menyatakan bahwa Belanda memiliki kewajiban moral untuk memperbaiki kesejahteraan rakyat di Hindia Belanda.

3. Tokoh yang Mendorong Lahirnya Politik Etis 

a. Eduard Douwes Dekker (Multatuli) 
(1) Eduard Douwes Dekker lahir di Amsterdam, Belanda, pada tahun 1820. 
(2) Ia pernah bekerja sebagai pegawai pemerintah kolonial Belanda di Indonesia, salah satunya sebagai Asisten Residen di Lebak, Banten pada tahun 1856.
(3) Selama bekerja di Indonesia, Douwes Dekker menyaksikan langsung betapa menderitanya rakyat Indonesia akibat penindasan sistem kolonial dan ia merasa tidak tahan melihat ketidakadilan tersebut dan akhirnya memilih untuk keluar dari jabatannya.
(4) Pada tahun 1860, Douwes Dekker menulis sebuah novel terkenal berjudul "Max Havelaar" dengan nama pena Multatuli. Dalam novel tersebut, ia menceritakan penderitaan rakyat Lebak akibat penindasan penguasa lokal yang bekerja sama dengan pemerintah kolonial Belanda 
(5) Dampak novel Max Havelaar
Mengguncang opini publik di Belanda dan eropa 
Banyak orang Belanda yang menyadari betapa menderitanya rakyat Indonesia dan membuka mata orang Belanda tentang kekejaman penjajahan di Indonesia

b. Conrad Theodore Van Deventer 
(1) Conrad Theodore Van Deventer adalah seorang pengacara dan politikus Belanda yang lahir pada tahun 1857. 
(2) Ia pernah tinggal dan bekerja di Hindia Belanda selama beberapa tahun sehingga mengetahui langsung kondisi rakyat Indonesia.
(3) Van Deventer merumuskan tiga program untuk membalas hutang budi Belanda kepada Indonesia, yang dikenal sebagai Trias Van Deventer, yang menjadi isi utama dari Politik Etis.

c. Pieter Brooshooft 
(1) Pieter Brooshooft adalah seorang jurnalis dan wartawan Belanda yang bekerja sebagai pemimpin redaksi surat kabar "De Locomotief" di Semarang pada akhir abad ke-19.
(2) Brooshooft sangat prihatin melihat penderitaan rakyat Indonesia akibat sistem kolonial. Ia menulis untuk menyuarakan kritik dan keprihatinan tersebut.

4. Isi Politik Etis 

a. Irigasi (Pengairan)
(1) Pemerintah Belanda berjanji membangun dan memperbaiki sistem pengairan (irigasi) untuk lahan pertanian rakyat Indonesia.
(2)  Irigasi bertujuan meningkatkan hasil pertanian rakyat agar rakyat tidak kelaparan dan dapat memenuhi kebutuhan pangannya sendiri.
(3) Dalam pelaksanaannya, irigasi yang dibangun malah digunakan untuk mengairi perkebunan milik Belanda, bukan pertanian rakyat. 

b. Pendidikan 
(1) Pemerintah Belanda berjanji membuka sekolah-sekolah untuk rakyat Indonesia agar dapat mengenyam pendidikan.
(2) Pendidikan bagi rakyat Indoensia bertujuan untuk meningkatkan kecerdasan dan keterampilan. 
(3) Pada kenyataannya, tujuan dari pendidikan cenderung untuk menghasilkan tenaga kerja murah yang bisa membaca dan menulis demi kepentingan administrasi pemerintah Belanda.

c. Perpindahan Penduduk (Emigrasi)
(1) Pemerintah Belanda berjanji memindahkan penduduk dari pulau yang padat (terutama Jawa) ke pulau-pulau yang lebih jarang penduduknya (seperti Sumatra, Kalimantan, Sulawesi).
(2) Perpindahan penduduk bertujuan meratakan persebaran penduduk dan membuka lahan baru bagi rakyat. 
(3) Dalam pelaksanaannya, perpindahan dilakukan lebih banyak untuk memindahkan tenaga kerja ke perkebunan-perkebunan milik Belanda di luar Jawa.

5. Dampak Politik Etis Bagi Indonesia

a. Dampak Positif 
  • Lahirnya kaum terpelajar Indonesia yang mengenyam pendidikan dari sekolah-sekolah yang dibangun Belanda
  • Kaum terpelajar ini kemudian menjadi pelopor pergerakan nasional, seperti Budi Utomo (1908), Sarekat Islam, dan berbagai organisasi pergerakan lainnya
  • Menumbuhkan kesadaran nasionalisme di kalangan rakyat Indonesia
  • Menjadi salah satu batu loncatan menuju kemerdekaan Indonesia pada tahun 1945
b. Dampak Negatif 
  • Dalam pelaksanaannya, Politik Etis lebih banyak menguntungkan Belanda
  • Rakyat Indonesia tetap mengalami eksploitasi meskipun dalam bentuk yang berbeda
  • Kesejahteraan rakyat tidak meningkat secara signifikan

Demikian Rangkuman Materi Politik Etis: IPAS Edisi Revisi Kelas 6 SD/MI Semester 1 (Ganjil) Bab 3 Jejak Sang Pahlawan. Semoga melalui pembahasan di atas, teman- teman dapat menambah referensi dalam belajar khususnya tentang politik etis. 

Kita tunggu kunjungan berikutnya untuk latihan soal yang akan kami sambung dalam postingan mendatang. Jadi, tetap bersama kami yaa belajarnya... Jangan lupa bagikan post ini ke teman- teman lainnya. 

Semoga bermanfaat. 

Salam. 

Terima kasih sudah berkunjung dan belajar bersama kami. Silahkan tinggalkan komentar dengan nama dan url lengkap. Penyisipan link dalam kolom komentar tidak diperkenankan yaa...
Sekali lagi, terima kasih...
EmoticonEmoticon

Formulir Kontak