Rangkuman Materi Wawancara Plus Latihan Soal: Bahasa Indonesia Kelas 6 SD/MI Semester 1 (Ganjil) Kurikulum Merdeka - Ahzaa.Net

Rangkuman Materi Wawancara Plus Latihan Soal: Bahasa Indonesia Kelas 6 SD/MI Semester 1 (Ganjil) Kurikulum Merdeka

Rangkuman Materi Wawancara Plus Latihan Soal: Bahasa Indonesia Kelas 6 SD/MI Semester 1 (Ganjil) Kurikulum Merdeka

Hai sahabat AhzaaNet, kembali lagi yaa belajar bersama kami. Pada kesempatan ini, yuk kita belajar tentang materi wawancara sebagai salah satu topik yang dibahas pada mapel Bahasa Indonesia kelas 6 SD/MI semester 1 (ganjil) Kurikulum Merdeka. 

Rangkuman Materi Wawancara Bahasa Indonesia Kelas 6 SD/MI
Rangkuman Materi Wawancara Bahasa Indonesia Kelas 6 SD/MI


Wawancara merupakan suatu kegiatan tanya jawab antara dua orang atau lebih dengan tujuan mencari informasi tertentu. Orang yang mewawancarai disebut sebagai pewawancara dan orang yang diwawancarai dikenal sebagai narasumber. Melalui bahasa yang santun dan pertanyaan sesuai dengan topiknya, wawancara dapat berjalan dengan baik dan mendapatkan informasi yang berguna. 

Nah, lebih lanjut tentang wawancara akan kita bahas melalui penjelasan berikut ini tentang wawancara ya teman- teman...

Pengertian Wawancara

  1. Wawancara adalah kegiatan tanya jawab yang dilakukan secara langsung antara pewawancara dan narasumber untuk mendapatkan informasi, data, atau keterangan mengenai suatu hal tertentu. Wawancara merupakan salah satu cara paling efektif untuk menggali informasi secara mendalam karena pewawancara dapat langsung bertanya dan narasumber langsung memberikan jawaban.
  2. Dalam kegiatan wawancara, terdapat tiga unsur utama yang harus ada. Pertama adalah pewawancara, yaitu orang yang mengajukan pertanyaan. Kedua adalah narasumber, yaitu orang yang memberikan jawaban atau keterangan. Ketiga adalah topik atau pokok permasalahan yang menjadi bahan pembicaraan dalam wawancara tersebut.

Tujuan Wawancara

Wawancara dilakukan dengan berbagai tujuan. Adapun tujuan wawancara adalah sebagai berikut, 
  • untuk mendapatkan informasi atau data langsung dari sumbernya secara akurat. 
  • untuk menggali pendapat, pengalaman, atau pandangan seseorang mengenai suatu peristiwa atau topik tertentu. 
  • untuk melengkapi data yang telah diperoleh sebelumnya melalui cara lain seperti pengamatan atau studi pustaka. 
  • untuk keperluan jurnalistik, penelitian, atau tugas sekolah yang membutuhkan informasi dari pihak yang berkompeten.

Jenis-Jenis Wawancara

Berdasarkan sifatnya, wawancara dibedakan menjadi dua jenis yaitu wawancara terstruktur dan wawancara tidak terstruktur. 
  • Wawancara terstruktur adalah wawancara yang pertanyaannya telah disiapkan secara sistematis oleh pewawancara sebelum kegiatan berlangsung. 
  • Wawancara tidak terstruktur adalah wawancara yang bersifat lebih bebas dan spontan, di mana pertanyaan berkembang mengikuti alur jawaban narasumber.

Sementara itu, berdasarkan jumlah narasumber, wawancara dibedakan menjadi wawancara perorangan yang melibatkan satu narasumber, dan wawancara kelompok yang melibatkan beberapa narasumber sekaligus dalam satu sesi.

Langkah-Langkah Melakukan Wawancara

Agar wawancara berjalan lancar dan menghasilkan informasi yang berkualitas, ada beberapa langkah yang perlu diperhatikan yaitu:
  • Langkah pertama adalah persiapan. Pewawancara menentukan topik dan tujuan wawancara, memilih narasumber yang tepat dan berkompeten, lalu menyusun daftar pertanyaan yang akan diajukan. 
  • Langkah kedua adalah pelaksanaan. Pewawancara memperkenalkan diri, menyampaikan tujuan wawancara, mengajukan pertanyaan secara runtut, mendengarkan jawaban dengan saksama, dan mencatat atau merekam informasi yang diperoleh. 
  • Langkah ketiga adalah penutupan. Pewawancara mengucapkan terima kasih atas kesediaan narasumber dan meminta izin jika informasi yang diperoleh akan dipublikasikan.

Etika dalam Wawancara

Wawancara yang baik harus dilakukan dengan menjunjung tinggi etika. Pewawancara wajib membuat janji terlebih dahulu sebelum menemui narasumber dan datang tepat waktu. Pertanyaan disampaikan dengan bahasa yang sopan, jelas, dan tidak menyudutkan narasumber. Pewawancara juga harus mendengarkan jawaban narasumber dengan penuh perhatian dan tidak menyela di tengah-tengah penjelasan. Selain itu, pewawancara tidak boleh memutarbalikkan atau mengubah pernyataan narasumber saat menuliskan hasil wawancara.

Ciri-Ciri Pertanyaan Wawancara yang Baik

Pertanyaan wawancara yang baik memiliki beberapa ciri. Pertanyaan bersifat jelas dan mudah dipahami oleh narasumber. Pertanyaan bersifat terbuka sehingga mendorong narasumber memberikan jawaban yang lengkap dan informatif. Pertanyaan berkaitan langsung dengan topik yang sedang dibahas dan tidak melenceng ke hal-hal yang tidak relevan. Pertanyaan juga tidak bersifat memojokkan atau membuat narasumber tidak nyaman.

Contoh Teks Wawancara

Berikut ini dua contoh bentuk wawancara antara pewawancara dengan narasumber. 
Contoh Wawancara 1
  • Pewawancara: Selamat pagi, Pak Budi. Perkenalkan, saya Lina, siswa kelas VI SDN Merdeka. Saya ingin mewawancarai Bapak mengenai profesi dokter. Apakah Bapak bersedia?
  • Narasumber: Selamat pagi, Lina. Tentu, dengan senang hati saya bersedia.
  • Pewawancara: Terima kasih, Pak. Mengapa Bapak memilih profesi sebagai dokter?
  • Narasumber: Sejak kecil saya selalu ingin membantu orang yang sakit. Saya melihat betapa berharganya peran dokter bagi masyarakat, terutama di daerah-daerah yang kekurangan tenaga medis. Dari situlah keinginan saya menjadi dokter terus tumbuh dan akhirnya terwujud.
  • Pewawancara: Apa tantangan terbesar yang Bapak hadapi dalam menjalankan profesi ini?
  • Narasumber: Tantangan terbesarnya adalah menjaga stamina dan mental agar tetap prima, karena dokter harus siap melayani pasien kapan saja, termasuk di malam hari atau di hari libur. Selain itu, kami juga harus terus belajar mengikuti perkembangan ilmu kedokteran yang terus berkembang.
  • Pewawancara: Pesan apa yang ingin Bapak sampaikan kepada anak-anak yang bercita-cita menjadi dokter?
  • Narasumber: Raihlah cita-cita itu dengan sungguh-sungguh. Belajarlah dengan tekun sejak sekarang, karena menjadi dokter membutuhkan ilmu yang luas dan dedikasi yang tinggi. Yang terpenting, jadilah dokter yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki hati yang tulus untuk melayani sesama.
  • Pewawancara: Terima kasih banyak atas waktu dan informasi yang Bapak berikan. Semoga Bapak selalu sehat dan sukses.
  • Narasumber: Sama-sama, Lina. Semoga bermanfaat.

Contoh Wawancara 2
  • Pewawancara: Selamat sore, Bu Dewi. Saya Ardi dari majalah sekolah. Boleh saya mewawancarai Ibu tentang program daur ulang sampah yang Ibu jalankan di lingkungan RT kita?
  • Narasumber: Boleh, silakan Ardi. Saya senang ada yang tertarik meliput kegiatan ini.
  • Pewawancara: Sejak kapan program daur ulang sampah ini dimulai, Bu?
  • Narasumber: Program ini kami mulai sekitar dua tahun yang lalu, tepatnya setelah banjir besar yang melanda kampung kita. Kejadian itu membuat warga sadar bahwa sampah yang dibuang sembarangan adalah salah satu penyebab utama banjir.
  • Pewawancara: Bagaimana respons warga terhadap program ini, Bu?
  • Narasumber: Awalnya banyak yang kurang antusias karena dianggap merepotkan. Namun setelah kami adakan sosialisasi dan menunjukkan manfaat nyatanya, seperti lingkungan yang lebih bersih dan penghasilan tambahan dari penjualan barang daur ulang, warga mulai ikut berpartisipasi dengan semangat.
  • Pewawancara: Apa harapan Ibu ke depannya untuk program ini?
  • Narasumber: Saya berharap program ini bisa terus berkembang dan menjadi contoh bagi RT-RT lain di sekitar kita. Yang terpenting, saya ingin agar kesadaran menjaga lingkungan ini tertanam kuat di hati setiap warga, terutama generasi muda.
  • Pewawancara: Terima kasih banyak atas informasinya, Bu Dewi. Semoga program ini semakin maju.
  • Narasumber: Terima kasih kembali, Ardi.

Baik, untuk lebih memahami tentang wawancara, kalian dapat berlatih soal berikut ini, 

Latihan Soal Wawancara Kelas 6 SD/MI Semester 1 (Ganjil) Kurikulum Merdeka Edisi Revisi


1. Apakah yang dimaksud dengan wawancara?
A. Kegiatan membaca teks secara bersama-sama untuk mendapatkan informasi
B. Kegiatan tanya jawab antara pewawancara dan narasumber untuk mendapatkan informasi atau keterangan tertentu
C. Kegiatan menulis laporan berdasarkan pengamatan di lapangan
D. Kegiatan berdiskusi kelompok untuk memecahkan suatu masalah bersama


2. Berikut ini yang merupakan unsur utama dalam kegiatan wawancara adalah ....
A. Moderator, peserta, dan notulen
B. Pembicara, pendengar, dan juri
C. Pewawancara, narasumber, dan topik wawancara
D. Penulis, pembaca, dan editor


3. Manakah yang merupakan tujuan utama dari kegiatan wawancara?
A. Menghibur narasumber dengan pertanyaan-pertanyaan yang lucu dan ringan
B. Mendapatkan informasi atau data secara langsung dari narasumber yang berkompeten
C. Menguji kemampuan narasumber dalam menjawab pertanyaan sulit
D. Membandingkan pendapat narasumber satu dengan narasumber lainnya di depan umum


4. Sebelum melakukan wawancara, hal pertama yang harus dipersiapkan oleh pewawancara adalah ....
A. Menyiapkan hadiah untuk diberikan kepada narasumber setelah wawancara selesai
B. Menentukan lokasi wawancara yang paling nyaman dan indah
C. Menentukan topik, memilih narasumber yang tepat, dan menyusun daftar pertanyaan
D. Mencari rekaman wawancara orang lain sebagai bahan referensi


5. Manakah contoh pertanyaan wawancara yang paling baik dan tepat?
A. "Apakah Bapak suka makan nasi goreng di pagi hari?"
B. "Sudahkah Ibu memberikan izin untuk wawancara ini?"
C. "Bagaimana pengalaman Ibu dalam mengembangkan program daur ulang sampah di lingkungan ini?"
D. "Berapa umur Bapak sekarang?"


6. Manakah sikap yang mencerminkan etika pewawancara yang baik?
A. Menyela jawaban narasumber jika dianggap terlalu panjang dan tidak menarik
B. Mengubah pernyataan narasumber agar terdengar lebih menarik saat ditulis
C. Mendengarkan jawaban narasumber dengan penuh perhatian dan tidak menyela
D. Mengajukan pertanyaan yang sama berulang kali agar narasumber tidak bingung


Bacalah teks wawancara berikut untuk menjawab soal nomor 7 sampai 10!
Pewawancara: Selamat pagi, Bu Sari. Saya Reno dari kelas VI. Boleh saya bertanya tentang kegiatan berkebun yang Ibu lakukan di rumah?
Narasumber: Tentu, silakan Reno.
Pewawancara: Sejak kapan Ibu mulai hobi berkebun?
Narasumber: Saya mulai berkebun sejak pandemi dua tahun lalu. Waktu itu saya punya banyak waktu di rumah dan ingin melakukan kegiatan yang bermanfaat.
Pewawancara: Tanaman apa saja yang Ibu tanam di rumah?
Narasumber: Saya menanam berbagai sayuran seperti bayam, kangkung, dan cabai. Selain itu, saya juga menanam beberapa jenis tanaman obat seperti jahe, kunyit, dan lidah buaya.
Pewawancara: Apa manfaat yang Ibu rasakan dari kegiatan berkebun ini?
Narasumber: Manfaatnya sangat banyak. Selain bisa memenuhi sebagian kebutuhan sayuran keluarga, berkebun juga membuat saya lebih rileks dan bahagia. Merawat tanaman itu seperti meditasi bagi saya.
Pewawancara: Apakah Ibu punya saran bagi teman-teman yang ingin mulai berkebun di rumah?
Narasumber: Mulailah dari tanaman yang mudah dirawat, seperti kangkung atau bayam. Jangan takut gagal karena berkebun membutuhkan proses belajar. Yang terpenting adalah konsisten merawat tanaman setiap hari.
Pewawancara: Terima kasih atas informasinya, Bu Sari.
Narasumber: Sama-sama, semoga bermanfaat.

7. Siapakah yang menjadi narasumber dalam teks wawancara di atas?
A. Reno, siswa kelas VI yang gemar berkebun
B. Bu Sari, seorang ibu yang memiliki hobi berkebun di rumah
C. Guru kelas VI yang memberikan tugas wawancara
D. Seorang petani profesional yang berpengalaman di bidang pertanian


8. Apa topik utama yang dibahas dalam wawancara tersebut?
A. Cara memasak sayuran hasil kebun yang lezat dan bergizi
B. Manfaat tanaman obat bagi kesehatan keluarga di rumah
C. Kegiatan berkebun di rumah yang dilakukan oleh Bu Sari
D. Program berkebun yang diadakan oleh sekolah selama pandemi


9. Berdasarkan teks wawancara, mengapa Bu Sari mulai hobi berkebun?
A. Karena Bu Sari mendapat tugas dari sekolah untuk menanam sayuran
B. Karena ada pandemi dan Bu Sari memiliki banyak waktu di rumah untuk kegiatan bermanfaat
C. Karena Bu Sari ingin membuka usaha jual sayuran dari rumahnya sendiri
D. Karena Bu Sari mendapat hadiah bibit tanaman dari tetangganya


10. Saran apa yang diberikan Bu Sari kepada mereka yang ingin mulai berkebun?
A. Langsung menanam tanaman langka agar hasilnya lebih bernilai tinggi
B. Membeli peralatan berkebun yang lengkap dan mahal terlebih dahulu
C. Mulailah dari tanaman mudah dirawat, tidak takut gagal, dan konsisten merawat tanaman setiap hari
D. Mengikuti kursus berkebun profesional sebelum memulai berkebun di rumah


Bacalah teks wawancara berikut untuk menjawab soal nomor 11 sampai 15.
Pewawancara: Selamat siang, Pak Hamdan. Saya Nadia, siswa kelas VI SDN Bintang Timur. Saya ingin mewawancarai Bapak mengenai pengalaman Bapak sebagai penjaga museum. Apakah Bapak bersedia?
Narasumber: Selamat siang, Nadia. Silakan, saya siap menjawab pertanyaanmu.
Pewawancara: Sudah berapa lama Bapak bekerja sebagai penjaga museum ini?
Narasumber: Saya sudah bekerja di sini selama dua puluh tiga tahun. Sejak museum ini pertama kali dibuka untuk umum, saya sudah ada di sini.
Pewawancara: Apa tugas utama Bapak sebagai penjaga museum?
Narasumber: Tugas saya cukup beragam. Saya menjaga keamanan dan ketertiban museum, memastikan koleksi benda-benda bersejarah terawat dengan baik, serta membantu pengunjung yang membutuhkan informasi tentang koleksi yang ada.
Pewawancara: Pengalaman paling berkesan apa yang pernah Bapak alami selama bekerja di museum ini?
Narasumber: Yang paling berkesan adalah ketika rombongan pelajar dari luar negeri datang berkunjung dan sangat antusias mempelajari koleksi kami. Mereka sangat kagum dengan kekayaan sejarah dan budaya Indonesia. Saat itu saya merasa sangat bangga menjadi bagian dari lembaga yang menjaga warisan bangsa ini.
Pewawancara: Menurut Bapak, mengapa penting bagi pelajar untuk mengunjungi museum?
Narasumber: Sangat penting. Museum adalah tempat belajar sejarah secara langsung. Di sini, pelajar bisa melihat, merasakan, dan memahami perjalanan bangsa ini dengan cara yang jauh lebih nyata dibandingkan hanya membaca buku teks. Kecintaan terhadap sejarah dan budaya harus ditanamkan sejak dini.
Pewawancara: Terima kasih banyak atas waktu dan penjelasan Bapak yang sangat berharga ini.
Narasumber: Sama-sama, Nadia. Semoga kamu dan teman-temanmu semakin mencintai sejarah bangsa kita.

11. Siapakah pewawancara dalam teks wawancara di atas?
A. Pak Hamdan, penjaga museum yang berpengalaman
B. Nadia, siswa kelas VI SDN Bintang Timur
C. Kepala museum tempat Pak Hamdan bekerja
D. Seorang wartawan dari majalah pendidikan nasional


12. Berdasarkan teks wawancara, sudah berapa lama Pak Hamdan bekerja sebagai penjaga museum?
A. Sepuluh tahun sejak museum itu direnovasi besar-besaran
B. Lima belas tahun sejak ia lulus dari sekolah kejuruan
C. Dua puluh tiga tahun sejak museum pertama kali dibuka untuk umum
D. Tiga puluh tahun sejak ia dipindahtugaskan dari instansi lain


13. Apa tugas utama Pak Hamdan sebagai penjaga museum berdasarkan informasi dalam teks?
A. Memandu seluruh rombongan wisatawan asing yang datang berkunjung
B. Merancang dan menata ulang koleksi benda bersejarah di museum
C. Menjaga keamanan, memastikan koleksi terawat, dan membantu pengunjung yang membutuhkan informasi
D. Membuat laporan keuangan museum dan mengatur jadwal kunjungan sekolah


14. Mengapa Pak Hamdan merasa sangat bangga ketika rombongan pelajar luar negeri berkunjung ke museum?
A. Karena rombongan tersebut memberikan hadiah yang sangat berharga untuk museum
B. Karena mereka sangat antusias dan kagum dengan kekayaan sejarah dan budaya Indonesia
C. Karena kunjungan tersebut diliput oleh banyak media massa nasional dan internasional
D. Karena pelajar luar negeri itu menyatakan ingin belajar bahasa Indonesia di sekolah mereka


15. Berdasarkan teks wawancara, alasan Pak Hamdan menganggap kunjungan ke museum penting bagi pelajar adalah ....
A. Museum menyediakan fasilitas bermain yang edukatif dan menyenangkan bagi anak-anak
B. Museum adalah tempat yang lebih murah dibandingkan tempat wisata lainnya
C. Museum adalah tempat belajar sejarah secara langsung yang jauh lebih nyata dibandingkan hanya membaca buku teks
D. Museum memberikan sertifikat kunjungan yang berguna untuk nilai pelajaran sejarah di sekolah

Demikian Rangkuman Materi Wawancara Plus Latihan Soal: Bahasa Indonesia Kelas 6 SD/MI Semester 1 (Ganjil) Kurikulum Merdeka. Kita akan belajar lagi dengan materi- materi menarik kelas 6 lainnya, hanya di AhzaaNet. 

Jangan lupa untuk share atau bagikan artikel ini apabila bermanfaat buat teman-teman semuanya. Salam.

Terima kasih sudah berkunjung dan belajar bersama kami. Silahkan tinggalkan komentar dengan nama dan url lengkap. Penyisipan link dalam kolom komentar tidak diperkenankan yaa...
Sekali lagi, terima kasih...
EmoticonEmoticon

Formulir Kontak