Hai sahabat AhzaaNet, selamat datang kembali yaa di blog pembelajaran kami.
Pada kesempatan ini, kita akan berlatih soal untuk mapel Matematika kelas 6
SD/MI semester 1 (ganjil) Kurikulum Merdeka Bab 1 Pecahan dan Desimal.
Soal Matematika SD
Materi Pecahan dan Desimal kelas 6 SD/MI sendiri memuat beberapa subtopik
materi diantaranya materi pecahan dan materi desimal. Adapun untuk materi
pecahan terdiri atas empat poin pokok materi yaitu sebagai berikut:
Perkalian Bilangan Asli dengan Pecahan
Perkalian Pecahan dengan Bilangan Asli
Pembagian Pecahan dengan Bilangan Asli
Pembagian Bilangan Asli dengan Pecahan
Sementara itu, untuk materi bilangan desimal memuat beberapa topik pokok yaitu
Membaca dan Menulis Pecahan Desimal
Mengubah Pecahan Biasa menjadi Bilangan Desimal
Mengubah Bilangan Desimal menjadi Pecahan Biasa Berpenyebut 10 dan 100
Membandingkan Bilangan Desimal
Mengurutkan Bilangan Desimal
Untuk membantu memudahkan sahabat AhzaaNet dalam memahami materi di atas
secara utuh, kami menyarankan agar teman- teman mempelajari konsep dasarnya
terlebih dahulu.
Sebagai pelengkap dari materi yang sudah dipelajari, kalian dapat berlatih
soal melalui postingan- postingan kami sebelumnya yang sudah memuat semua
topik materi tentang pecahan dan desimal kelas 6 SD/MI. Berikut selengkapnya
latihan- latihan soal tersebut:
1. Pecahan
A. Perkalian Bilangan Asli dengan Pecahan
Pada topik ini, teman- teman dapat belajar tentang mengalikan bilangan asli
dengan pecahan baik pecahan biasa maupun pecahan campuran. Di samping itu,
kalian dapat belajar menyelesaikan soal cerita tentang perkalian bilangan
asli dengan pecahan.
Kami sudah mempublish latihan soal perkalian bilangan asli dengan pecahan
pada post sebelumnya. Silakan cek pada post berikut,
Pada bagian materi ini, teman- teman belajar bagaimana mengalikan pecahan
dengan bilangan asli. Pecahan dapat berupa pecahan biasa maupun pecahan
campuran. Pada topik ini juga dipelajari bagaimana menyelesaikan soal cerita
perkalian pecahan dengan bilangan asli.
Selengkapnya dapat teman- teman pelajari latihan soalnya melalui postingan
berikut,
Topik ini mengajarkan bagaimana membagi pecahan dengan bilangan asli. Pada
materi ini, dipelajari tentang kebalikan dari suatu bilangan baik pecahan,
bilangan asli maupun campuran serta pembagian pecahan dengan bilangan asli.
Selain itu, kalian juga dapat berlatih menyelesaikan soal cerita berkaitan
dengan pembagian pecahan dengan bilangan asli. Selengkapnya latihan
soal tentang pembagian pecahan dengan bilangan asli dapat kalian pelajari
melalui latihan soal berikut,
Pada topik ini dipelajari tentang pembagian bilangan asli dengan pecahan baik
biasa maupun campuran. Selain itu juga terdapat soal menyelesaikan soal cerita
terkait pembagian bilangan asli dengan pecahan. Latihan soal dapat teman-
teman pelajari melalui postingan berikut:
Selanjutnya, bagian akhir dari materi bab 1 Pecahan dan Desimal kelas 6 SD/MI
adalah tentang Desimal. Ada dua post yang sudah kami terbitkan terkait materi
Desimal antara lain sebagai berikut,
2. Desimal
A. Membaca dan Menulis Pecahan Desimal serta Mengubah Pecahan biasa menjadi
Bilangan Desimal
Teman- teman dapat berlatih empat pokok materi bilangan desimal yaitu membaca
dan menulis pecahan desimal serta mengubah pecahan biasa menjadi bilangan
desimal. Selengkapnya berkaitan dengan topik materi tersebut dapat kalian
pelajari melalui latihan soal berikut,
Pada materi ini, teman- teman belajar tentang membandingkan dua bilangan
desimal dan mengurutkan beberapa bilangan desimal. Teman- teman dapat berlatih
soal melalui postingan berikut,
Itulah Soal Pecahan dan Desimal Matematika Kelas 6 SD/MI Semester 1 Lengkap. Semoga melalui latihan soal- soal yang kami sediakan, teman- teman dapat belajar dengan mudah. Jangan lupa untuk membagikan post ini ke teman- teman lainnya apabila bermanfaat.
Oya, kami juga sediakan latihan soal lengkap untuk mapel Bahasa Indonesia kelas 6 SD/MI semester 1 (ganjil) edisi terbaru melalui postingan berikut,
Baca Juga Materi Bahasa Indonesia Kelas 6 SD/MI Lengkap Semester 1
Hai sahabat AhzaaNet, berjumpa lagi yaa di laman pembelajaran kami ini. Pada
post ini, akan kita pelajari tentang Teks Laporan Hasil Pengamatan. Materi
Teks Laporan hasil Pengamatan merupakan salah satu topik penting yang dibahas
pada mapel Bahasa Indonesia kelas 6 SD/MI semester 1 (Ganjil) Kurikulum
Merdeka.
Teks Laporan Hasil Pengamatan Bahasa Indonesia Kelas 6
Teman- teman, teks laporan hasil pengamatan dibuat ketika kita mengunjungi
suatu tempat atau objek sebagai penelitian yang memuat berbagai informasi di
dalamnya.
Nah, selengkapnya tentang teks hasil pengamatan dapat teman- teman pelajari
melalui rangkuman materi berikut ini. Rangkuman materi juga sudah dilengkapi
dengan latihan soal untuk memudahkan belajar kalian.
Berikut rangkuman materi tentang teks laporan hasil pengamatan beserta contoh
dan soalnya. selamat belajar...
A. Pengertian Teks Laporan Hasil Pengamatan
Teks laporan hasil pengamatan adalah teks yang berisi uraian atau paparan
tentang sesuatu yang telah diamati secara langsung oleh pengamat. Pengamatan
dilakukan dengan cara melihat, mencatat, dan menganalisis objek, peristiwa,
atau kegiatan yang menjadi bahan pengamatan secara cermat dan sistematis.
Teks laporan hasil pengamatan bersifat faktual, artinya seluruh informasi yang
ditulis harus berdasarkan kenyataan yang benar-benar dilihat, didengar, atau
dirasakan oleh pengamat selama kegiatan pengamatan berlangsung. Teks ini tidak
boleh mengandung informasi yang bersifat rekaan atau imajinasi.
Teks laporan hasil pengamatan berbeda dengan laporan perjalanan. Laporan
pengamatan lebih menekankan pada deskripsi objek yang diamati secara rinci dan
mendalam, sedangkan laporan perjalanan lebih menceritakan urutan kegiatan
selama bepergian ke suatu tempat.
B. Tujuan Teks Laporan Hasil Pengamatan
Teks laporan hasil pengamatan ditulis dengan beberapa tujuan utama yang saling
berkaitan satu sama lain.
Menyampaikan informasi yang akurat dan faktual kepada pembaca tentang objek
atau peristiwa yang telah diamati.
Mendokumentasikan hasil pengamatan secara tertulis agar dapat dijadikan
sumber informasi atau referensi di kemudian hari.
Melatih kemampuan berpikir kritis, mengamati secara teliti, dan
mengomunikasikan temuan secara sistematis.
Memenuhi tugas sekolah atau keperluan resmi yang membutuhkan data hasil
pengamatan langsung di lapangan.
Memberikan gambaran nyata kepada orang lain tentang kondisi, keadaan, atau
karakteristik suatu objek yang diamati.
C. Ciri-Ciri Teks Laporan Hasil Pengamatan
Ditulis berdasarkan hasil pengamatan langsung yang benar-benar dilakukan
oleh pengamat.
Bersifat objektif dan faktual, tidak mengandung pendapat atau perasaan
pribadi yang berlebihan.
Menggunakan bahasa yang baku, jelas, dan komunikatif.
Disusun secara sistematis mengikuti format atau struktur yang telah
ditentukan.
Memuat data, fakta, dan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan
kebenarannya.
Menggunakan kata kerja aktif untuk mendeskripsikan kegiatan pengamatan yang
dilakukan.
D. Format (Struktur) Teks Laporan Hasil Pengamatan
Teks laporan hasil pengamatan umumnya disusun mengikuti format atau struktur
baku sebagai berikut.
Judul Laporan: Sesuai dengan objek atau kegiatan yang diamati
Pendahuluan: Berisi latar belakang, tujuan pengamatan, waktu, tempat, dan
nama pengamat
Hasil Pengamatan: Berisi deskripsi atau uraian tentang objek yang diamati
secara rinci dan sistematis
Pembahasan: Berisi analisis, penjelasan, atau ulasan lebih mendalam tentang
hasil pengamatan
Simpulan: Berisi rangkuman inti dari seluruh hasil pengamatan yang telah
dilakukan
Saran (opsional): Berisi masukan atau rekomendasi berdasarkan hasil
pengamatan
E. Contoh Teks Laporan Hasil Pengamatan
Objek Wisata Lawang Sewu, Semarang
Judul Laporan: Laporan Hasil Pengamatan Objek Wisata Lawang Sewu Semarang Tanggal
Pengamatan: Sabtu, 15 Maret 2026 Tempat: Jl. Pemuda No.160, Sekayu,
Kecamatan Semarang Tengah, Kota Semarang, Jawa Tengah Nama Pengamat :
Siswa-siswi Kelas VI SDN Merdeka Jaya Semarang
1. Pendahuluan
Lawang Sewu merupakan salah satu bangunan bersejarah paling terkenal di Kota
Semarang, Jawa Tengah. Nama Lawang Sewu berasal dari Bahasa Jawa yang
berarti "Seribu Pintu", merujuk pada banyaknya pintu dan jendela besar yang
menghiasi bangunan tersebut. Meskipun sebenarnya jumlah pintunya tidak
sampai seribu, bangunan ini memang memiliki sangat banyak pintu dan jendela
berukuran besar sehingga masyarakat menyebutnya demikian. Kegiatan
pengamatan ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengenal lebih dekat sejarah
dan keunikan arsitektur Lawang Sewu sebagai salah satu warisan budaya dan
bangunan cagar budaya yang wajib dijaga kelestariannya. Selain itu,
pengamatan ini juga bertujuan untuk melatih kemampuan siswa dalam mengamati,
mencatat, dan melaporkan hasil pengamatan secara tertulis.
2. Hasil Pengamatan
a. Sejarah Singkat Lawang Sewu Lawang Sewu dibangun oleh
pemerintah kolonial Belanda pada tahun 1904 dan selesai dibangun pada tahun
1907. Bangunan ini awalnya difungsikan sebagai kantor pusat perusahaan
kereta api milik Belanda yang bernama Nederlands-Indische Spoorweg
Maatschappij (NIS). Selama masa penjajahan Jepang, gedung ini sempat beralih
fungsi menjadi markas militer Jepang. Setelah Indonesia merdeka, bangunan
ini digunakan oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI) sebelum akhirnya resmi
dijadikan objek wisata sejarah dan cagar budaya yang dikelola dan
dilestarikan hingga sekarang.
b. Kondisi Fisik Bangunan Lawang Sewu berdiri di atas
lahan seluas kurang lebih 18.232 meter persegi dan terdiri atas dua gedung
utama yang saling terhubung. Bangunan ini bergaya arsitektur Art Nouveau
Eropa yang khas, dengan ciri utama berupa pintu dan jendela berukuran besar
yang berjumlah sangat banyak. Dinding bangunannya terbuat dari bata merah
tebal yang masih kokoh hingga saat ini meskipun usianya sudah lebih dari
seratus tahun. Di dalam bangunan terdapat aula besar, koridor panjang,
ruang-ruang perkantoran bersejarah, serta tangga spiral yang menjadi daya
tarik tersendiri bagi pengunjung. Pada bagian bawah gedung terdapat ruang
bawah tanah yang dahulu digunakan sebagai tempat penyimpanan dokumen penting
dan bahkan sebagai penjara pada masa pendudukan Jepang.
c. Fasilitas dan Daya Tarik Wisata Saat ini Lawang Sewu
telah dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung wisata yang memadai.
Tersedia museum mini yang menyimpan berbagai koleksi foto-foto bersejarah,
peta lama, dan dokumen-dokumen dari masa penjajahan. Pengunjung juga dapat
menikmati tur berpemandu yang memberikan penjelasan mendalam tentang setiap
sudut bangunan bersejarah ini. Selain itu, terdapat area taman di
sekitar bangunan yang tertata rapi dan asri, sehingga cocok untuk berfoto
maupun sekadar bersantai. Fasilitas lain yang tersedia meliputi area parkir
yang luas, toilet umum yang bersih, serta kedai makanan dan minuman yang
beroperasi setiap hari.
d. Jumlah Pengunjung Berdasarkan informasi yang diperoleh
dari petugas pengelola, Lawang Sewu dikunjungi rata-rata 500 hingga 1.000
wisatawan setiap harinya pada hari-hari biasa. Jumlah pengunjung meningkat
drastis pada akhir pekan dan hari libur nasional, di mana kunjungan bisa
mencapai lebih dari 3.000 orang per hari. Pengunjung berasal dari berbagai
kota di Indonesia, bahkan tidak sedikit wisatawan mancanegara yang datang
khusus untuk menyaksikan keindahan arsitektur bersejarah bangunan ini.
3. Pembahasan
Lawang Sewu merupakan salah satu contoh nyata peninggalan arsitektur
kolonial Belanda yang masih berdiri kokoh dan terawat dengan baik di
Indonesia. Keunikan bangunannya yang memadukan gaya Eropa dengan nuansa
tropis menjadikannya sebagai objek wisata sejarah sekaligus edukasi yang
sangat berharga bagi generasi muda. Pengelolaan Lawang Sewu sebagai
objek wisata yang dijalankan oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI) dinilai
cukup baik. Bangunan dijaga kebersihannya dengan baik, informasi sejarah
disajikan secara lengkap, dan pemandu wisata memberikan penjelasan yang
informatif dan menarik. Hal ini menjadikan Lawang Sewu tidak hanya sebagai
destinasi wisata hiburan semata, tetapi juga sebagai sarana pembelajaran
sejarah yang hidup dan nyata bagi masyarakat luas.
4. Simpulan
Berdasarkan hasil pengamatan yang telah dilakukan, dapat disimpulkan
beberapa hal penting sebagai berikut.
Lawang Sewu adalah bangunan bersejarah peninggalan kolonial Belanda yang
dibangun pada tahun 1904 hingga 1907 dan kini berfungsi sebagai objek
wisata sejarah yang dikelola oleh PT KAI.
Bangunan ini memiliki keunikan arsitektur Art Nouveau Eropa dengan
ratusan pintu dan jendela besar, ruang bawah tanah, serta berbagai
ruangan bersejarah yang menarik untuk dijelajahi.
Lawang Sewu telah dilengkapi dengan fasilitas wisata yang memadai,
termasuk museum, tur berpemandu, taman, area parkir, dan kedai makanan.
Lawang Sewu menjadi salah satu destinasi wisata sejarah dan edukasi yang
penting di Kota Semarang dan dikunjungi ribuan wisatawan setiap harinya.
5. Saran
Berdasarkan hasil pengamatan, kami menyarankan agar pengelola terus
meningkatkan kualitas informasi sejarah yang disajikan, khususnya dalam
bahasa Indonesia yang mudah dipahami oleh siswa sekolah dasar. Selain itu,
perlu ditambahkan lebih banyak papan informasi bilingual (Indonesia-Inggris)
untuk memudahkan wisatawan mancanegara. Bagi masyarakat dan pengunjung,
diharapkan untuk selalu menjaga kebersihan dan ketertiban selama berkunjung
demi kelestarian bangunan bersejarah ini untuk generasi mendatang.
Nah, selanjutnya sebagai gambaran soal tentang teks laporan hasil pengamatan,
kalian dapat menjawab latihan soal berikut ini.
Soal Laporan Hasil Pengamatan Bahasa Indonesia Kelas 6 SD/MI Semester 1
Kurikulum Merdeka
Bacaan berikut untuk menjawab soal 1 sampai 5
Laporan Hasil Pengamatan Taman Kota Balekambang Solo
Pengamatan dilaksanakan pada hari Minggu, 9 Februari 2025, oleh siswa kelas
VI SDN Bumi Putra Solo. Taman Kota Balekambang terletak di Jalan
Balekambang, Kelurahan Manahan, Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta. Taman
ini merupakan salah satu ruang terbuka hijau terbesar di Kota Solo dengan
luas area mencapai 9,8 hektare.
Berdasarkan hasil pengamatan, Taman Balekambang memiliki berbagai fasilitas
yang lengkap. Terdapat danau buatan yang dihiasi air mancur di tengahnya,
panggung seni terbuka yang sering digunakan untuk pertunjukan budaya,
jogging track sepanjang 1,2 kilometer, area bermain anak-anak, kebun
binatang mini, serta area piknik yang luas dan teduh di bawah pohon-pohon
rindang.
Taman ini buka setiap hari mulai pukul 06.00 hingga 18.00 WIB. Pada hari
Minggu pagi, taman sangat ramai dikunjungi warga yang memanfaatkannya untuk
berolahraga, bersantai bersama keluarga, atau sekadar menikmati udara segar.
Pengelolaan taman dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup Kota Surakarta dan
seluruh fasilitas dapat dinikmati oleh masyarakat umum secara gratis tanpa
dipungut biaya masuk.
Kesimpulan pengamatan: Taman Kota Balekambang adalah ruang terbuka hijau
yang penting bagi masyarakat Solo karena menyediakan area rekreasi,
olahraga, dan pelestarian lingkungan hidup yang berkualitas di tengah-tengah
kota.
1. Teks di atas termasuk jenis teks laporan hasil pengamatan. Alasan yang
paling tepat adalah ....
A. Teks tersebut menceritakan pengalaman perjalanan siswa ke Taman
Balekambang
B. Teks tersebut berisi uraian faktual tentang kondisi suatu objek
berdasarkan pengamatan langsung
C. Teks tersebut merupakan cerita fiksi yang menggambarkan keindahan
taman kota
D. Teks tersebut berisi pendapat dan opini siswa tentang fasilitas
taman kota Solo
2. Letak Taman Kota Balekambang berdasarkan bacaan adalah ....
A. Jalan Balekambang, Kelurahan Manahan, Kecamatan Banjarsari, Kota
Surakarta
B. Jalan Balekambang, Kelurahan Laweyan, Kecamatan Serengan, Kota
Surakarta
C. Jalan Manahan, Kelurahan Balekambang, Kecamatan Jebres, Kota
Surakarta
D. Jalan Pemuda, Kelurahan Banjarsari, Kecamatan Manahan, Kota
Surakarta
3. Ide pokok paragraf kedua dalam teks bacaan tersebut adalah ....
A. Taman Balekambang terletak di Kota Solo dan buka setiap hari
B. Pengamatan dilaksanakan oleh siswa kelas VI SDN Bumi Putra Solo
C. Taman Balekambang memiliki berbagai fasilitas yang lengkap untuk
pengunjung
D. Danau buatan dan panggung seni menjadi daya tarik utama Taman
Balekambang
4. Berikut ini pernyataan yang tepat tentang Taman
Balekambang adalah ....
A. Taman Balekambang dikelola oleh PT Taman Wisata Solo dan dikenakan
biaya masuk
B. Taman Balekambang hanya buka pada hari Sabtu dan Minggu untuk umum
C. Taman Balekambang dikelola Dinas Lingkungan Hidup Kota Surakarta
dan gratis
D. Taman Balekambang memiliki luas 8,9 hektare dengan jogging track 2
kilometer
5. Simpulan yang paling tepat berdasarkan isi teks bacaan di atas adalah ....
A. Taman Balekambang adalah tempat wisata berbayar yang hanya cocok
untuk orang dewasa
B. Taman Balekambang perlu segera diperbaiki agar fasilitasnya lebih
lengkap dan modern
C. Taman Balekambang adalah ruang terbuka hijau penting yang
menyediakan area rekreasi, olahraga, dan pelestarian lingkungan bagi
masyarakat Solo
D. Taman Balekambang hanya ramai dikunjungi pada hari Minggu dan sepi
pada hari biasa
Bacaan berikut untuk menjawab soal nomor 6 sampai 10
Laporan Hasil Pengamatan Proses Daur Ulang Sampah di SDN Harapan Bangsa
Kegiatan pengamatan dilaksanakan pada Rabu, 19 Maret 2025, di lingkungan SDN
Harapan Bangsa, Kota Semarang. Pengamatan ini bertujuan untuk mengetahui
proses daur ulang sampah yang telah dilaksanakan oleh sekolah sebagai bagian
dari program Adiwiyata atau Sekolah Peduli dan Berbudaya Lingkungan.
Hasil pengamatan menunjukkan bahwa SDN Harapan Bangsa telah memiliki dua
jenis tempat sampah yang berbeda warna di setiap sudut sekolah. Tempat
sampah berwarna hijau digunakan untuk menampung sampah organik seperti sisa
makanan dan daun-daunan, sedangkan tempat sampah berwarna kuning digunakan
untuk sampah anorganik seperti plastik, kertas bekas, dan kaleng minuman.
Sampah organik yang terkumpul diolah menjadi kompos oleh tim kebun sekolah
yang terdiri dari sepuluh orang siswa kelas V dan VI yang bertugas secara
bergantian setiap minggu. Sampah anorganik dikumpulkan dan dijual ke bank
sampah terdekat setiap dua minggu sekali. Hasil penjualan sampah tersebut
dimasukkan ke dalam kas sekolah untuk membiayai kegiatan lingkungan hidup di
sekolah.
Berdasarkan pengamatan, program daur ulang sampah di SDN Harapan Bangsa
berjalan dengan baik dan konsisten. Program ini tidak hanya menjaga
kebersihan lingkungan sekolah, tetapi juga berhasil menanamkan nilai
kepedulian terhadap lingkungan kepada seluruh warga sekolah sejak dini.
6. Berdasarkan bacaan, pengamatan dilakukan oleh ....
A. Guru-guru SDN Harapan Bangsa bersama Dinas Lingkungan Hidup Kota
Semarang
B. Siswa kelas VI SDN Harapan Bangsa pada hari Rabu, 19 Maret 2025
C. Tim kebun sekolah yang terdiri dari sepuluh orang siswa kelas V dan
VI
D. Tidak disebutkan secara jelas siapa pengamat dalam teks tersebut
7. Fungsi tempat sampah berwarna hijau di SDN
Harapan Bangsa adalah ....
A. Untuk menampung sampah anorganik seperti plastik, kertas bekas, dan
kaleng minuman
B. Untuk menampung sampah organik seperti sisa makanan dan daun-daunan
C. Untuk menampung semua jenis sampah dari seluruh ruangan kelas dan
kantor
D. Untuk menyimpan pupuk kompos yang dihasilkan dari pengolahan sampah
dapur
8. Hal yang dilakukan sekolah dengan sampah anorganik yang terkumpul
adalah ....
A. Dibakar setiap minggu di belakang sekolah untuk mengurangi volume
sampah
B. Dikirim ke tempat pembuangan akhir (TPA) oleh petugas kebersihan
kota
C. Dikumpulkan dan dijual ke bank sampah terdekat setiap dua minggu
sekali
D. Didaur ulang menjadi kerajinan tangan oleh siswa sebagai tugas
prakarya
9. Ide pokok paragraf ketiga adalah ....
A. SDN Harapan Bangsa memiliki dua jenis tempat sampah berbeda warna
B. Sampah organik diolah menjadi kompos dan sampah anorganik dijual ke
bank sampah
C. Tim kebun sekolah terdiri dari sepuluh orang siswa yang bertugas
bergantian
D. Hasil penjualan sampah digunakan untuk membiayai kegiatan
lingkungan sekolah
10. Manfaat program daur ulang sampah di SDN Harapan Bangsa berdasarkan teks adalah ....
A. Menambah penghasilan pribadi guru dan kepala sekolah dari hasil
penjualan sampah
B. Menjaga kebersihan lingkungan sekolah dan menanamkan nilai peduli
lingkungan kepada warga sekolah
C. Mengurangi jam pelajaran siswa karena banyak waktu digunakan untuk
memilah sampah
D. Mendapatkan bantuan dana dari pemerintah sebagai sekolah
percontohan daur ulang
Bacaan berikut untuk menjawab soal nomor 11 sampai 15
Laporan Hasil Pengamatan Pertumbuhan Tanaman Kacang Hijau
Pengamatan pertumbuhan tanaman kacang hijau dilaksanakan oleh kelompok 3
siswa kelas VI SDN Cendekia Utama selama dua minggu, mulai tanggal 3 hingga
17 Februari 2025. Tujuan pengamatan adalah untuk mengetahui proses
pertumbuhan tanaman kacang hijau mulai dari biji hingga menjadi tanaman yang
memiliki daun sejati. Pengamatan dilakukan di dalam kelas dengan menggunakan
media tanam berupa tanah, gelas plastik bekas, dan biji kacang hijau.
Pada hari pertama (3 Februari), biji kacang hijau ditanam di dalam gelas
plastik berisi tanah lembab. Pada hari ketiga (5 Februari), mulai terlihat
akar kecil yang tumbuh menembus tanah. Pada hari kelima (7 Februari), batang
pertama atau kecambah mulai muncul ke permukaan tanah dengan warna putih
kehijauan. Pada hari ketujuh (9 Februari), batang semakin memanjang dan daun
pertama mulai terbuka berwarna hijau muda.
Pada hari kesepuluh (12 Februari), tanaman telah memiliki dua helai daun
sejati yang berwarna hijau tua dan batang yang semakin kokoh. Pada hari
keempat belas (17 Februari), tanaman kacang hijau telah tumbuh setinggi
rata-rata 12 centimeter dengan empat helai daun yang berkembang sempurna.
Selama pengamatan, tanaman disiram setiap hari sebanyak dua kali, yaitu pagi
dan sore hari.
Dari hasil pengamatan selama dua minggu tersebut dapat disimpulkan bahwa
tanaman kacang hijau tumbuh dengan cepat dan membutuhkan air yang cukup
serta sinar matahari untuk dapat berkembang dengan baik. Proses
pertumbuhannya berlangsung secara bertahap dan dapat diamati dengan jelas
mulai dari munculnya akar, batang, hingga daun sejati.
11. Tujuan pengamatan yang dilaksanakan dalam teks adalah ....
A. Untuk mengetahui cara memasak kacang hijau menjadi makanan yang
bergizi
B. Untuk mengetahui proses pertumbuhan tanaman kacang hijau dari biji
hingga berdaun
C. Untuk membandingkan pertumbuhan kacang hijau dengan jenis tanaman
lainnya
D. Untuk mengetahui manfaat kacang hijau bagi kesehatan tubuh manusia
12. Berdasarkan teks kecambah pertama
muncul ke permukaan tanah pada ....
A. Hari pertama, tanggal 3 Februari 2025
B. Hari ketiga, tanggal 5 Februari 2025
C. Hari kelima, tanggal 7 Februari 2025
D. Hari ketujuh, tanggal 9 Februari 2025
13. Tinggi rata-rata tanaman kacang hijau
setelah empat belas hari pengamatan adalah ....
A. 8 centimeter dengan dua helai daun
B. 10 centimeter dengan tiga helai daun
C. 12 centimeter dengan empat helai daun
D. 15 centimeter dengan lima helai daun
14. Ide pokok paragraf kedua dalam teks adalah ....
A. Tanaman kacang hijau membutuhkan air dan sinar matahari untuk
tumbuh
B. Pengamatan dilaksanakan selama dua minggu mulai 3 hingga 17
Februari 2025
C. Perkembangan pertumbuhan tanaman kacang hijau dari hari pertama
hingga ketujuh
D. Pada hari ketiga, akar kacang hijau mulai tumbuh menembus tanah
15. Simpulan yang paling tepat berdasarkan isi teks adalah ....
A. Tanaman kacang hijau hanya bisa tumbuh jika ditanam di dalam gelas
plastik bekas
B. Pengamatan tanaman kacang hijau sebaiknya dilakukan selama satu
bulan penuh
C. Tanaman kacang hijau tumbuh cepat secara bertahap dan memerlukan
air serta sinar matahari yang cukup
D. Daun kacang hijau berwarna hijau muda sejak hari pertama tanaman
mulai tumbuh
Demikian Rangkuman Materi Teks Laporan Hasil Pengamatan Plus Latihan Soal: Bahasa Indonesia Kelas 6 SD/MI Semester 1 Kurikulum Merdeka. Semoga ringkasan materi dan latihan soal di atas dapat membantu teman- teman dalam belajar khususnya pada materi teks laporan hasil pengamatan.
Hai sahabat AhzaaNet, kembali lagi yaa belajar bersama kami. Pada kali ini,
kita akan belajar materi Bahasa Indonesia kelas 6 SD/MI semester 1 (ganjil)
Kurikulum Merdeka yaitu tentang membaca grafik.
Membaca Grafik Kelas 6 SD/MI
Melalui pembelajaran ini teman- teman dapat belajar tentang apa itu grafik,
tujuan pembuatan hingga jenis- jenis grafik. Kami juga sudah melengkapi materi
grafik ini dengan latihan soal sehingga kalian dapat belajar dengan mudah
sekaligus berlatih soal- soal yang berkaitan dengan grafik.
Baik, materi selengkapnya tentang grafik kelas 6 SD/MI dapat dipelajari
melalui ringkasan berikut ini. Selamat belajar.
A. Pengertian Grafik
Grafik adalah penyajian data atau informasi dalam bentuk gambar,
diagram, atau simbol visual yang memudahkan pembaca untuk memahami dan
membandingkan data secara cepat dan tepat. Melalui grafik, angka-angka
yang rumit menjadi tampilan visual yang lebih mudah dibaca dan dipahami oleh
siapa saja.
B. Jenis-Jenis Grafik
1. Grafik Batang (Bar Chart)
Grafik batang adalah grafik yang menggunakan balok atau batang tegak
(vertikal) maupun mendatar (horizontal) untuk menyajikan data. Panjang atau
tinggi setiap batang menunjukkan nilai dari data yang diwakilinya. Grafik
batang sangat cocok digunakan untuk membandingkan data dari beberapa kategori
atau kelompok yang berbeda.
2. Grafik Garis (Line Chart)
Grafik garis adalah grafik yang menggunakan titik-titik data yang dihubungkan
dengan garis lurus. Grafik ini sangat baik untuk menunjukkan perkembangan atau
perubahan suatu data dari waktu ke waktu. Melalui grafik garis, kita dapat
dengan mudah melihat tren kenaikan, penurunan, atau kestabilan suatu data.
3. Grafik Lingkaran (Pie Chart)
Grafik lingkaran adalah grafik berbentuk lingkaran yang dibagi menjadi
beberapa bagian (irisan) untuk menunjukkan proporsi atau persentase setiap
bagian terhadap keseluruhan data. Jumlah seluruh bagian dalam grafik lingkaran
selalu sama dengan 100%.
4. Grafik Batang Ganda
Grafik batang ganda adalah grafik batang yang menampilkan dua kelompok data
atau lebih secara berdampingan pada satu grafik. Grafik ini berguna untuk
membandingkan dua kelompok data pada kategori yang sama secara langsung.
C. Cara Membaca Grafik
Agar dapat membaca grafik dengan benar dan memperoleh informasi yang tepat,
teman- teman dapat mengikuti langkah-langkah berikut ini.
Baca judul grafik terlebih dahulu untuk mengetahui topik atau tema yang
dibahas dalam grafik tersebut.
Perhatikan keterangan sumbu horizontal (mendatar) dan sumbu vertikal (tegak)
pada grafik batang atau grafik garis untuk mengetahui apa yang diukur.
Perhatikan legenda atau keterangan warna jika grafik memiliki lebih dari
satu jenis data.
Baca nilai atau angka dari setiap data yang ditampilkan secara teliti dan
cermat.
Bandingkan data antar kategori atau antar waktu untuk menemukan data
tertinggi, terendah, kenaikan, penurunan, atau tren yang terjadi.
Tarik kesimpulan berdasarkan seluruh data yang telah dibaca dan dianalisis.
Selanjutnya, teman- teman dapat berlatih soal tentang materi membaca grafik
berikut ini. Ada 15 soal latihan tentang grafik Bahasa Indonesia kelas 6 SD/MI
semester 1 (ganjil) Kurikulum Merdeka plus kunci jawabannya.
Selamat Berlatih..
1. Pengertian yang tepat tentang grafik dalam penyajian data adalah ....
A. Kumpulan angka-angka yang disusun dalam tabel panjang agar mudah
dibaca
B. Penyajian data atau informasi dalam bentuk gambar atau simbol
visual yang memudahkan pemahaman
C. Karangan panjang yang berisi penjelasan tentang suatu data secara
rinci
D. Daftar nama-nama yang disusun secara urut berdasarkan abjad
2. Jenis grafik yang paling tepat digunakan untuk menampilkan perkembangan
nilai ujian seorang siswa selama lima tahun berturut-turut adalah ....
A. Grafik lingkaran, karena menampilkan proporsi data secara
keseluruhan
B. Grafik batang ganda, karena membandingkan dua kelompok data
sekaligus
C. Grafik garis, karena menunjukkan perubahan data dari waktu ke waktu
secara jelas
D. Grafik batang, karena membandingkan nilai antar kategori yang
berbeda
Grafik berikut untuk menjawab soal nomor 3 sampai 7.
Membaca Grafik Bahasa Indonesia Kelas 6
3. Berdasarkan Grafik tersebut, jumlah siswa SDN Maju Jaya paling banyak
terdapat pada tahun ....
A. Tahun 2022
B. Tahun 2023
C. Tahun 2025
D. Tahun 2026
4. Jumlah siswa SDN Maju Jaya pada tahun 2024 adalah ....
A. 312 orang
B. 325 orang
C. 318 orang
D. 340 orang
5. Selisih jumlah siswa antara tahun 2022 dan tahun 2026 adalah ....
A. 44 orang
B. 46 orang
C. 48 orang
D. 50 orang
6. Pernyataan yang tepat berdasarkan grafik di atas adalah ....
A. Jumlah siswa SDN Maju Jaya selalu meningkat setiap tahun tanpa
pernah turun
B. Jumlah siswa mengalami penurunan pada tahun 2024 dibandingkan tahun
2023
C. Jumlah siswa paling sedikit terjadi pada tahun 2025
D. Jumlah siswa pada tahun 2023 lebih sedikit dibandingkan tahun 2022
7. Kesimpulan yang paling tepat berdasarkan data pada grafik di atas adalah
....
A. Jumlah siswa SDN Maju Jaya tidak mengalami perubahan yang berarti
dari tahun 2022 hingga 2026
B. Secara keseluruhan, jumlah siswa SDN Maju Jaya menunjukkan tren
meningkat dari tahun 2022 hingga 2026
C. Jumlah siswa SDN Maju Jaya terus menurun dari tahun 2022 hingga
2026
D. SDN Maju Jaya paling banyak menerima siswa baru pada tahun 2023
Grafik berikut untuk menjawab soal nomor 8 sampai 10.
Membaca Grafik Bahasa Indonesia Kelas 6
8. Berdasarkan grafik di atas, nilai rata-rata ujian Bahasa Indonesia paling
rendah terdapat pada tahun ....
A. Tahun 2022
B. Tahun 2023
C. Tahun 2024
D. Tahun 2025
9. Besar kenaikan nilai rata-rata ujian Bahasa Indonesia dari tahun 2025 ke
tahun 2026 adalah ....
A. 1,6 poin
B. 2,0 poin
C. 2,6 poin
D. 3,0 poin
10. Pernyataan yang paling tepat berdasarkan grafik di atas adalah ....
A. Nilai rata-rata ujian Bahasa Indonesia selalu meningkat setiap
tahun secara konsisten
B. Nilai rata-rata ujian mengalami penurunan pada tahun 2024
dibandingkan tahun 2023, kemudian naik kembali
C. Nilai rata-rata ujian pada tahun 2026 sama dengan nilai pada tahun
2023
D. Nilai rata-rata ujian paling tinggi terjadi pada tahun 2024
Grafik untuk menjawab soal nomor 11.
Membaca Grafik Bahasa Indonesia Kelas 6
11. Berdasarkan grafik di atas, ekstrakurikuler yang paling banyak diminati
siswa SD pada tahun 2026 adalah ....
A. Olahraga dengan persentase 28%
B. Pramuka dengan persentase 30%
C. Seni Tari dengan persentase 18%
D. Komputer dengan persentase 10%
Grafik berikut untuk menjawab soal nomor 12 dan 13.
Membaca Grafik Bahasa Indonesia Kelas 6
12. Berdasarkan Grafik di atas, jumlah kunjungan siswa ke perpustakaan
paling banyak pada Semester 1 adalah ....
A. Tahun 2024 dengan 210 kunjungan
B. Tahun 2025 dengan 245 kunjungan
C. Tahun 2026 dengan 280 kunjungan
D. Tahun 2024 dengan 185 kunjungan
13. Selisih jumlah kunjungan antara Semester 1 dan Semester 2 pada tahun
2026 adalah ....
A. 10 kunjungan
B. 15 kunjungan
C. 20 kunjungan
D. 25 kunjungan
Perhatikan grafik berikut untuk menjawab soal nomor 14 dan 15.
Membaca Grafik Bahasa Indonesia Kelas 6
14. Berdasarkan grafik di atas, jumlah produksi jagung Desa Subur Makmur
pada tahun 2026 adalah ....
A. 650 ton
B. 680 ton
C. 700 ton
D. 720 ton
15. Pernyataan yang paling tepat berdasarkan grafik di atas adalah ....
A. Produksi jagung selalu lebih besar daripada produksi padi dari
tahun 2022 hingga 2026
B. Produksi padi dan jagung sama-sama mengalami tren peningkatan dari
tahun 2022 hingga 2026
C. Produksi padi mengalami penurunan setiap tahun dari tahun 2022
hingga 2026
D. Produksi jagung pada tahun 2026 melebihi produksi padi pada tahun
2022
Demikian materi Membaca Grafik Bahasa Indonesia Kelas 6 SD/MI Semester 1 (ganjil) Kurikulum Merdeka. Semoga pembahasan materi dan latihan soal di atas dapat memudahkan teman- teman dalam belajar khususnya menghadapi asesmen sumatif harian, tengah semester maupun akhir semester.
Kami masih akan memposting materi pembelajaran dan latihan soal untuk bahan belajar teman- teman, hanya di AhzaaNet.
Hai Sahabat AhzaaNet, kembali lagi yaa belajar bersama kami. Pada kesempatan
ini, kita akan belajar materi Bahasa Indonesia kelas 6 SD/MI semester 1
(Ganjil) Kurikulum Merdeka tentang Kalimat Langsung dan Tak
Langsung.
Rangkuman Plus Soal Kalimat Langsung dan Tidak Langsung Bahasa Indonesia kelas 6
Pembahasan kalimat langsung dan tak langsung meliputi pengertian, ciri- ciri
dan contoh dalam kalimat. Pada akhir post, kami juga sudah menyiapkan latihan
soal untuk lebih memperdalam pemahaman materi tentang kalimat langsung dan tak
langsung.
Tentang apa itu kalimat langsung dan tak langsung, yuk perhatikan
penjelasannya berikut ini,
Selamat Belajar...
A. Kalimat Langsung
1. Pengertian Kalimat Langsung
Kalimat langsung merupakan kalimat yang mengutip ucapan seseorang persis
seperti apa yang dikatakan oleh orang tersebut tanpa mengubah kata-katanya
sedikit pun. Kalimat langsung ditandai dengan penggunaan tanda petik dua
(“...”) pada bagian yang dikutip.
Dalam kalimat langsung, kata-kata yang diucapkan oleh si pembicara ditulis apa
adanya, termasuk kata ganti orang yang digunakan. Jika pembicara menggunakan
kata “aku” atau “saya”, maka dalam kalimat langsung kata tersebut tetap
ditulis “aku” atau “saya”.
2. Ciri-Ciri Kalimat Langsung
Bagian kutipan diapit oleh tanda petik dua (“...”).
Huruf pertama pada awal kalimat kutipan ditulis dengan huruf kapital.
Jika kalimat pengiring berada di depan, maka setelah kalimat pengiring
digunakan tanda titik dua (:).
Intonasi bagian yang dikutip lebih tinggi dibandingkan kalimat pengiringnya
ketika dibaca secara lisan.
3. Contoh Kalimat Langsung
Berikut contoh dari kalimat langsung,
Contoh
Ibu berkata, “Jangan lupa membawa payung hari ini.”
“Aku sangat senang bisa bertemu denganmu,” ucap Rina dengan gembira.
Pak Guru berkata, “Kalian harus rajin belajar setiap hari.”
B. Kalimat Tidak Langsung
1. Pengertian Kalimat Tak Langsung
Kalimat tidak langsung adalah kalimat yang menceritakan kembali ucapan atau
pernyataan seseorang dengan menggunakan kata-kata penulis atau pembicara
sendiri, bukan mengutip secara persis. Kalimat tidak langsung tidak
menggunakan tanda petik dan biasanya menggunakan kata penghubung seperti
bahwa, agar, supaya, dan untuk.
Dalam kalimat tidak langsung, kata ganti orang mengalami perubahan
menyesuaikan sudut pandang pencerita. Kata “aku” berubah menjadi “dia” atau
nama orang tersebut, kata “kamu” berubah menjadi “aku” atau nama pencerita,
dan seterusnya.
2. Ciri-Ciri Kalimat Tidak Langsung
Tidak menggunakan tanda petik dua.
Menggunakan kata penghubung seperti bahwa, agar, supaya, atau untuk.
Kata ganti orang berubah menyesuaikan konteks penceritaan.
Tidak memiliki perubahan intonasi yang mencolok ketika dibaca.
3. Contoh Kalimat Tidak Langsung
Berikut contoh dari kalimat tidak langsung,
Ibu berkata bahwa aku harus membawa payung hari ini.
Rina mengucapkan bahwa dia sangat senang bisa bertemu denganku.
Pak Guru berkata bahwa kami harus rajin belajar setiap hari.
C. Perubahan Kata Ganti dalam Kalimat Tidak Langsung
Kalimat langsung dapat diubah menjadi kalimat tidak langsung. Salah satu hal
penting yang harus diperhatikan saat mengubahnya adalah dengan
mengubah kata ganti orang. Untuk memudahkan teman- teman dalam mengubah
kalimat langsung menjadi kalimat tidak langsung, silahkan perhatikan contoh
berikut ini,
"Aku” / “Saya” (orang pertama tunggal) → berubah menjadi “Dia”, “Ia”, atau
nama orang tersebut.
“Kamu” / “Engkau” (orang kedua tunggal) → berubah menjadi “Aku”, “Saya”,
atau nama pencerita.
“Kami” (orang pertama jamak eksklusif) → berubah menjadi “Mereka”.
“Kalian” (orang kedua jamak) → berubah menjadi “Kami” sesuai konteks
pencerita.
“Kita” (orang pertama jamak inklusif) → berubah sesuai konteks kalimat.
D. Cara Mengubah Kalimat Langsung Menjadi Tidak Langsung
Ada beberapa langkah yang perlu dilakukan ketika mengubah kalimat langsung
menjadi kalimat tidak langsung.
Hilangkan tanda petik yang mengapit bagian kutipan.
Tambahkan kata penghubung yang sesuai seperti bahwa, agar, atau supaya di
antara kalimat pengiring dan isi kutipan.
Ubah kata ganti orang sesuai dengan sudut pandang pencerita.
Sesuaikan tanda baca dan pastikan kalimat yang dihasilkan tetap logis dan
mudah dipahami.
Contoh,
Kalimat Langsung: Pak Guru berkata, “Kalian harus rajin belajar setiap
hari.”
Kalimat Tidak Langsung: Pak Guru berkata bahwa kami harus rajin belajar
setiap hari.
Nah, setelah memahami tentang kalimat langsung dan kalimat tidak langsung di
atas, berikut ini latihan soal yang dapat kalian kerjakan,
Latihan Soal Kalimat Langsung dan Tidak Langsung Bahasa Indonesia Kelas 6
SD/MI Semester 1 (Ganjil) Kurikulum Merdeka
1. Berikut ini Pernyataan yang tepat tentang kalimat langsung adalah ....
A. Kalimat yang menceritakan kembali ucapan seseorang dengan kata-kata
pencerita sendiri
B. Kalimat yang mengutip ucapan seseorang persis seperti aslinya dan
diapit tanda petik dua
C. Kalimat yang menggunakan kata penghubung bahwa untuk menyampaikan
pesan seseorang
D. Kalimat yang digunakan untuk menyampaikan perintah secara langsung
kepada lawan bicara
2. Di bawah ini ciri utama kalimat langsung yang paling mudah dikenali
adalah ....
A. Menggunakan kata penghubung bahwa, agar, atau supaya di tengah
kalimat
B. Tidak menggunakan tanda baca khusus dan ditulis seperti kalimat
biasa
C. Bagian kutipan diapit oleh tanda petik dua dan huruf awalnya
kapital
D. Kata ganti orang selalu berubah menyesuaikan sudut pandang
pencerita
3. Perhatikan kalimat berikut!
Ayah berkata, "Kita akan pergi berlibur ke Bali minggu depan."
Kalimat di atas termasuk kalimat ....
A. Tidak langsung, karena menggunakan kata penghubung bahwa
B. Langsung, karena mengutip ucapan ayah persis dengan tanda petik
C. Perintah, karena menyuruh seseorang untuk melakukan sesuatu
D. Tanya, karena mengandung makna pertanyaan kepada lawan bicara
4. Penulisan kalimat langsung berikut ini yang benar adalah ....
A. Ibu berkata bahwa “aku harus segera pulang ke rumah sekarang.”
B. Ibu berkata; “Kamu harus segera pulang ke rumah sekarang.”
C. Ibu berkata, “Kamu harus segera pulang ke rumah sekarang.”
D. Ibu berkata “kamu harus segera pulang ke rumah sekarang.”
5. Perhatikan kalimat langsung berikut!
"Tolong bantu aku mengerjakan soal matematika ini," pinta Dani kepada
Sari.
Bagian yang merupakan kalimat kutipan pada kalimat langsung di atas adalah
....
A. Pinta Dani kepada Sari
B. Tolong bantu aku mengerjakan soal matematika ini
C. Dani kepada Sari meminta tolong
D. Mengerjakan soal matematika ini
6. Di bawah ini contoh kalimat yang merupakan kalimat tidak langsung adalah
....
A. Guru berkata, “Kerjakan soal latihan di halaman dua puluh!”
B. “Hari ini kita akan belajar di perpustakaan,” ujar Bu Ani.
C. Dokter mengatakan bahwa pasien itu harus beristirahat selama tiga
hari.
D. “Apakah kamu sudah makan siang?” tanya ibu dengan penuh perhatian.
7. Perhatikan kalimat langsung berikut!
Pak Budi berkata, "Saya akan menghadiri rapat itu besok pagi."
Jika kalimat tersebut diubah menjadi kalimat tidak langsung, maka ....
A. Pak Budi berkata bahwa saya akan menghadiri rapat itu besok pagi
B. Pak Budi berkata bahwa dia akan menghadiri rapat itu besok pagi
C. Pak Budi berkata, “Dia akan menghadiri rapat itu besok pagi.”
D. Pak Budi mengatakan bahwa rapat itu akan dihadiri besok pagi oleh
saya
8. Perhatikan kalimat tidak langsung berikut!
Rina mengatakan bahwa dia tidak bisa hadir dalam acara ulang tahun
Sita.
Kalimat langsung yang tepat dari kalimat tersebut adalah ....
A. Rina mengatakan, “Dia tidak bisa hadir dalam acara ulang tahun
Sita.”
B. Rina mengatakan, “Aku tidak bisa hadir dalam acara ulang tahun
Sita.”
C. Rina mengatakan bahwa, “Aku tidak bisa hadir dalam acara ulang
tahun Sita.”
D. Rina mengatakan, “Sita tidak bisa hadir dalam acara ulang tahun
itu.”
9. Perhatikan kalimat langsung berikut!
Ibu guru berkata, "Kalian harus mengumpulkan tugas ini sebelum pukul dua
belas siang."
Jika diubah menjadi kalimat tidak langsung yang tepat adalah ....
A. Ibu guru berkata bahwa kalian harus mengumpulkan tugas ini sebelum
pukul dua belas siang
B. Ibu guru berkata bahwa kami harus mengumpulkan tugas itu sebelum
pukul dua belas siang
C. Ibu guru berkata, “Kami harus mengumpulkan tugas itu sebelum pukul
dua belas siang.”
D. Ibu guru mengatakan kalian harus mengumpulkan tugas ini sebelum
pukul dua belas siang
10. Berikut ini kalimat tidak langsung yang menggunakan kata penghubung
dengan tepat adalah ....
A. Ayah menyuruh bahwa aku pergi ke warung membeli gula pasir
B. Ibu meminta agar aku segera membereskan kamar tidur sebelum tidur
malam
C. Kakak bertanya bahwa apakah aku sudah mengerjakan pekerjaan rumah
D. Pak RT mengumumkan bahwa agar warga segera hadir dalam rapat malam
ini
11. Perhatikan kalimat berikut!
Dokter menyarankan agar pasien tersebut banyak minum air putih dan istirahat
yang cukup.
Jika diubah menjadi kalimat langsung, maka perubahan yang tepat adalah ....
A. Dokter menyarankan, “Pasien tersebut banyak minum air putih dan
istirahat yang cukup.”
B. Dokter menyarankan, “Kamu banyak minum air putih dan istirahat yang
cukup.”
C. Dokter menyarankan bahwa, “Anda harus banyak minum air putih dan
istirahat yang cukup.”
D. Dokter menyarankan agar, “Pasien itu minum air putih dan istirahat
yang cukup.”
12. Perhatikan kalimat langsung berikut!
"Aku sangat bangga dengan prestasi yang telah kamu raih," kata Pak Kepala
Sekolah kepada Dinda.
Kalimat tidak langsung yang tepat dari kalimat di atas adalah ....
A. Pak Kepala Sekolah berkata bahwa dia sangat bangga dengan prestasi
yang telah diraih Dinda
B. Pak Kepala Sekolah berkata bahwa aku sangat bangga dengan prestasi
yang telah kamu raih
C. Pak Kepala Sekolah berkata kepada Dinda bahwa, “Aku sangat bangga
dengan prestasimu.”
D. Pak Kepala Sekolah berkata bahwa Dinda sangat bangga dengan
prestasi yang telah diraihnya
13. Bacalah percakapan berikut!
Riko berkata kepada Hana, "Kamu harus berlatih lebih keras lagi jika ingin
memenangkan lomba itu."
Perubahan kata ganti yang tepat ketika kalimat di atas diubah menjadi
kalimat tidak langsung adalah ....
A. Kata “kamu” berubah menjadi “aku” dan kata “itu” tetap
B. Kata “kamu” berubah menjadi “dia” dan mengacu kepada Hana
C. Kata “kamu” tidak perlu diubah karena sudah jelas
D. Kata “kamu” berubah menjadi “kami” karena jumlahnya lebih dari satu
14. Di bawah ini kalimat langsung yang penulisannya tidak tepat adalah ....
A. “Kapan kamu akan mengembalikan buku yang kamu pinjam?” tanya Lila.
B. Nenek berkata, “Makanlah sayur setiap hari agar tubuhmu tetap
sehat.”
C. “Hari ini cuacanya sangat cerah,” kata Budi sambil memandang
langit.
D. Ayah berkata “besok kita akan pergi ke rumah kakek bersama-sama.”
15. Perhatikan kalimat berikut!
Wali kelas kami mengumumkan bahwa lomba kebersihan kelas akan dimulai pada
hari Senin.
Kata penghubung yang digunakan dalam kalimat tidak langsung tersebut adalah
....
A. Kami
B. Akan
C. Bahwa
D. Pada
16. Perhatikan kalimat langsung berikut!
"Kami tidak akan menyerah sebelum pertandingan ini benar-benar berakhir,"
tegas kapten kesebelasan.
Kalimat tidak langsung yang paling tepat dari kalimat di atas adalah ....
A. Kapten kesebelasan menegaskan bahwa kami tidak akan menyerah
sebelum pertandingan itu benar-benar berakhir
B. Kapten kesebelasan menegaskan bahwa mereka tidak akan menyerah
sebelum pertandingan itu benar-benar berakhir
C. Kapten kesebelasan menegaskan bahwa dia tidak akan menyerah sebelum
pertandingan ini berakhir
D. Kapten kesebelasan menegaskan, “Mereka tidak akan menyerah sebelum
pertandingan ini berakhir.”
17. Perhatikan dua kalimat berikut!
(1) Bu Sari berkata, "Besok ulangan matematika ditiadakan."
(2) Bu Sari berkata bahwa besok ulangan matematika ditiadakan.
Pernyataan yang tepat tentang kedua kalimat di atas adalah ....
A. Keduanya adalah kalimat langsung karena menyampaikan pesan Bu Sari
B. Kalimat (1) adalah kalimat tidak langsung dan kalimat (2) adalah
kalimat langsung
C. Kalimat (1) adalah kalimat langsung dan kalimat (2) adalah kalimat
tidak langsung
D. Keduanya adalah kalimat tidak langsung karena tidak ada perbedaan
makna
18. Di bawah ini kalimat tidak langsung yang paling tepat adalah ....
A. Nenek berpesan bahwa aku harus selalu menjaga kesehatan dan rajin
berolahraga
B. Nenek berpesan bahwa “kamu harus selalu menjaga kesehatan dan rajin
berolahraga”
C. Nenek berpesan, bahwa aku harus selalu menjaga kesehatan dan rajin
berolahraga
D. Nenek berpesan agar, “aku harus selalu menjaga kesehatan dan rajin
berolahraga”
19. Perhatikan kalimat langsung berikut!
Paman berkata kepadaku, "Belajarlah dengan sungguh-sungguh agar cita-citamu
tercapai."
Kalimat tidak langsung yang paling tepat dari kalimat di atas adalah ....
A. Paman berkata kepadaku bahwa belajarlah dengan sungguh-sungguh agar
cita-citaku tercapai
B. Paman berkata kepadaku agar aku belajar dengan sungguh-sungguh
supaya cita-citaku tercapai
C. Paman berkata kepadaku, “Agar aku belajar dengan sungguh-sungguh
supaya cita-citamu tercapai.”
D. Paman berkata kepadaku bahwa agar belajarlah dengan sungguh-sungguh
supaya cita-cita tercapai
20. Perhatikan kalimat tidak langsung berikut!
Pelatih mengatakan kepada kami bahwa kami harus berlatih setiap hari agar
siap menghadapi pertandingan bulan depan.
Kalimat langsung yang paling tepat dari kalimat di atas adalah ....
A. Pelatih mengatakan, “Kalian harus berlatih setiap hari agar siap
menghadapi pertandingan bulan depan.”
B. Pelatih mengatakan, “Kami harus berlatih setiap hari agar siap
menghadapi pertandingan bulan depan.”
C. Pelatih mengatakan bahwa, “Kalian harus berlatih setiap hari untuk
pertandingan bulan depan.”
D. Pelatih mengatakan, “Mereka harus berlatih setiap hari agar siap
menghadapi pertandingan bulan depan.”
Demikian Rangkuman Plus Soal Kalimat Langsung dan Tidak Langsung: Materi Bahasa Indonesia Kelas 6 SD/MI Semester 1 (Ganjil) Kurikulum Merdeka Edisi Revisi. Semoga pembahasan materi di atas dapat memudahkan belajar teman- teman. Nantikan update materi- materi berikutnya, hanya di AhzaaNet. Jangan lupa bagikan ke teman- teman lainnya yaa..
Hai sahabat AhzaaNet, kembali lagi yaa belajar bersama kami. Pada kesempatan
ini, yuk kita belajar tentang materi wawancara sebagai salah satu topik yang
dibahas pada mapel Bahasa Indonesia kelas 6 SD/MI semester 1 (ganjil)
Kurikulum Merdeka.
Rangkuman Materi Wawancara Bahasa Indonesia Kelas 6 SD/MI
Wawancara merupakan suatu kegiatan tanya jawab antara dua orang atau lebih
dengan tujuan mencari informasi tertentu. Orang yang mewawancarai disebut
sebagai pewawancara dan orang yang diwawancarai dikenal sebagai narasumber.
Melalui bahasa yang santun dan pertanyaan sesuai dengan topiknya, wawancara
dapat berjalan dengan baik dan mendapatkan informasi yang berguna.
Nah, lebih lanjut tentang wawancara akan kita bahas melalui penjelasan berikut
ini tentang wawancara ya teman- teman...
Pengertian Wawancara
Wawancara adalah kegiatan tanya jawab yang dilakukan secara langsung
antara pewawancara dan narasumber untuk mendapatkan informasi, data,
atau keterangan mengenai suatu hal tertentu. Wawancara merupakan salah
satu cara paling efektif untuk menggali informasi secara mendalam karena
pewawancara dapat langsung bertanya dan narasumber langsung memberikan
jawaban.
Dalam kegiatan wawancara, terdapat tiga unsur utama yang harus ada.
Pertama adalah pewawancara, yaitu orang yang mengajukan pertanyaan.
Kedua adalah narasumber, yaitu orang yang memberikan jawaban atau
keterangan. Ketiga adalah topik atau pokok permasalahan yang menjadi
bahan pembicaraan dalam wawancara tersebut.
Tujuan Wawancara
Wawancara dilakukan dengan berbagai tujuan. Adapun tujuan wawancara adalah
sebagai berikut,
untuk mendapatkan informasi atau data langsung dari sumbernya secara
akurat.
untuk menggali pendapat, pengalaman, atau pandangan seseorang mengenai
suatu peristiwa atau topik tertentu.
untuk melengkapi data yang telah diperoleh sebelumnya melalui cara lain
seperti pengamatan atau studi pustaka.
untuk keperluan jurnalistik, penelitian, atau tugas sekolah yang
membutuhkan informasi dari pihak yang berkompeten.
Baca Juga Materi Bab 1, Bangga Menjadi Anak Indonesia:
Berdasarkan sifatnya, wawancara dibedakan menjadi dua jenis yaitu wawancara
terstruktur dan wawancara tidak terstruktur.
Wawancara terstruktur adalah wawancara yang pertanyaannya telah
disiapkan secara sistematis oleh pewawancara sebelum kegiatan
berlangsung.
Wawancara tidak terstruktur adalah wawancara yang bersifat lebih bebas
dan spontan, di mana pertanyaan berkembang mengikuti alur jawaban
narasumber.
Sementara itu, berdasarkan jumlah narasumber, wawancara dibedakan menjadi
wawancara perorangan yang melibatkan satu narasumber, dan wawancara kelompok
yang melibatkan beberapa narasumber sekaligus dalam satu sesi.
Langkah-Langkah Melakukan Wawancara
Agar wawancara berjalan lancar dan menghasilkan informasi yang berkualitas,
ada beberapa langkah yang perlu diperhatikan yaitu:
Langkah pertama adalah persiapan. Pewawancara menentukan topik dan
tujuan wawancara, memilih narasumber yang tepat dan berkompeten, lalu
menyusun daftar pertanyaan yang akan diajukan.
Langkah kedua adalah pelaksanaan. Pewawancara memperkenalkan diri,
menyampaikan tujuan wawancara, mengajukan pertanyaan secara runtut,
mendengarkan jawaban dengan saksama, dan mencatat atau merekam informasi
yang diperoleh.
Langkah ketiga adalah penutupan. Pewawancara mengucapkan terima kasih
atas kesediaan narasumber dan meminta izin jika informasi yang diperoleh
akan dipublikasikan.
Etika dalam Wawancara
Wawancara yang baik harus dilakukan dengan menjunjung tinggi etika.
Pewawancara wajib membuat janji terlebih dahulu sebelum menemui narasumber
dan datang tepat waktu. Pertanyaan disampaikan dengan bahasa yang sopan,
jelas, dan tidak menyudutkan narasumber. Pewawancara juga harus mendengarkan
jawaban narasumber dengan penuh perhatian dan tidak menyela di tengah-tengah
penjelasan. Selain itu, pewawancara tidak boleh memutarbalikkan atau
mengubah pernyataan narasumber saat menuliskan hasil wawancara.
Ciri-Ciri Pertanyaan Wawancara yang Baik
Pertanyaan wawancara yang baik memiliki beberapa ciri. Pertanyaan bersifat
jelas dan mudah dipahami oleh narasumber. Pertanyaan bersifat terbuka
sehingga mendorong narasumber memberikan jawaban yang lengkap dan
informatif. Pertanyaan berkaitan langsung dengan topik yang sedang dibahas
dan tidak melenceng ke hal-hal yang tidak relevan. Pertanyaan juga tidak
bersifat memojokkan atau membuat narasumber tidak nyaman.
Contoh Teks Wawancara
Berikut ini dua contoh bentuk wawancara antara pewawancara dengan
narasumber.
Contoh Wawancara 1
Pewawancara: Selamat pagi, Pak Budi. Perkenalkan, saya Lina, siswa kelas
VI SDN Merdeka. Saya ingin mewawancarai Bapak mengenai profesi dokter.
Apakah Bapak bersedia?
Narasumber: Selamat pagi, Lina. Tentu, dengan senang hati saya bersedia.
Pewawancara: Terima kasih, Pak. Mengapa Bapak memilih profesi sebagai
dokter?
Narasumber: Sejak kecil saya selalu ingin membantu orang yang sakit.
Saya melihat betapa berharganya peran dokter bagi masyarakat, terutama
di daerah-daerah yang kekurangan tenaga medis. Dari situlah keinginan
saya menjadi dokter terus tumbuh dan akhirnya terwujud.
Pewawancara: Apa tantangan terbesar yang Bapak hadapi dalam menjalankan
profesi ini?
Narasumber: Tantangan terbesarnya adalah menjaga stamina dan mental agar
tetap prima, karena dokter harus siap melayani pasien kapan saja,
termasuk di malam hari atau di hari libur. Selain itu, kami juga harus
terus belajar mengikuti perkembangan ilmu kedokteran yang terus
berkembang.
Pewawancara: Pesan apa yang ingin Bapak sampaikan kepada anak-anak yang
bercita-cita menjadi dokter?
Narasumber: Raihlah cita-cita itu dengan sungguh-sungguh. Belajarlah
dengan tekun sejak sekarang, karena menjadi dokter membutuhkan ilmu yang
luas dan dedikasi yang tinggi. Yang terpenting, jadilah dokter yang
tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki hati yang tulus untuk melayani
sesama.
Pewawancara: Terima kasih banyak atas waktu dan informasi yang Bapak
berikan. Semoga Bapak selalu sehat dan sukses.
Narasumber: Sama-sama, Lina. Semoga bermanfaat.
Contoh Wawancara 2
Pewawancara: Selamat sore, Bu Dewi. Saya Ardi dari majalah sekolah.
Boleh saya mewawancarai Ibu tentang program daur ulang sampah yang Ibu
jalankan di lingkungan RT kita?
Narasumber: Boleh, silakan Ardi. Saya senang ada yang tertarik meliput
kegiatan ini.
Pewawancara: Sejak kapan program daur ulang sampah ini dimulai, Bu?
Narasumber: Program ini kami mulai sekitar dua tahun yang lalu, tepatnya
setelah banjir besar yang melanda kampung kita. Kejadian itu membuat
warga sadar bahwa sampah yang dibuang sembarangan adalah salah satu
penyebab utama banjir.
Pewawancara: Bagaimana respons warga terhadap program ini, Bu?
Narasumber: Awalnya banyak yang kurang antusias karena dianggap
merepotkan. Namun setelah kami adakan sosialisasi dan menunjukkan
manfaat nyatanya, seperti lingkungan yang lebih bersih dan penghasilan
tambahan dari penjualan barang daur ulang, warga mulai ikut
berpartisipasi dengan semangat.
Pewawancara: Apa harapan Ibu ke depannya untuk program ini?
Narasumber: Saya berharap program ini bisa terus berkembang dan menjadi
contoh bagi RT-RT lain di sekitar kita. Yang terpenting, saya ingin agar
kesadaran menjaga lingkungan ini tertanam kuat di hati setiap warga,
terutama generasi muda.
Pewawancara: Terima kasih banyak atas informasinya, Bu Dewi. Semoga
program ini semakin maju.
Narasumber: Terima kasih kembali, Ardi.
Baik, untuk lebih memahami tentang wawancara, kalian dapat berlatih soal
berikut ini,
Latihan Soal Wawancara Kelas 6 SD/MI Semester 1 (Ganjil) Kurikulum Merdeka Edisi Revisi
1. Apakah yang dimaksud dengan wawancara?
A. Kegiatan membaca teks secara bersama-sama untuk mendapatkan informasi
B. Kegiatan tanya jawab antara pewawancara dan narasumber untuk mendapatkan
informasi atau keterangan tertentu
C. Kegiatan menulis laporan berdasarkan pengamatan di lapangan
D. Kegiatan berdiskusi kelompok untuk memecahkan suatu masalah bersama
2. Berikut ini yang merupakan unsur utama dalam kegiatan wawancara adalah
....
A. Moderator, peserta, dan notulen
B. Pembicara, pendengar, dan juri
C. Pewawancara, narasumber, dan topik wawancara
D. Penulis, pembaca, dan editor
3. Manakah yang merupakan tujuan utama dari kegiatan wawancara?
A. Menghibur narasumber dengan pertanyaan-pertanyaan yang lucu dan ringan
B. Mendapatkan informasi atau data secara langsung dari narasumber yang
berkompeten
C. Menguji kemampuan narasumber dalam menjawab pertanyaan sulit
D. Membandingkan pendapat narasumber satu dengan narasumber lainnya di depan
umum
4. Sebelum melakukan wawancara, hal pertama yang harus dipersiapkan oleh
pewawancara adalah ....
A. Menyiapkan hadiah untuk diberikan kepada narasumber setelah wawancara
selesai
B. Menentukan lokasi wawancara yang paling nyaman dan indah
C. Menentukan topik, memilih narasumber yang tepat, dan menyusun daftar
pertanyaan
D. Mencari rekaman wawancara orang lain sebagai bahan referensi
5. Manakah contoh pertanyaan wawancara yang paling baik dan tepat?
A. "Apakah Bapak suka makan nasi goreng di pagi hari?"
B. "Sudahkah Ibu memberikan izin untuk wawancara ini?"
C. "Bagaimana pengalaman Ibu dalam mengembangkan program daur ulang sampah
di lingkungan ini?"
D. "Berapa umur Bapak sekarang?"
6. Manakah sikap yang mencerminkan etika pewawancara yang baik?
A. Menyela jawaban narasumber jika dianggap terlalu panjang dan tidak
menarik
B. Mengubah pernyataan narasumber agar terdengar lebih menarik saat ditulis
C. Mendengarkan jawaban narasumber dengan penuh perhatian dan tidak menyela
D. Mengajukan pertanyaan yang sama berulang kali agar narasumber tidak
bingung
Bacalah teks wawancara berikut untuk menjawab soal nomor 7 sampai 10!
Pewawancara: Selamat pagi, Bu Sari. Saya Reno dari kelas VI. Boleh saya
bertanya tentang kegiatan berkebun yang Ibu lakukan di rumah?
Narasumber: Tentu, silakan Reno.
Pewawancara: Sejak kapan Ibu mulai hobi berkebun?
Narasumber: Saya mulai berkebun sejak pandemi dua tahun lalu. Waktu itu saya
punya banyak waktu di rumah dan ingin melakukan kegiatan yang bermanfaat.
Pewawancara: Tanaman apa saja yang Ibu tanam di rumah?
Narasumber: Saya menanam berbagai sayuran seperti bayam, kangkung, dan
cabai. Selain itu, saya juga menanam beberapa jenis tanaman obat seperti
jahe, kunyit, dan lidah buaya.
Pewawancara: Apa manfaat yang Ibu rasakan dari kegiatan berkebun ini?
Narasumber: Manfaatnya sangat banyak. Selain bisa memenuhi sebagian
kebutuhan sayuran keluarga, berkebun juga membuat saya lebih rileks dan
bahagia. Merawat tanaman itu seperti meditasi bagi saya.
Pewawancara: Apakah Ibu punya saran bagi teman-teman yang ingin mulai
berkebun di rumah?
Narasumber: Mulailah dari tanaman yang mudah dirawat, seperti kangkung atau
bayam. Jangan takut gagal karena berkebun membutuhkan proses belajar. Yang
terpenting adalah konsisten merawat tanaman setiap hari.
Pewawancara: Terima kasih atas informasinya, Bu Sari.
Narasumber: Sama-sama, semoga bermanfaat.
7. Siapakah yang menjadi narasumber dalam teks wawancara di atas?
A. Reno, siswa kelas VI yang gemar berkebun
B. Bu Sari, seorang ibu yang memiliki hobi berkebun di rumah
C. Guru kelas VI yang memberikan tugas wawancara
D. Seorang petani profesional yang berpengalaman di bidang pertanian
8. Apa topik utama yang dibahas dalam wawancara tersebut?
A. Cara memasak sayuran hasil kebun yang lezat dan bergizi
B. Manfaat tanaman obat bagi kesehatan keluarga di rumah
C. Kegiatan berkebun di rumah yang dilakukan oleh Bu Sari
D. Program berkebun yang diadakan oleh sekolah selama pandemi
9. Berdasarkan teks wawancara, mengapa Bu Sari mulai hobi berkebun?
A. Karena Bu Sari mendapat tugas dari sekolah untuk menanam sayuran
B. Karena ada pandemi dan Bu Sari memiliki banyak waktu di rumah untuk
kegiatan bermanfaat
C. Karena Bu Sari ingin membuka usaha jual sayuran dari rumahnya sendiri
D. Karena Bu Sari mendapat hadiah bibit tanaman dari tetangganya
10. Saran apa yang diberikan Bu Sari kepada mereka yang ingin mulai
berkebun?
A. Langsung menanam tanaman langka agar hasilnya lebih bernilai tinggi
B. Membeli peralatan berkebun yang lengkap dan mahal terlebih dahulu
C. Mulailah dari tanaman mudah dirawat, tidak takut gagal, dan konsisten
merawat tanaman setiap hari
D. Mengikuti kursus berkebun profesional sebelum memulai berkebun di rumah
Bacalah teks wawancara berikut untuk menjawab soal nomor 11 sampai 15.
Pewawancara: Selamat siang, Pak Hamdan. Saya Nadia, siswa kelas VI SDN
Bintang Timur. Saya ingin mewawancarai Bapak mengenai pengalaman Bapak
sebagai penjaga museum. Apakah Bapak bersedia?
Pewawancara: Sudah berapa lama Bapak bekerja sebagai penjaga museum ini?
Narasumber: Saya sudah bekerja di sini selama dua puluh tiga tahun. Sejak
museum ini pertama kali dibuka untuk umum, saya sudah ada di sini.
Pewawancara: Apa tugas utama Bapak sebagai penjaga museum?
Narasumber: Tugas saya cukup beragam. Saya menjaga keamanan dan ketertiban
museum, memastikan koleksi benda-benda bersejarah terawat dengan baik, serta
membantu pengunjung yang membutuhkan informasi tentang koleksi yang ada.
Pewawancara: Pengalaman paling berkesan apa yang pernah Bapak alami selama
bekerja di museum ini?
Narasumber: Yang paling berkesan adalah ketika rombongan pelajar dari luar
negeri datang berkunjung dan sangat antusias mempelajari koleksi kami.
Mereka sangat kagum dengan kekayaan sejarah dan budaya Indonesia. Saat itu
saya merasa sangat bangga menjadi bagian dari lembaga yang menjaga warisan
bangsa ini.
Pewawancara: Menurut Bapak, mengapa penting bagi pelajar untuk mengunjungi
museum?
Narasumber: Sangat penting. Museum adalah tempat belajar sejarah secara
langsung. Di sini, pelajar bisa melihat, merasakan, dan memahami perjalanan
bangsa ini dengan cara yang jauh lebih nyata dibandingkan hanya membaca buku
teks. Kecintaan terhadap sejarah dan budaya harus ditanamkan sejak dini.
Pewawancara: Terima kasih banyak atas waktu dan penjelasan Bapak yang sangat
berharga ini.
Narasumber: Sama-sama, Nadia. Semoga kamu dan teman-temanmu semakin
mencintai sejarah bangsa kita.
11. Siapakah pewawancara dalam teks wawancara di atas?
A. Pak Hamdan, penjaga museum yang berpengalaman
B. Nadia, siswa kelas VI SDN Bintang Timur
C. Kepala museum tempat Pak Hamdan bekerja
D. Seorang wartawan dari majalah pendidikan nasional
12. Berdasarkan teks wawancara, sudah berapa lama Pak Hamdan bekerja sebagai
penjaga museum?
A. Sepuluh tahun sejak museum itu direnovasi besar-besaran
B. Lima belas tahun sejak ia lulus dari sekolah kejuruan
C. Dua puluh tiga tahun sejak museum pertama kali dibuka untuk umum
D. Tiga puluh tahun sejak ia dipindahtugaskan dari instansi lain
13. Apa tugas utama Pak Hamdan sebagai penjaga museum berdasarkan informasi
dalam teks?
A. Memandu seluruh rombongan wisatawan asing yang datang berkunjung
B. Merancang dan menata ulang koleksi benda bersejarah di museum
C. Menjaga keamanan, memastikan koleksi terawat, dan membantu pengunjung
yang membutuhkan informasi
D. Membuat laporan keuangan museum dan mengatur jadwal kunjungan sekolah
14. Mengapa Pak Hamdan merasa sangat bangga ketika rombongan pelajar luar
negeri berkunjung ke museum?
A. Karena rombongan tersebut memberikan hadiah yang sangat berharga untuk
museum
B. Karena mereka sangat antusias dan kagum dengan kekayaan sejarah dan
budaya Indonesia
C. Karena kunjungan tersebut diliput oleh banyak media massa nasional dan
internasional
D. Karena pelajar luar negeri itu menyatakan ingin belajar bahasa Indonesia
di sekolah mereka
15. Berdasarkan teks wawancara, alasan Pak Hamdan menganggap kunjungan ke
museum penting bagi pelajar adalah ....
A. Museum menyediakan fasilitas bermain yang edukatif dan menyenangkan bagi
anak-anak
B. Museum adalah tempat yang lebih murah dibandingkan tempat wisata lainnya
C. Museum adalah tempat belajar sejarah secara langsung yang jauh lebih
nyata dibandingkan hanya membaca buku teks
D. Museum memberikan sertifikat kunjungan yang berguna untuk nilai pelajaran
sejarah di sekolah
Demikian Rangkuman Materi Wawancara Plus Latihan Soal: Bahasa Indonesia Kelas 6 SD/MI Semester 1 (Ganjil) Kurikulum Merdeka. Kita akan belajar lagi dengan materi- materi menarik kelas 6 lainnya, hanya di AhzaaNet.
Jangan lupa untuk share atau bagikan artikel ini apabila bermanfaat buat teman-teman semuanya. Salam.