Hai sahabat AhzaaNet, postingan ini masih melanjutkan dari postingan
sebelumnya tentang Pahlawan Nasional Indonesia materi IPAS kelas 6 SD/MI
semester 1 (ganjil). Adapun saat ini kita akan berlatih melalui soal tentang
materi pahlawan nasional tersebut.
Latihan Soal Pahlawan Nasional Indonesia
Ada 25 soal terkait pahlawan nasional Indonesia sebagai materi IPAS kelas 6
SD/MI semester 1 (ganjil) Kurikulum Merdeka Edisi Revisi.
Semua soal sudah lengkap dengan kunci jawaban untuk memudahkan teman- teman
dalam belajar. Baik, langsung saja yaa, beirkut latihan soalnya,
Latihan Soal Pahlawan Nasional Indonesia: IPAS Edisi Revisi Kelas 6 SD/MI Semester 1 (Ganjil) Bab 3 Jejak Sang Pahlawan
1. Ki Hajar Dewantara mendirikan lembaga pendidikan nasional pertama yang
menggunakan bahasa Indonesia sebagai pengantar pada tahun 1922 yang
bernama...
A. Budi Utomo
B. Taman Siswa
C. Indische Partij
D. STOVIA
2. Semboyan pendidikan Ki Hajar Dewantara yang hingga kini menjadi motto
Kementerian Pendidikan Indonesia adalah...
A. Si Tou Timou Tumou Tou
B. Waja Sampai Kaputing
C. Tut Wuri Handayani
D. Bhinneka Tunggal Ika
3. Artikel terkenal yang ditulis Ki Hajar Dewantara pada tahun 1913 yang
mengkritik keras pemerintah Belanda berjudul...
A. Een Eereschuld
B. Max Havelaar
C. Als Ik Eens Nederlander Was
D. De Locomotief
4. Sebagai penghormatan atas jasa Ki Hajar Dewantara di bidang pendidikan,
tanggal kelahirannya diperingati setiap tahun sebagai...
A. Hari Kemerdekaan Indonesia
B. Hari Pendidikan Nasional
C. Hari Pahlawan
D. Hari Kebangkitan Nasional
5. Sam Ratulangi merupakan salah satu orang Indonesia pertama yang berhasil
meraih gelar doktor di luar negeri, tepatnya dalam bidang...
A. Hukum dan Politik
B. Kedokteran dan Biologi
C. Matematika dan Fisika
D. Sejarah dan Sastra
6. Semboyan terkenal Sam Ratulangi yang berarti "Manusia hidup untuk
menghidupkan manusia lain" adalah...
A. Waja Sampai Kaputing
B. Si Tou Timou Tumou Tou
C. Tut Wuri Handayani
D. Bhinneka Tunggal Ika
7. Setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia tahun 1945, Sam Ratulangi
diangkat oleh Presiden Soekarno untuk menjabat sebagai...
A. Menteri Pendidikan Indonesia pertama
B. Gubernur Sulawesi pertama
C. Panglima Angkatan Darat pertama
D. Ketua BPUPKI
8. Pattimura memimpin perlawanan rakyat Maluku melawan Belanda pada tahun
1817 yang ditandai dengan perebutan...
A. Benteng Rotterdam di Makassar
B. Benteng Duurstede di Saparua
C. Benteng Van den Bosch di Ngawi
D. Benteng Marlborough di Bengkulu
9. Pattimura akhirnya ditangkap dan dihukum oleh Belanda dengan cara...
A. Diasingkan ke Belanda
B. Diasingkan ke Papua
C. Dihukum gantung di Ambon
D. Ditahan di Benteng Rotterdam
10. Pangeran Antasari memimpin Perang Banjar melawan Belanda di Kalimantan
Selatan. Perang ini diawali dengan serangan terhadap...
A. Benteng Duurstede
B. Tambang batu bara Belanda di Pengaron
C. Kantor pemerintahan Belanda di Banjarmasin
D. Pelabuhan dagang Belanda di Kotabaru
11. Semboyan Pangeran Antasari "Waja Sampai Kaputing" memiliki arti...
A. Manusia hidup untuk menghidupkan manusia lain
B. Di depan memberi contoh
C. Baja sampai ke ujung (tekad berjuang tanpa menyerah)
D. Merdeka atau mati
12. I Gusti Ngurah Rai gugur dalam sebuah pertempuran heroik yang dikenal
dengan nama Pertempuran Marga pada tanggal 20 November 1946. Pertempuran ini
terjadi di...
A. Denpasar, Bali
B. Karangasem, Bali
C. Desa Marga, Tabanan, Bali
D. Singaraja, Bali
13. Jenis pertempuran yang dilakukan I Gusti Ngurah Rai dan pasukannya di
Marga, di mana mereka bertempur sampai titik darah penghabisan tanpa
menyerah, disebut...
A. Perang gerilya
B. Perang puputan
C. Perang saudara
D. Perang parit
14. Sultan Hasanuddin mendapat julukan "Ayam Jantan dari Timur" karena...
A. Ia suka memelihara ayam jantan di istananya
B. Keberaniannya dan kehebatannya dalam memimpin pertempuran melawan Belanda
sehingga membuat Belanda kagum sekaligus kewalahan
C. Ia berasal dari wilayah timur Indonesia dan suka bernyanyi
D. Ia adalah raja pertama dari Sulawesi yang pernah mengunjungi Belanda
15. Perjanjian yang dipaksakan Belanda kepada Sultan Hasanuddin pada tahun
1667 yang sangat merugikan Kerajaan Gowa adalah Perjanjian...
A. Bongaya
B. Saragosa
C. Giyanti
D. Tuntang
16. Teuku Umar pernah melakukan strategi cerdik dengan berpura-pura menyerah
kepada Belanda, menerima senjata, lalu membelot kembali untuk melawan
Belanda. Peristiwa ini oleh Belanda disebut...
A. Perang Puputan
B. Verraad van Teuku Umar
C. Perang Gerilya Aceh
D. Perlawanan Rakyat Aceh
17. Cut Nyak Dhien terus berjuang melawan Belanda meskipun kondisi fisiknya
sudah sangat lemah. Penyakit yang diderita Cut Nyak Dhien saat masih
berjuang di hutan Aceh adalah...
A. Malaria dan TBC
B. Penyakit encok (rematik) dan rabun mata
C. Influenza dan pneumonia
D. Diabetes dan gangguan jantung
18. Setelah ditangkap oleh Belanda, Cut Nyak Dhien diasingkan ke...
A. Makassar, Sulawesi Selatan
B. Pulau Banda, Maluku
C. Sumedang, Jawa Barat
D. Batavia (Jakarta)
19. Perang Jawa yang dipimpin Pangeran Diponegoro berlangsung selama...
A. 2 tahun (1823-1825)
B. 5 tahun (1825-1830)
C. 10 tahun (1825-1835)
D. 3 tahun (1827-1830)
20. Perang Jawa dipicu salah satunya oleh tindakan Belanda yang membangun
jalan melewati tanah dan makam leluhur Pangeran Diponegoro di daerah...
A. Magelang
B. Tegalrejo
C. Semarang
D. Surakarta
21. Cara curang yang dilakukan Belanda untuk menangkap Pangeran Diponegoro
pada tahun 1830 adalah...
A. Menyerang secara tiba-tiba saat ia tidur
B. Mengepung tempat persembunyiannya di hutan
C. Mengajak berunding lalu menangkapnya saat perundingan di Magelang
D. Membeli informasi dari pengkhianat untuk menemukan lokasi
persembunyiannya
22. Setelah ditangkap, Pangeran Diponegoro diasingkan dan menghabiskan sisa
hidupnya di...
A. Sumedang, Jawa Barat
B. Benteng Rotterdam, Makassar
C. Pulau Banda, Maluku
D. Batavia (Jakarta)
23. Dari kesembilan pahlawan yang dipelajari, terdapat dua pahlawan yang
berasal dari Aceh dan berjuang bersama dalam Perang Aceh melawan Belanda.
Keduanya adalah...
A. Ki Hajar Dewantara dan Sam Ratulangi
B. Pattimura dan Pangeran Antasari
C. Teuku Umar dan Cut Nyak Dhien
D. Sultan Hasanuddin dan I Gusti Ngurah Rai
24. Perhatikan daftar semboyan dan tokoh berikut:
(1) "Tut Wuri Handayani" → Ki Hajar Dewantara
(2) "Si Tou Timou Tumou Tou" → Sam Ratulangi
(3) "Waja Sampai Kaputing" → Sultan Hasanuddin
(4) "Ayam Jantan dari Timur" → I Gusti Ngurah Rai
Pasangan semboyan dan tokoh yang BENAR adalah...
A. (1) dan (2)
B. (1), (2), dan (3)
C. (3) dan (4)
D. Semua benar
25. Dari kesembilan pahlawan yang kamu pelajari, mereka berasal dari
berbagai daerah dan latar belakang berbeda, namun semuanya memiliki satu
tujuan yang sama. Berdasarkan pemahaman kamu, nilai paling penting yang bisa
diteladani dari semua pahlawan tersebut dan relevan untuk diterapkan dalam
kehidupan sehari-hari sebagai pelajar Indonesia adalah...
A. Berani berkelahi dan tidak mau mengalah dalam situasi apa pun
B. Semangat pantang menyerah, rela berkorban untuk kepentingan bersama, dan
mencintai tanah air dalam bentuk yang sesuai dengan peran kita
masing-masing, termasuk dengan belajar sungguh-sungguh
C. Hanya menghafal nama dan tanggal lahir pahlawan agar mendapat nilai bagus
D. Meniru cara berpakaian dan gaya hidup para pahlawan agar terlihat
patriotik
Demikian Latihan Soal Pahlawan Nasional Indonesia materi IPAS kelas 6 SD/MI semester 1 Bab 3 Jejak Sang Pahlawan. Semoga latihan soal ini dapat melengkapi bahan teman- teman dalam belajar.
Hai sahabat AhzaaNet, selamat datang kembali di blog pembelajaran kami. Pada
kali ini, kita akan belajar materi IPAS Kelas 6 SD/MI Edisi Revisi 2025 dengan
topik Pahlawan Nasional Indonesia. Materi ini merupakan bagian dari pembahasan
bab 3 Jejak Sang Pahlawan.
Rangkuman Materi Pahlawan Nasional Indonesia
Pada pembahasan singkat melalui rangkuman berikut ini akan dijabarkan tentang
beberapa pahlawan nasional Indonesia dari masa kerajaan hingga masa
kemerdekaan.
Baik, langsung saja ya, berikut beberapa pahlawan nasional Indonesia beserta
perannya dalam perjuangan bangsa Indonesia.
Ki Hajar Dewantara
Nama Lengkap Ki Hajar Dewantara adalah Raden Mas Soewardi Soerjaningrat
Ki Hajar Dewantara lahir di Yogyakarta, 2 Mei 1889
Ki Hajar Dewantara mendapatkan gelar Bapak Pendidikan Nasional Indonesia
Ki Hajar Dewantara lahir dari keluarga bangsawan Jawa. Sejak kecil ia
mendapat pendidikan yang baik dan sempat mengenyam pendidikan kedokteran di
STOVIA (sekolah dokter Belanda di Batavia) meskipun tidak tamat karena
sakit. Ia kemudian terjun ke dunia jurnalistik dan pergerakan nasional.
Ki Hajar Dewantara dikenal sebagai pejuang melalui pendidikan dan tulisan.
Ia aktif dalam organisasi Budi Utomo (1908) dan mendirikan Indische Partij
(1912) bersama Douwes Dekker dan Cipto Mangunkusumo.
Pada tahun 1913, ia menulis artikel terkenal berjudul "Als Ik Eens
Nederlander Was" (Seandainya Aku Seorang Belanda) yang mengkritik keras
pemerintah Belanda yang merayakan kemerdekaannya sendiri di tanah jajahan.
Artikel ini menyebabkan ia diasingkan ke Belanda.
Sekembalinya dari Belanda pada tahun 1919, ia mendirikan Taman Siswa pada
tanggal 3 Juli 1922 di Yogyakarta. Taman Siswa adalah lembaga pendidikan
nasional pertama yang menggunakan bahasa Indonesia sebagai pengantar dan
bertujuan mencerdaskan rakyat Indonesia tanpa membedakan status sosial.
Ki Hajar Dewantara mengemukakan semboyan Terkenal yaitu "Ing Ngarsa Sung
Tuladha" (Di depan memberi contoh), "Ing Madya Mangun Karsa" (Di tengah
memberi semangat), "Tut Wuri Handayani" (Di belakang memberi dorongan)
Ki Hajar Dewantara wafat pada tanggal 26 April 1959 di Yogyakarta. Sebagai penghormatan atas jasanya, tanggal kelahirannya 2 Mei ditetapkan sebagai Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas).
Sam Ratulangi
Nama Lengkap Sam Ratulangi adalah Gerungan Saul Samuel Jacob Ratulangi
Tempat & Tanggal Lahir yaitu Tondano, Minahasa, Sulawesi Utara, 5
November 1890
Sam Ratulangi mendapat julukan "Soekarno-nya Sulawesi" / Pahlawan dari
Sulawesi
Sam Ratulangi tumbuh dalam keluarga yang sangat menghargai pendidikan. Ia
merupakan anak yang cerdas dan berhasil menyelesaikan studi di Belanda
dengan meraih gelar Doktor (Ph.D) dalam bidang Matematika dan Fisika dari
Universitas Zurich, Swiss, menjadikannya salah satu orang Indonesia pertama
yang meraih gelar doktor.
Sam Ratulangi adalah sosok pejuang yang mengandalkan kecerdasan dan
diplomasi. Ia aktif dalam berbagai organisasi pergerakan nasional dan selalu
berjuang agar Sulawesi dan seluruh kepulauan Indonesia menjadi satu kesatuan
yang merdeka.
Sam Ratulangi aktif dalam berbagai aktifitas pergerakan seperti Budi Utomo
dan berbagai pergerakan nasional. Selain itu juga menjadi anggota BPUPKI
(Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia) yang merumuskan
dasar-dasar kemerdekaan Indonesia
Setelah proklamasi kemerdekaan, ia diangkat sebagai Gubernur Sulawesi
pertama oleh Presiden Soekarno pada tahun 1945
Terkenal dengan semboyan "Si Tou Timou Tumou Tou" yang berarti "Manusia
hidup untuk menghidupkan manusia lain"
Ketika Belanda kembali menguasai Sulawesi, Sam Ratulangi ditangkap dan
diasingkan ke Papua (Serui) oleh Belanda karena dianggap berbahaya. Ia wafat
dalam pengasingan pada tanggal 30 Juli 1949 di Jakarta.
Pattimura
Nama Lengkap Pattimura adalah Thomas Matulessy (dikenal sebagai Pattimura)
Tempat & Tanggal Lahir di Haria, Pulau Saparua, Maluku, 8 Juni 1783
Thomas Matulessy lahir dari keluarga pejuang di Maluku. Ia pernah menjadi
prajurit dalam pasukan Inggris sebelum akhirnya Maluku kembali dikuasai
Belanda. Pengalamannya sebagai prajurit membuatnya memiliki kemampuan
militer yang kuat dan jiwa kepemimpinan yang disegani rakyat Maluku.
Pattimura memimpin Perlawanan Rakyat Maluku melawan penjajahan Belanda pada
tahun 1817. Perlawanan ini dipicu oleh kebijakan Belanda yang sangat
menyengsarakan rakyat Maluku, seperti monopoli perdagangan rempah-rempah,
kerja paksa, dan pajak yang mencekik.
Pada tanggal 15 Mei 1817, Pattimura bersama rakyat Maluku berhasil merebut
dan menduduki Benteng Duurstede di Saparua dari tangan Belanda
Ia juga mendapat dukungan dari pahlawan wanita Maluku, Christina Martha
Tiahahu, yang turut berjuang bersamanya
Perlawanan Pattimura membuat Belanda kewalahan dan mengirimkan pasukan besar
untuk memadamkan perlawanan tersebut
Pattimura akhirnya berhasil ditangkap oleh Belanda akibat pengkhianatan. Ia
kemudian diadili oleh pemerintah kolonial Belanda dan dihukum gantung pada
tanggal 16 Desember 1817 di Ambon.
Pangeran Antasari
Nama Lengkap Pangeran Antasari adalah Gusti Inu Kartapati / Pangeran
Antasari
Tempat & Tanggal Lahir Pangeran Antasari adalah Kayu Tangi, Banjar,
Kalimantan Selatan, sekitar tahun 1809
Julukan dari Pangeran Antasari adalah Pahlawan dari Kalimantan / "Waja
Sampai Kaputing"
Pangeran Antasari adalah keturunan bangsawan Kesultanan Banjar di Kalimantan
Selatan. Sejak kecil ia dikenal sebagai pribadi yang berani, tegas, dan
sangat mencintai rakyatnya. Ia tumbuh menyaksikan bagaimana Belanda semakin
mencampuri urusan dalam Kesultanan Banjar.
Pangeran Antasari memimpin Perang Banjar (1859-1906), yaitu perlawanan
rakyat Banjar melawan penjajahan Belanda di Kalimantan Selatan. Perang ini
adalah salah satu perang terlama dalam sejarah perlawanan terhadap Belanda
di Indonesia.
Pada tanggal 28 April 1859, Pangeran Antasari menyerang tambang batu bara
Belanda di Pengaron yang menandai dimulainya Perang Banjar secara
besar-besaran
Ia menggunakan taktik gerilya di hutan-hutan Kalimantan yang lebat untuk
melawan pasukan Belanda
Semboyannya yang terkenal: "Waja Sampai Kaputing" artinya "Baja sampai ke
ujung" yang menggambarkan tekadnya untuk terus berjuang tanpa menyerah
Pangeran Antasari tidak pernah menyerah kepada Belanda. Ia wafat karena
penyakit cacar pada tanggal 11 Oktober 1862 di tengah hutan saat masih
memimpin perlawanan. Meskipun Pangeran Antasari telah wafat, Perang Banjar
terus berlanjut dipimpin oleh para pengikutnya hingga tahun 1906.
I Gusti Ngurah Rai
I Gusti Ngurah Rai lahir di Carangsari, Badung, Bali, 30 Januari 1917
I Gusti Ngurah Rai lahir dari keluarga bangsawan Bali yang terpandang. Sejak
muda ia sudah menunjukkan bakat kepemimpinan dan keberanian. Ia menempuh
pendidikan militer dan menjadi perwira yang disegani. Ia sangat mencintai
tanah airnya dan sejak awal bercita-cita untuk membebaskan Bali dan
Indonesia dari penjajahan.
I Gusti Ngurah Rai adalah pemimpin perlawanan rakyat Bali melawan Belanda
setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia tahun 1945. Ia memimpin pasukan
yang dikenal sebagai "Ciung Wanara".
Peristiwa paling heroik I Gusti Ngurah Rai adalah Pertempuran Marga yang
terjadi pada tanggal 20 November 1946 di Desa Marga, Tabanan, Bali
Dalam pertempuran tersebut, I Gusti Ngurah Rai bersama sekitar 96 pasukannya
memilih untuk bertempur habis-habisan melawan pasukan Belanda yang jauh
lebih besar dan modern. Ia menolak menyerah meskipun dikepung dan
persenjataannya kalah jauh
Dalam pertempuran itu, ia dan seluruh pasukannya gugur dalam perang puputan
(perang sampai titik darah penghabisan) di Marga
I Gusti Ngurah Rai gugur sebagai pahlawan dalam Pertempuran Marga pada
tanggal 20 November 1946 dalam usia 29 tahun.
Sultan Hasanuddin
Sultan Hasanuddin memiliki nama Lengkap I Mallombasi Muhammad Bakir Daeng
Mattawang Karaeng Bonto Mangepe Sultan Hasanuddin
Sultan Hasanuddin lahir di Makassar, Sulawesi Selatan, 12 Januari 1631
Sultan Hasanuddin mendapat julukan "Ayam Jantan dari Timur" (julukan dari
Belanda sendiri)
Sultan Hasanuddin adalah putra dari Raja Gowa ke-15, Sultan Malikussaid.
Sejak kecil ia mendapat pendidikan kerajaan yang baik dan dilatih menjadi
pemimpin yang bijaksana dan tangguh. Ia naik takhta menjadi Raja Gowa ke-16
pada tahun 1653 dalam usia 22 tahun.
Sultan Hasanuddin memimpin Kerajaan Gowa di Sulawesi Selatan dalam
perlawanan sengit melawan Belanda (VOC). Ia dikenal sebagai pemimpin perang
yang sangat berani dan cerdas sehingga pihak Belanda sendiri menjulukinya
"De Haantjes van het Oosten" atau "Ayam Jantan dari Timur".
Sultan Hasanuddin menolak keras monopoli perdagangan yang dipaksakan oleh
Belanda (VOC) di wilayah Sulawesi dan kawasan timur Indonesia
Memimpin perlawanan militer yang sangat gigih dan membuat Belanda kewalahan
selama bertahun-tahun
Belanda akhirnya mengirimkan pasukan besar di bawah Laksamana Cornelis
Speelman untuk menaklukkan Gowa
Setelah perang panjang dan melelahkan, Sultan Hasanuddin dipaksa
menandatangani Perjanjian Bongaya pada tahun 1667 yang sangat merugikan
Kerajaan Gowa
Setelah dipaksa menandatangani Perjanjian Bongaya, Sultan Hasanuddin tetap
berusaha melakukan perlawanan kecil-kecilan. Namun kondisinya semakin lemah
dan akhirnya ia turun takhta pada tahun 1669. Ia wafat pada tanggal 12 Juni
1670 di Makassar. Ia dinobatkan sebagai Pahlawan Nasional dan namanya
diabadikan dalam berbagai institusi di Sulawesi Selatan, termasuk
Universitas Hasanuddin dan Bandara Hasanuddin di Makassar.
Teuku Umar
Nama Lengkap Teuku Umar adalah Teuku Umar Johan Pahlawan
Teuku Umar lahir di Meulaboh, Aceh Barat tahun 1854
Teuku Umar lahir dari keluarga bangsawan Aceh. Sejak muda ia dikenal sebagai
pemuda yang berani dan memiliki jiwa kepemimpinan yang kuat. Ia tumbuh di
tengah situasi Aceh yang sedang berjuang menghadapi invasi Belanda yang
dimulai sejak tahun 1873.
Teuku Umar adalah salah satu pemimpin perlawanan Perang Aceh melawan Belanda
yang paling cerdik dan gigih. Ia terkenal dengan strategi perlawanannya yang
sangat taktis.
Teuku Umar pernah melakukan strategi berpura-pura menyerah kepada Belanda
pada tahun 1893, bahkan sempat diberi pangkat dan senjata oleh Belanda.
Namun pada tahun 1896, ia membelot kembali dan membawa serta senjata-senjata
tersebut untuk melawan Belanda. Peristiwa ini dikenal sebagai "Verraad van
Teuku Umar" (Pengkhianatan Teuku Umar) oleh Belanda
Ia berjuang bersama istrinya yang terkenal, Cut Nyak Dhien, yang juga
merupakan pejuang tangguh
Menggunakan taktik gerilya yang sangat efektif di hutan-hutan Aceh
Teuku Umar gugur dalam pertempuran pada tanggal 11 Februari 1899 di
Meulaboh, Aceh, setelah pasukannya dikepung dan diserang oleh Belanda
berdasarkan informasi dari pengkhianat. Ia dinobatkan sebagai Pahlawan
Nasional oleh pemerintah Indonesia.
Cut Nyak Dhien
Cut Nyak Dhien lahir di Lampadang, Aceh Besar tahun 1848
Cut Nyak Dhien lahir dari keluarga bangsawan Aceh yang terpandang. Ia
menikah pertama kali dengan Teuku Ibrahim Lamnga, seorang pemimpin perang
Aceh. Suaminya gugur dalam pertempuran melawan Belanda pada tahun 1878,
meninggalkan Cut Nyak Dhien dengan tekad yang semakin membara untuk melawan
penjajah.
Setelah suami pertamanya gugur, Cut Nyak Dhien kemudian menikah dengan Teuku
Umar dan bersama-sama berjuang melawan Belanda di hutan-hutan Aceh selama
bertahun-tahun. Ia adalah simbol ketangguhan dan keberanian wanita Aceh.
Setelah Teuku Umar gugur pada tahun 1899, Cut Nyak Dhien tetap melanjutkan
perlawanan meskipun kondisi fisiknya semakin melemah akibat penyakit encok
(rematik) dan rabun mata yang parah
Ia terus berpindah-pindah di hutan Aceh sambil memimpin sisa-sisa pasukan
perlawanan
Akhirnya ia ditangkap oleh Belanda pada tahun 1905 setelah salah satu
pengikutnya, Pang Laot, memberitahu keberadaannya kepada Belanda karena
kasihan melihat kondisi Cut Nyak Dhien yang sangat lemah dan sakit
Setelah ditangkap, Cut Nyak Dhien diasingkan oleh Belanda ke Sumedang, Jawa
Barat. Ia wafat dalam pengasingan pada tanggal 6 November 1908 di
Sumedang.
Pangeran Diponegoro
Nama Lengkap Pangeran Diponegoro adalah Raden Mas Ontowiryo / Pangeran
Diponegoro
Tempat & Tanggal Lahir Pangeran Diponegoro adalah Yogyakarta, 11
November 1785
Pangeran Diponegoro adalah putra sulung dari Sultan Hamengkubuwono III dari
Kesultanan Yogyakarta. Meskipun berdarah bangsawan, ia lebih suka
menghabiskan waktu bersama rakyat kecil dan para ulama di pedesaan Jawa. Ia
tumbuh menjadi pribadi yang sangat religius, sederhana, dan sangat dekat
dengan rakyat biasa sehingga dicintai oleh rakyat Jawa.
Pangeran Diponegoro memimpin Perang Jawa (1825-1830), yang merupakan salah
satu perang terbesar dan paling menelan korban dalam sejarah kolonial
Belanda di Indonesia.
Perang pecah karena puncak kemarahan Diponegoro ketika Belanda membangun
jalan yang melewati tanah miliknya dan makam leluhurnya di Tegalrejo tanpa
izin pada tahun 1825
Ia mendapat dukungan luar biasa dari rakyat Jawa, para ulama, dan bangsawan
yang juga muak dengan campur tangan Belanda dalam urusan Kesultanan
Menggunakan taktik gerilya yang sangat efektif sehingga membuat Belanda
kewalahan selama lima tahun
Belanda mengalami kerugian besar: lebih dari 8.000 tentara Belanda dan
200.000 rakyat Jawa gugur selama perang berlangsung
Akhirnya Belanda menggunakan cara licik dengan mengajak Diponegoro
berunding, namun dalam perundingan di Magelang pada tahun 1830, ia justru
ditangkap secara curang
Setelah ditangkap secara curang, Pangeran Diponegoro diasingkan ke Makassar,
Sulawesi Selatan dan ditahan di Benteng Rotterdam. Ia menghabiskan sisa
hidupnya dalam pengasingan dan wafat pada tanggal 8 Januari 1855 di
Makassar.
Demikian rangkuman materi pahlawan nasional Indonesia materi IPAS kelas 6 SD/MI semester 1 bab 3 Jejak sang Pahlawan. Jangan lewatkan latihan soal untuk materi ini di posting berikutnya.