Rangkuman Materi Pahlawan Nasional Indonesia: IPAS Edisi Revisi Kelas 6 SD/MI Semester 1 (Ganjil) Bab 3 Jejak Sang Pahlawan - Ahzaa.Net

Rangkuman Materi Pahlawan Nasional Indonesia: IPAS Edisi Revisi Kelas 6 SD/MI Semester 1 (Ganjil) Bab 3 Jejak Sang Pahlawan

Rangkuman Materi Pahlawan Nasional Indonesia: IPAS Edisi Revisi Kelas 6 SD/MI Semester 1 (Ganjil) Bab 3 Jejak Sang Pahlawan

Hai sahabat AhzaaNet, selamat datang kembali di blog pembelajaran kami. Pada kali ini, kita akan belajar materi IPAS Kelas 6 SD/MI Edisi Revisi 2025 dengan topik Pahlawan Nasional Indonesia. Materi ini merupakan bagian dari pembahasan bab 3 Jejak Sang Pahlawan. 

Rangkuman Materi Pahlawan Nasional Indonesia: IPAS Edisi Revisi Kelas 6
Rangkuman Materi Pahlawan Nasional Indonesia


Pada pembahasan singkat melalui rangkuman berikut ini akan dijabarkan tentang beberapa pahlawan nasional Indonesia dari masa kerajaan hingga masa kemerdekaan. 

Baik, langsung saja ya, berikut beberapa pahlawan nasional Indonesia beserta perannya dalam perjuangan bangsa Indonesia. 

Ki Hajar Dewantara 

  1. Nama Lengkap Ki Hajar Dewantara adalah Raden Mas Soewardi Soerjaningrat
  2. Ki Hajar Dewantara lahir di  Yogyakarta, 2 Mei 1889
  3. Ki Hajar Dewantara mendapatkan gelar Bapak Pendidikan Nasional Indonesia
  4. Ki Hajar Dewantara lahir dari keluarga bangsawan Jawa. Sejak kecil ia mendapat pendidikan yang baik dan sempat mengenyam pendidikan kedokteran di STOVIA (sekolah dokter Belanda di Batavia) meskipun tidak tamat karena sakit. Ia kemudian terjun ke dunia jurnalistik dan pergerakan nasional.
  5. Ki Hajar Dewantara dikenal sebagai pejuang melalui pendidikan dan tulisan. Ia aktif dalam organisasi Budi Utomo (1908) dan mendirikan Indische Partij (1912) bersama Douwes Dekker dan Cipto Mangunkusumo.
  6. Pada tahun 1913, ia menulis artikel terkenal berjudul "Als Ik Eens Nederlander Was" (Seandainya Aku Seorang Belanda) yang mengkritik keras pemerintah Belanda yang merayakan kemerdekaannya sendiri di tanah jajahan. Artikel ini menyebabkan ia diasingkan ke Belanda.
  7. Sekembalinya dari Belanda pada tahun 1919, ia mendirikan Taman Siswa pada tanggal 3 Juli 1922 di Yogyakarta. Taman Siswa adalah lembaga pendidikan nasional pertama yang menggunakan bahasa Indonesia sebagai pengantar dan bertujuan mencerdaskan rakyat Indonesia tanpa membedakan status sosial.
  8. Ki Hajar Dewantara mengemukakan semboyan Terkenal yaitu "Ing Ngarsa Sung Tuladha" (Di depan memberi contoh), "Ing Madya Mangun Karsa" (Di tengah memberi semangat), "Tut Wuri Handayani" (Di belakang memberi dorongan)
  9. Ki Hajar Dewantara wafat pada tanggal 26 April 1959 di Yogyakarta. Sebagai penghormatan atas jasanya, tanggal kelahirannya 2 Mei ditetapkan sebagai Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas).

Sam Ratulangi 

  1. Nama Lengkap Sam Ratulangi adalah Gerungan Saul Samuel Jacob Ratulangi
  2. Tempat & Tanggal Lahir yaitu Tondano, Minahasa, Sulawesi Utara, 5 November 1890
  3. Sam Ratulangi mendapat julukan "Soekarno-nya Sulawesi" / Pahlawan dari Sulawesi
  4. Sam Ratulangi tumbuh dalam keluarga yang sangat menghargai pendidikan. Ia merupakan anak yang cerdas dan berhasil menyelesaikan studi di Belanda dengan meraih gelar Doktor (Ph.D) dalam bidang Matematika dan Fisika dari Universitas Zurich, Swiss, menjadikannya salah satu orang Indonesia pertama yang meraih gelar doktor.
  5. Sam Ratulangi adalah sosok pejuang yang mengandalkan kecerdasan dan diplomasi. Ia aktif dalam berbagai organisasi pergerakan nasional dan selalu berjuang agar Sulawesi dan seluruh kepulauan Indonesia menjadi satu kesatuan yang merdeka.
  6. Sam Ratulangi aktif dalam berbagai aktifitas pergerakan seperti Budi Utomo dan berbagai pergerakan nasional. Selain itu juga menjadi anggota BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia) yang merumuskan dasar-dasar kemerdekaan Indonesia
  7. Setelah proklamasi kemerdekaan, ia diangkat sebagai Gubernur Sulawesi pertama oleh Presiden Soekarno pada tahun 1945
  8. Terkenal dengan semboyan "Si Tou Timou Tumou Tou" yang berarti "Manusia hidup untuk menghidupkan manusia lain"
  9. Ketika Belanda kembali menguasai Sulawesi, Sam Ratulangi ditangkap dan diasingkan ke Papua (Serui) oleh Belanda karena dianggap berbahaya. Ia wafat dalam pengasingan pada tanggal 30 Juli 1949 di Jakarta.

Pattimura 

  1. Nama Lengkap Pattimura adalah Thomas Matulessy (dikenal sebagai Pattimura)
  2. Tempat & Tanggal Lahir di Haria, Pulau Saparua, Maluku, 8 Juni 1783
  3. Thomas Matulessy lahir dari keluarga pejuang di Maluku. Ia pernah menjadi prajurit dalam pasukan Inggris sebelum akhirnya Maluku kembali dikuasai Belanda. Pengalamannya sebagai prajurit membuatnya memiliki kemampuan militer yang kuat dan jiwa kepemimpinan yang disegani rakyat Maluku.
  4. Pattimura memimpin Perlawanan Rakyat Maluku melawan penjajahan Belanda pada tahun 1817. Perlawanan ini dipicu oleh kebijakan Belanda yang sangat menyengsarakan rakyat Maluku, seperti monopoli perdagangan rempah-rempah, kerja paksa, dan pajak yang mencekik.
  5. Pada tanggal 15 Mei 1817, Pattimura bersama rakyat Maluku berhasil merebut dan menduduki Benteng Duurstede di Saparua dari tangan Belanda
  6. Ia juga mendapat dukungan dari pahlawan wanita Maluku, Christina Martha Tiahahu, yang turut berjuang bersamanya
  7. Perlawanan Pattimura membuat Belanda kewalahan dan mengirimkan pasukan besar untuk memadamkan perlawanan tersebut
  8. Pattimura akhirnya berhasil ditangkap oleh Belanda akibat pengkhianatan. Ia kemudian diadili oleh pemerintah kolonial Belanda dan dihukum gantung pada tanggal 16 Desember 1817 di Ambon. 

Pangeran Antasari 

  1. Nama Lengkap Pangeran Antasari adalah Gusti Inu Kartapati / Pangeran Antasari
  2. Tempat & Tanggal Lahir Pangeran Antasari adalah Kayu Tangi, Banjar, Kalimantan Selatan, sekitar tahun 1809
  3. Julukan dari Pangeran Antasari adalah Pahlawan dari Kalimantan / "Waja Sampai Kaputing"
  4. Pangeran Antasari adalah keturunan bangsawan Kesultanan Banjar di Kalimantan Selatan. Sejak kecil ia dikenal sebagai pribadi yang berani, tegas, dan sangat mencintai rakyatnya. Ia tumbuh menyaksikan bagaimana Belanda semakin mencampuri urusan dalam Kesultanan Banjar.
  5. Pangeran Antasari memimpin Perang Banjar (1859-1906), yaitu perlawanan rakyat Banjar melawan penjajahan Belanda di Kalimantan Selatan. Perang ini adalah salah satu perang terlama dalam sejarah perlawanan terhadap Belanda di Indonesia.
  6. Pada tanggal 28 April 1859, Pangeran Antasari menyerang tambang batu bara Belanda di Pengaron yang menandai dimulainya Perang Banjar secara besar-besaran
  7. Ia menggunakan taktik gerilya di hutan-hutan Kalimantan yang lebat untuk melawan pasukan Belanda
  8. Semboyannya yang terkenal: "Waja Sampai Kaputing" artinya "Baja sampai ke ujung" yang menggambarkan tekadnya untuk terus berjuang tanpa menyerah
  9. Pangeran Antasari tidak pernah menyerah kepada Belanda. Ia wafat karena penyakit cacar pada tanggal 11 Oktober 1862 di tengah hutan saat masih memimpin perlawanan. Meskipun Pangeran Antasari telah wafat, Perang Banjar terus berlanjut dipimpin oleh para pengikutnya hingga tahun 1906.

I Gusti Ngurah Rai 

  1. I Gusti Ngurah Rai  lahir di Carangsari, Badung, Bali, 30 Januari 1917
  2. I Gusti Ngurah Rai lahir dari keluarga bangsawan Bali yang terpandang. Sejak muda ia sudah menunjukkan bakat kepemimpinan dan keberanian. Ia menempuh pendidikan militer dan menjadi perwira yang disegani. Ia sangat mencintai tanah airnya dan sejak awal bercita-cita untuk membebaskan Bali dan Indonesia dari penjajahan.
  3. I Gusti Ngurah Rai adalah pemimpin perlawanan rakyat Bali melawan Belanda setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia tahun 1945. Ia memimpin pasukan yang dikenal sebagai "Ciung Wanara".
  4. Peristiwa paling heroik I Gusti Ngurah Rai adalah Pertempuran Marga yang terjadi pada tanggal 20 November 1946 di Desa Marga, Tabanan, Bali
  5. Dalam pertempuran tersebut, I Gusti Ngurah Rai bersama sekitar 96 pasukannya memilih untuk bertempur habis-habisan melawan pasukan Belanda yang jauh lebih besar dan modern. Ia menolak menyerah meskipun dikepung dan persenjataannya kalah jauh
  6. Dalam pertempuran itu, ia dan seluruh pasukannya gugur dalam perang puputan (perang sampai titik darah penghabisan) di Marga
  7. I Gusti Ngurah Rai gugur sebagai pahlawan dalam Pertempuran Marga pada tanggal 20 November 1946 dalam usia 29 tahun.

Sultan Hasanuddin 

  1. Sultan Hasanuddin memiliki nama Lengkap I Mallombasi Muhammad Bakir Daeng Mattawang Karaeng Bonto Mangepe Sultan Hasanuddin
  2. Sultan Hasanuddin lahir di Makassar, Sulawesi Selatan, 12 Januari 1631
  3. Sultan Hasanuddin mendapat julukan "Ayam Jantan dari Timur" (julukan dari Belanda sendiri)
  4. Sultan Hasanuddin adalah putra dari Raja Gowa ke-15, Sultan Malikussaid. Sejak kecil ia mendapat pendidikan kerajaan yang baik dan dilatih menjadi pemimpin yang bijaksana dan tangguh. Ia naik takhta menjadi Raja Gowa ke-16 pada tahun 1653 dalam usia 22 tahun.
  5. Sultan Hasanuddin memimpin Kerajaan Gowa di Sulawesi Selatan dalam perlawanan sengit melawan Belanda (VOC). Ia dikenal sebagai pemimpin perang yang sangat berani dan cerdas sehingga pihak Belanda sendiri menjulukinya "De Haantjes van het Oosten" atau "Ayam Jantan dari Timur".
  6. Sultan Hasanuddin menolak keras monopoli perdagangan yang dipaksakan oleh Belanda (VOC) di wilayah Sulawesi dan kawasan timur Indonesia
  7. Memimpin perlawanan militer yang sangat gigih dan membuat Belanda kewalahan selama bertahun-tahun
  8. Belanda akhirnya mengirimkan pasukan besar di bawah Laksamana Cornelis Speelman untuk menaklukkan Gowa
  9. Setelah perang panjang dan melelahkan, Sultan Hasanuddin dipaksa menandatangani Perjanjian Bongaya pada tahun 1667 yang sangat merugikan Kerajaan Gowa
  10. Setelah dipaksa menandatangani Perjanjian Bongaya, Sultan Hasanuddin tetap berusaha melakukan perlawanan kecil-kecilan. Namun kondisinya semakin lemah dan akhirnya ia turun takhta pada tahun 1669. Ia wafat pada tanggal 12 Juni 1670 di Makassar. Ia dinobatkan sebagai Pahlawan Nasional dan namanya diabadikan dalam berbagai institusi di Sulawesi Selatan, termasuk Universitas Hasanuddin dan Bandara Hasanuddin di Makassar.

Teuku Umar

  1. Nama Lengkap Teuku Umar adalah Teuku Umar Johan Pahlawan
  2. Teuku Umar lahir di Meulaboh, Aceh Barat tahun 1854
  3. Teuku Umar lahir dari keluarga bangsawan Aceh. Sejak muda ia dikenal sebagai pemuda yang berani dan memiliki jiwa kepemimpinan yang kuat. Ia tumbuh di tengah situasi Aceh yang sedang berjuang menghadapi invasi Belanda yang dimulai sejak tahun 1873.
  4. Teuku Umar adalah salah satu pemimpin perlawanan Perang Aceh melawan Belanda yang paling cerdik dan gigih. Ia terkenal dengan strategi perlawanannya yang sangat taktis.
  5. Teuku Umar pernah melakukan strategi berpura-pura menyerah kepada Belanda pada tahun 1893, bahkan sempat diberi pangkat dan senjata oleh Belanda. Namun pada tahun 1896, ia membelot kembali dan membawa serta senjata-senjata tersebut untuk melawan Belanda. Peristiwa ini dikenal sebagai "Verraad van Teuku Umar" (Pengkhianatan Teuku Umar) oleh Belanda
  6. Ia berjuang bersama istrinya yang terkenal, Cut Nyak Dhien, yang juga merupakan pejuang tangguh
  7. Menggunakan taktik gerilya yang sangat efektif di hutan-hutan Aceh
  8. Teuku Umar gugur dalam pertempuran pada tanggal 11 Februari 1899 di Meulaboh, Aceh, setelah pasukannya dikepung dan diserang oleh Belanda berdasarkan informasi dari pengkhianat. Ia dinobatkan sebagai Pahlawan Nasional oleh pemerintah Indonesia.

Cut Nyak Dhien

  1. Cut Nyak Dhien lahir di Lampadang, Aceh Besar tahun 1848
  2. Cut Nyak Dhien lahir dari keluarga bangsawan Aceh yang terpandang. Ia menikah pertama kali dengan Teuku Ibrahim Lamnga, seorang pemimpin perang Aceh. Suaminya gugur dalam pertempuran melawan Belanda pada tahun 1878, meninggalkan Cut Nyak Dhien dengan tekad yang semakin membara untuk melawan penjajah.
  3. Setelah suami pertamanya gugur, Cut Nyak Dhien kemudian menikah dengan Teuku Umar dan bersama-sama berjuang melawan Belanda di hutan-hutan Aceh selama bertahun-tahun. Ia adalah simbol ketangguhan dan keberanian wanita Aceh.
  4. Setelah Teuku Umar gugur pada tahun 1899, Cut Nyak Dhien tetap melanjutkan perlawanan meskipun kondisi fisiknya semakin melemah akibat penyakit encok (rematik) dan rabun mata yang parah
  5. Ia terus berpindah-pindah di hutan Aceh sambil memimpin sisa-sisa pasukan perlawanan
  6. Akhirnya ia ditangkap oleh Belanda pada tahun 1905 setelah salah satu pengikutnya, Pang Laot, memberitahu keberadaannya kepada Belanda karena kasihan melihat kondisi Cut Nyak Dhien yang sangat lemah dan sakit
  7. Setelah ditangkap, Cut Nyak Dhien diasingkan oleh Belanda ke Sumedang, Jawa Barat. Ia wafat dalam pengasingan pada tanggal 6 November 1908 di Sumedang. 

Pangeran Diponegoro

  1. Nama Lengkap Pangeran Diponegoro adalah Raden Mas Ontowiryo / Pangeran Diponegoro
  2. Tempat & Tanggal Lahir Pangeran Diponegoro adalah Yogyakarta, 11 November 1785
  3. Pangeran Diponegoro adalah putra sulung dari Sultan Hamengkubuwono III dari Kesultanan Yogyakarta. Meskipun berdarah bangsawan, ia lebih suka menghabiskan waktu bersama rakyat kecil dan para ulama di pedesaan Jawa. Ia tumbuh menjadi pribadi yang sangat religius, sederhana, dan sangat dekat dengan rakyat biasa sehingga dicintai oleh rakyat Jawa.
  4. Pangeran Diponegoro memimpin Perang Jawa (1825-1830), yang merupakan salah satu perang terbesar dan paling menelan korban dalam sejarah kolonial Belanda di Indonesia.
  5. Perang pecah karena puncak kemarahan Diponegoro ketika Belanda membangun jalan yang melewati tanah miliknya dan makam leluhurnya di Tegalrejo tanpa izin pada tahun 1825
  6. Ia mendapat dukungan luar biasa dari rakyat Jawa, para ulama, dan bangsawan yang juga muak dengan campur tangan Belanda dalam urusan Kesultanan
  7. Menggunakan taktik gerilya yang sangat efektif sehingga membuat Belanda kewalahan selama lima tahun
  8. Belanda mengalami kerugian besar: lebih dari 8.000 tentara Belanda dan 200.000 rakyat Jawa gugur selama perang berlangsung
  9. Akhirnya Belanda menggunakan cara licik dengan mengajak Diponegoro berunding, namun dalam perundingan di Magelang pada tahun 1830, ia justru ditangkap secara curang
  10. Setelah ditangkap secara curang, Pangeran Diponegoro diasingkan ke Makassar, Sulawesi Selatan dan ditahan di Benteng Rotterdam. Ia menghabiskan sisa hidupnya dalam pengasingan dan wafat pada tanggal 8 Januari 1855 di Makassar. 

Demikian rangkuman materi pahlawan nasional Indonesia materi IPAS kelas 6 SD/MI semester 1 bab 3 Jejak sang Pahlawan. Jangan lewatkan latihan soal untuk materi ini di posting berikutnya. 

Semoga Bermanfaat.

Salam. 


Terima kasih sudah berkunjung dan belajar bersama kami. Silahkan tinggalkan komentar dengan nama dan url lengkap. Penyisipan link dalam kolom komentar tidak diperkenankan yaa...
Sekali lagi, terima kasih...
EmoticonEmoticon

Formulir Kontak