Hai sahabat AhzaaNet, kembali lagi yaa belajar bersama kami. Pada kesempatan
ini, yuk kita belajar tentang materi wawancara sebagai salah satu topik yang
dibahas pada mapel Bahasa Indonesia kelas 6 SD/MI semester 1 (ganjil)
Kurikulum Merdeka.
Rangkuman Materi Wawancara Bahasa Indonesia Kelas 6 SD/MI
Wawancara merupakan suatu kegiatan tanya jawab antara dua orang atau lebih
dengan tujuan mencari informasi tertentu. Orang yang mewawancarai disebut
sebagai pewawancara dan orang yang diwawancarai dikenal sebagai narasumber.
Melalui bahasa yang santun dan pertanyaan sesuai dengan topiknya, wawancara
dapat berjalan dengan baik dan mendapatkan informasi yang berguna.
Nah, lebih lanjut tentang wawancara akan kita bahas melalui penjelasan berikut
ini tentang wawancara ya teman- teman...
Pengertian Wawancara
Wawancara adalah kegiatan tanya jawab yang dilakukan secara langsung
antara pewawancara dan narasumber untuk mendapatkan informasi, data,
atau keterangan mengenai suatu hal tertentu. Wawancara merupakan salah
satu cara paling efektif untuk menggali informasi secara mendalam karena
pewawancara dapat langsung bertanya dan narasumber langsung memberikan
jawaban.
Dalam kegiatan wawancara, terdapat tiga unsur utama yang harus ada.
Pertama adalah pewawancara, yaitu orang yang mengajukan pertanyaan.
Kedua adalah narasumber, yaitu orang yang memberikan jawaban atau
keterangan. Ketiga adalah topik atau pokok permasalahan yang menjadi
bahan pembicaraan dalam wawancara tersebut.
Tujuan Wawancara
Wawancara dilakukan dengan berbagai tujuan. Adapun tujuan wawancara adalah
sebagai berikut,
untuk mendapatkan informasi atau data langsung dari sumbernya secara
akurat.
untuk menggali pendapat, pengalaman, atau pandangan seseorang mengenai
suatu peristiwa atau topik tertentu.
untuk melengkapi data yang telah diperoleh sebelumnya melalui cara lain
seperti pengamatan atau studi pustaka.
untuk keperluan jurnalistik, penelitian, atau tugas sekolah yang
membutuhkan informasi dari pihak yang berkompeten.
Baca Juga Materi Bab 1, Bangga Menjadi Anak Indonesia:
Berdasarkan sifatnya, wawancara dibedakan menjadi dua jenis yaitu wawancara
terstruktur dan wawancara tidak terstruktur.
Wawancara terstruktur adalah wawancara yang pertanyaannya telah
disiapkan secara sistematis oleh pewawancara sebelum kegiatan
berlangsung.
Wawancara tidak terstruktur adalah wawancara yang bersifat lebih bebas
dan spontan, di mana pertanyaan berkembang mengikuti alur jawaban
narasumber.
Sementara itu, berdasarkan jumlah narasumber, wawancara dibedakan menjadi
wawancara perorangan yang melibatkan satu narasumber, dan wawancara kelompok
yang melibatkan beberapa narasumber sekaligus dalam satu sesi.
Langkah-Langkah Melakukan Wawancara
Agar wawancara berjalan lancar dan menghasilkan informasi yang berkualitas,
ada beberapa langkah yang perlu diperhatikan yaitu:
Langkah pertama adalah persiapan. Pewawancara menentukan topik dan
tujuan wawancara, memilih narasumber yang tepat dan berkompeten, lalu
menyusun daftar pertanyaan yang akan diajukan.
Langkah kedua adalah pelaksanaan. Pewawancara memperkenalkan diri,
menyampaikan tujuan wawancara, mengajukan pertanyaan secara runtut,
mendengarkan jawaban dengan saksama, dan mencatat atau merekam informasi
yang diperoleh.
Langkah ketiga adalah penutupan. Pewawancara mengucapkan terima kasih
atas kesediaan narasumber dan meminta izin jika informasi yang diperoleh
akan dipublikasikan.
Etika dalam Wawancara
Wawancara yang baik harus dilakukan dengan menjunjung tinggi etika.
Pewawancara wajib membuat janji terlebih dahulu sebelum menemui narasumber
dan datang tepat waktu. Pertanyaan disampaikan dengan bahasa yang sopan,
jelas, dan tidak menyudutkan narasumber. Pewawancara juga harus mendengarkan
jawaban narasumber dengan penuh perhatian dan tidak menyela di tengah-tengah
penjelasan. Selain itu, pewawancara tidak boleh memutarbalikkan atau
mengubah pernyataan narasumber saat menuliskan hasil wawancara.
Ciri-Ciri Pertanyaan Wawancara yang Baik
Pertanyaan wawancara yang baik memiliki beberapa ciri. Pertanyaan bersifat
jelas dan mudah dipahami oleh narasumber. Pertanyaan bersifat terbuka
sehingga mendorong narasumber memberikan jawaban yang lengkap dan
informatif. Pertanyaan berkaitan langsung dengan topik yang sedang dibahas
dan tidak melenceng ke hal-hal yang tidak relevan. Pertanyaan juga tidak
bersifat memojokkan atau membuat narasumber tidak nyaman.
Contoh Teks Wawancara
Berikut ini dua contoh bentuk wawancara antara pewawancara dengan
narasumber.
Contoh Wawancara 1
Pewawancara: Selamat pagi, Pak Budi. Perkenalkan, saya Lina, siswa kelas
VI SDN Merdeka. Saya ingin mewawancarai Bapak mengenai profesi dokter.
Apakah Bapak bersedia?
Narasumber: Selamat pagi, Lina. Tentu, dengan senang hati saya bersedia.
Pewawancara: Terima kasih, Pak. Mengapa Bapak memilih profesi sebagai
dokter?
Narasumber: Sejak kecil saya selalu ingin membantu orang yang sakit.
Saya melihat betapa berharganya peran dokter bagi masyarakat, terutama
di daerah-daerah yang kekurangan tenaga medis. Dari situlah keinginan
saya menjadi dokter terus tumbuh dan akhirnya terwujud.
Pewawancara: Apa tantangan terbesar yang Bapak hadapi dalam menjalankan
profesi ini?
Narasumber: Tantangan terbesarnya adalah menjaga stamina dan mental agar
tetap prima, karena dokter harus siap melayani pasien kapan saja,
termasuk di malam hari atau di hari libur. Selain itu, kami juga harus
terus belajar mengikuti perkembangan ilmu kedokteran yang terus
berkembang.
Pewawancara: Pesan apa yang ingin Bapak sampaikan kepada anak-anak yang
bercita-cita menjadi dokter?
Narasumber: Raihlah cita-cita itu dengan sungguh-sungguh. Belajarlah
dengan tekun sejak sekarang, karena menjadi dokter membutuhkan ilmu yang
luas dan dedikasi yang tinggi. Yang terpenting, jadilah dokter yang
tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki hati yang tulus untuk melayani
sesama.
Pewawancara: Terima kasih banyak atas waktu dan informasi yang Bapak
berikan. Semoga Bapak selalu sehat dan sukses.
Narasumber: Sama-sama, Lina. Semoga bermanfaat.
Contoh Wawancara 2
Pewawancara: Selamat sore, Bu Dewi. Saya Ardi dari majalah sekolah.
Boleh saya mewawancarai Ibu tentang program daur ulang sampah yang Ibu
jalankan di lingkungan RT kita?
Narasumber: Boleh, silakan Ardi. Saya senang ada yang tertarik meliput
kegiatan ini.
Pewawancara: Sejak kapan program daur ulang sampah ini dimulai, Bu?
Narasumber: Program ini kami mulai sekitar dua tahun yang lalu, tepatnya
setelah banjir besar yang melanda kampung kita. Kejadian itu membuat
warga sadar bahwa sampah yang dibuang sembarangan adalah salah satu
penyebab utama banjir.
Pewawancara: Bagaimana respons warga terhadap program ini, Bu?
Narasumber: Awalnya banyak yang kurang antusias karena dianggap
merepotkan. Namun setelah kami adakan sosialisasi dan menunjukkan
manfaat nyatanya, seperti lingkungan yang lebih bersih dan penghasilan
tambahan dari penjualan barang daur ulang, warga mulai ikut
berpartisipasi dengan semangat.
Pewawancara: Apa harapan Ibu ke depannya untuk program ini?
Narasumber: Saya berharap program ini bisa terus berkembang dan menjadi
contoh bagi RT-RT lain di sekitar kita. Yang terpenting, saya ingin agar
kesadaran menjaga lingkungan ini tertanam kuat di hati setiap warga,
terutama generasi muda.
Pewawancara: Terima kasih banyak atas informasinya, Bu Dewi. Semoga
program ini semakin maju.
Narasumber: Terima kasih kembali, Ardi.
Baik, untuk lebih memahami tentang wawancara, kalian dapat berlatih soal
berikut ini,
Latihan Soal Wawancara Kelas 6 SD/MI Semester 1 (Ganjil) Kurikulum Merdeka Edisi Revisi
1. Apakah yang dimaksud dengan wawancara?
A. Kegiatan membaca teks secara bersama-sama untuk mendapatkan informasi
B. Kegiatan tanya jawab antara pewawancara dan narasumber untuk mendapatkan
informasi atau keterangan tertentu
C. Kegiatan menulis laporan berdasarkan pengamatan di lapangan
D. Kegiatan berdiskusi kelompok untuk memecahkan suatu masalah bersama
2. Berikut ini yang merupakan unsur utama dalam kegiatan wawancara adalah
....
A. Moderator, peserta, dan notulen
B. Pembicara, pendengar, dan juri
C. Pewawancara, narasumber, dan topik wawancara
D. Penulis, pembaca, dan editor
3. Manakah yang merupakan tujuan utama dari kegiatan wawancara?
A. Menghibur narasumber dengan pertanyaan-pertanyaan yang lucu dan ringan
B. Mendapatkan informasi atau data secara langsung dari narasumber yang
berkompeten
C. Menguji kemampuan narasumber dalam menjawab pertanyaan sulit
D. Membandingkan pendapat narasumber satu dengan narasumber lainnya di depan
umum
4. Sebelum melakukan wawancara, hal pertama yang harus dipersiapkan oleh
pewawancara adalah ....
A. Menyiapkan hadiah untuk diberikan kepada narasumber setelah wawancara
selesai
B. Menentukan lokasi wawancara yang paling nyaman dan indah
C. Menentukan topik, memilih narasumber yang tepat, dan menyusun daftar
pertanyaan
D. Mencari rekaman wawancara orang lain sebagai bahan referensi
5. Manakah contoh pertanyaan wawancara yang paling baik dan tepat?
A. "Apakah Bapak suka makan nasi goreng di pagi hari?"
B. "Sudahkah Ibu memberikan izin untuk wawancara ini?"
C. "Bagaimana pengalaman Ibu dalam mengembangkan program daur ulang sampah
di lingkungan ini?"
D. "Berapa umur Bapak sekarang?"
6. Manakah sikap yang mencerminkan etika pewawancara yang baik?
A. Menyela jawaban narasumber jika dianggap terlalu panjang dan tidak
menarik
B. Mengubah pernyataan narasumber agar terdengar lebih menarik saat ditulis
C. Mendengarkan jawaban narasumber dengan penuh perhatian dan tidak menyela
D. Mengajukan pertanyaan yang sama berulang kali agar narasumber tidak
bingung
Bacalah teks wawancara berikut untuk menjawab soal nomor 7 sampai 10!
Pewawancara: Selamat pagi, Bu Sari. Saya Reno dari kelas VI. Boleh saya
bertanya tentang kegiatan berkebun yang Ibu lakukan di rumah?
Narasumber: Tentu, silakan Reno.
Pewawancara: Sejak kapan Ibu mulai hobi berkebun?
Narasumber: Saya mulai berkebun sejak pandemi dua tahun lalu. Waktu itu saya
punya banyak waktu di rumah dan ingin melakukan kegiatan yang bermanfaat.
Pewawancara: Tanaman apa saja yang Ibu tanam di rumah?
Narasumber: Saya menanam berbagai sayuran seperti bayam, kangkung, dan
cabai. Selain itu, saya juga menanam beberapa jenis tanaman obat seperti
jahe, kunyit, dan lidah buaya.
Pewawancara: Apa manfaat yang Ibu rasakan dari kegiatan berkebun ini?
Narasumber: Manfaatnya sangat banyak. Selain bisa memenuhi sebagian
kebutuhan sayuran keluarga, berkebun juga membuat saya lebih rileks dan
bahagia. Merawat tanaman itu seperti meditasi bagi saya.
Pewawancara: Apakah Ibu punya saran bagi teman-teman yang ingin mulai
berkebun di rumah?
Narasumber: Mulailah dari tanaman yang mudah dirawat, seperti kangkung atau
bayam. Jangan takut gagal karena berkebun membutuhkan proses belajar. Yang
terpenting adalah konsisten merawat tanaman setiap hari.
Pewawancara: Terima kasih atas informasinya, Bu Sari.
Narasumber: Sama-sama, semoga bermanfaat.
7. Siapakah yang menjadi narasumber dalam teks wawancara di atas?
A. Reno, siswa kelas VI yang gemar berkebun
B. Bu Sari, seorang ibu yang memiliki hobi berkebun di rumah
C. Guru kelas VI yang memberikan tugas wawancara
D. Seorang petani profesional yang berpengalaman di bidang pertanian
8. Apa topik utama yang dibahas dalam wawancara tersebut?
A. Cara memasak sayuran hasil kebun yang lezat dan bergizi
B. Manfaat tanaman obat bagi kesehatan keluarga di rumah
C. Kegiatan berkebun di rumah yang dilakukan oleh Bu Sari
D. Program berkebun yang diadakan oleh sekolah selama pandemi
9. Berdasarkan teks wawancara, mengapa Bu Sari mulai hobi berkebun?
A. Karena Bu Sari mendapat tugas dari sekolah untuk menanam sayuran
B. Karena ada pandemi dan Bu Sari memiliki banyak waktu di rumah untuk
kegiatan bermanfaat
C. Karena Bu Sari ingin membuka usaha jual sayuran dari rumahnya sendiri
D. Karena Bu Sari mendapat hadiah bibit tanaman dari tetangganya
10. Saran apa yang diberikan Bu Sari kepada mereka yang ingin mulai
berkebun?
A. Langsung menanam tanaman langka agar hasilnya lebih bernilai tinggi
B. Membeli peralatan berkebun yang lengkap dan mahal terlebih dahulu
C. Mulailah dari tanaman mudah dirawat, tidak takut gagal, dan konsisten
merawat tanaman setiap hari
D. Mengikuti kursus berkebun profesional sebelum memulai berkebun di rumah
Bacalah teks wawancara berikut untuk menjawab soal nomor 11 sampai 15.
Pewawancara: Selamat siang, Pak Hamdan. Saya Nadia, siswa kelas VI SDN
Bintang Timur. Saya ingin mewawancarai Bapak mengenai pengalaman Bapak
sebagai penjaga museum. Apakah Bapak bersedia?
Pewawancara: Sudah berapa lama Bapak bekerja sebagai penjaga museum ini?
Narasumber: Saya sudah bekerja di sini selama dua puluh tiga tahun. Sejak
museum ini pertama kali dibuka untuk umum, saya sudah ada di sini.
Pewawancara: Apa tugas utama Bapak sebagai penjaga museum?
Narasumber: Tugas saya cukup beragam. Saya menjaga keamanan dan ketertiban
museum, memastikan koleksi benda-benda bersejarah terawat dengan baik, serta
membantu pengunjung yang membutuhkan informasi tentang koleksi yang ada.
Pewawancara: Pengalaman paling berkesan apa yang pernah Bapak alami selama
bekerja di museum ini?
Narasumber: Yang paling berkesan adalah ketika rombongan pelajar dari luar
negeri datang berkunjung dan sangat antusias mempelajari koleksi kami.
Mereka sangat kagum dengan kekayaan sejarah dan budaya Indonesia. Saat itu
saya merasa sangat bangga menjadi bagian dari lembaga yang menjaga warisan
bangsa ini.
Pewawancara: Menurut Bapak, mengapa penting bagi pelajar untuk mengunjungi
museum?
Narasumber: Sangat penting. Museum adalah tempat belajar sejarah secara
langsung. Di sini, pelajar bisa melihat, merasakan, dan memahami perjalanan
bangsa ini dengan cara yang jauh lebih nyata dibandingkan hanya membaca buku
teks. Kecintaan terhadap sejarah dan budaya harus ditanamkan sejak dini.
Pewawancara: Terima kasih banyak atas waktu dan penjelasan Bapak yang sangat
berharga ini.
Narasumber: Sama-sama, Nadia. Semoga kamu dan teman-temanmu semakin
mencintai sejarah bangsa kita.
11. Siapakah pewawancara dalam teks wawancara di atas?
A. Pak Hamdan, penjaga museum yang berpengalaman
B. Nadia, siswa kelas VI SDN Bintang Timur
C. Kepala museum tempat Pak Hamdan bekerja
D. Seorang wartawan dari majalah pendidikan nasional
12. Berdasarkan teks wawancara, sudah berapa lama Pak Hamdan bekerja sebagai
penjaga museum?
A. Sepuluh tahun sejak museum itu direnovasi besar-besaran
B. Lima belas tahun sejak ia lulus dari sekolah kejuruan
C. Dua puluh tiga tahun sejak museum pertama kali dibuka untuk umum
D. Tiga puluh tahun sejak ia dipindahtugaskan dari instansi lain
13. Apa tugas utama Pak Hamdan sebagai penjaga museum berdasarkan informasi
dalam teks?
A. Memandu seluruh rombongan wisatawan asing yang datang berkunjung
B. Merancang dan menata ulang koleksi benda bersejarah di museum
C. Menjaga keamanan, memastikan koleksi terawat, dan membantu pengunjung
yang membutuhkan informasi
D. Membuat laporan keuangan museum dan mengatur jadwal kunjungan sekolah
14. Mengapa Pak Hamdan merasa sangat bangga ketika rombongan pelajar luar
negeri berkunjung ke museum?
A. Karena rombongan tersebut memberikan hadiah yang sangat berharga untuk
museum
B. Karena mereka sangat antusias dan kagum dengan kekayaan sejarah dan
budaya Indonesia
C. Karena kunjungan tersebut diliput oleh banyak media massa nasional dan
internasional
D. Karena pelajar luar negeri itu menyatakan ingin belajar bahasa Indonesia
di sekolah mereka
15. Berdasarkan teks wawancara, alasan Pak Hamdan menganggap kunjungan ke
museum penting bagi pelajar adalah ....
A. Museum menyediakan fasilitas bermain yang edukatif dan menyenangkan bagi
anak-anak
B. Museum adalah tempat yang lebih murah dibandingkan tempat wisata lainnya
C. Museum adalah tempat belajar sejarah secara langsung yang jauh lebih
nyata dibandingkan hanya membaca buku teks
D. Museum memberikan sertifikat kunjungan yang berguna untuk nilai pelajaran
sejarah di sekolah
Demikian Rangkuman Materi Wawancara Plus Latihan Soal: Bahasa Indonesia Kelas 6 SD/MI Semester 1 (Ganjil) Kurikulum Merdeka. Kita akan belajar lagi dengan materi- materi menarik kelas 6 lainnya, hanya di AhzaaNet.
Jangan lupa untuk share atau bagikan artikel ini apabila bermanfaat buat teman-teman semuanya. Salam.