10/11/2023

Materi SKI : Masa Kehidupan Nabi Muhammad Saw dari Lahir Hingga Remaja

Nabi Muhammad dilahirkan ketika umat manusia berada dalam masa kegelapan dan kehilangan pegangan hidupnya. Masyarakat arab kala itu memiliki kebiasaan yang buruk dalam hidupnya, mengumbar hawa nafsu, sombong, foya- foya dan menyembah kepada patung berhala- berhala mereka.

Photo by adam hilles on Unsplash

Perihal Tahun Gajah
Nabi Muhammad Saw lahir di kota Makkah pada hari Senin, tanggal 12 Rabiul Awal tahun Gajah, atau bertepatan dengan tanggal 20 April 571 Masehi. Tahun nabi Muhammad disebut dengan tahun Gajah. Pasalnya, bertepatan dengan diserangnya kota Makkah oleh tentara bergajah pimpinan Raja Abrahah yang bertujuan menghancurkan Ka'bah. Akan tetapi, atas pertolongan Allah Swt, hal tersebut dapat dicegah dan bahkan pasukan gajah berikut pimpinannya dapat ditumpas hancur karena dihujani batu atau kerikul panas yang di bawa oleh gerombolan burung yang datang berbondong- bondong. 

Nabi Muhammad Saw lahir dari keluarga yang miskin harta tetapi kaya dalam akhlak dan budi pekerti. Nama ayahnya Abdullah dan Ibunya bernama Aminah. Ayah beliau meninggal ketika Nabi Muhammad Saw masih dalam kandungan. 

Kelahiran Nabi Muhammad Saw
Saat nabi Muhammad Saw lahir, beliau dalam keadaan tersenyum, tidak menangis, bakan ibunya tidak merasakan sakit. Tangan nabi Muhammad Saw menunjuk ke ats langit seperti menunjukkan kebesaran Allah Saw. Beliau juga menelungkupkan kepalanya seperti dalam posisi sujud kepada Allah Swt serta diiringi oleh cahaya yang menghangatkan bagi siapapun yang melihatnya. 

Saat nabi Muhammad Saw lahir, kakeknya, yang bernama Abdul Muthalib sedang berada di ka'bah, beliau segera mendatangi rumah Siti Aminah dan sangat bangga serta gembira akan kelahiran Nabi Muhammad saw. Abdul Muthalib kemudian membawanya berkeliling ka'bah sebagai tanda syukur kepada Allah Swt. Sambil menggendong cucunya, kakek nabi Saw tiada henti- hentinya memuji keagungan Allah Swt dan kemudian memberi nama Muhammad yang artinya orang yang terpuji. 

Nabi Muhammad Saw merupakan keturunan dari keluarga bangsa Quraisy yang sangat dihormati dan disegani. Kakek nabi Saw, Abdul Muthalib merupakan bangsawan Quraisy yang dipercaya oleh kaumnya untuk menjaga Ka'bah. 

Pengasuhan Awal Nabi Muhammad Saw
Masyarakat arab memiliki adat dan tradisi khususnya bgi para bangsawan yang memiliki bayi yaitu dengan menitipkan dan menyusukan bayi- bayi mereka kepada wanita badiyah (dusun di padang pasir). Tujuannya adalah agar bayi- bayi mereka dapat menghirup udara segar, terhindar dari penyakit, dan dapat berbicara dengan bahasa yang baik dan fasih. 

Setelah nabi Muhammad Saw dilahirkan oleh ibunya, belaiu disusui oleh Tsuwaibah Al Aslamiyah selama tiga hari setelah penyusuan ibu beliau. Tsuwaibah adalah seorang pelayan paman nabi yang bernama Abu Lahab. 

Nabi Muhammad saw kemudian diserahkan oleh ibunya kepada seorang wanita  badiyah yang bernama Halimatussa'diyah, dari Bani Sa'ad kabilah Hawazin. Wanita tersebut bertempat tinggal tidak jauh dari kota Makkah dan di perkampungan inilah nabi Muhammad saw diasuh dan dibesarkan. 

Perubahan terjadi pada kehidupan Halimatussa'diyyah ketika menyusui Nabi Muhammad saw kecil yaitu kehidupannya menjadi lebih baik, hewan ternak yang bertambah gemuk, air susunya yang bertambah banyak, yang sebelumnya bertolak belakang dengan keadaan tersebut. 

Nabi Muhammad Saw pada mulanya akan tinggal dengan Halimah selama 2 tahun, namun Halimah meminta untuk mengizinkan agar Nabi Saw  tinggal terus bersama dia. Permintaan halimah ini kemudian dikabulkan oleh Ibu Nabi (Siti Aminah) sehingga Nabi Saw tinggal dengan Halimah selama 4 tahun. 

Nabi Muhammad saw dalam Asuhan Aminah 
Setahun setelah nabi diasuh oleh Halimatussa'diyah atau kira- kira ketika berusia enam tahun, belaiu dibawh oleh ibunya ke Madinah bersama - sama dengan Ummu Aiman. Tujuan dibawanya Nabi Muhammad saw ke Madinah adalah untuk diperkenalkan kepada keluarga neneknya Bani Najjar. Selain itu juga bermaksud untuk berziarah ke makam ayahnya, Abdullah Bin Abdul Muthalib. Saat di Madinah, diperlihatkan tempat ayahnya ketika sakit hingga meninggal, dan pusara makam ayahnya.

Mereka tinggal di madinah selama 1 bulan, dan ketika akan kembali ke kota Makkah dan sampai di kampung Abwa', Siti Aminah jatuh sakit sehingga meninggal dan kemudian dimakamkan di sana. 

Setelah ibunda Nabi Saw wafat, beliau kemudian melanjutkan perjalanannya ke makkah bersama Ummu Aiman. Sepeninggal Ibunda Nabi Saw, beliau diasuh oleh kakeknya, Abdul Muthalib. 

Nabi Muhammad saw dalam Asuhan Abdul Muthalib
Nabi Muhammad Saw diasuh kakeknya, Abdul Muthalib, selepas ibundanya wafat. Dalam pengasuhannya, Nabi mampu melupakan kematian ibunya. Namun, berselang 2 tahun, Abdul Muthalib meninggal dalam usia 80 tahun. 

Ketika Abdul Muthalib wafat, nabi Saw baru berusia 8 tahun. Nabi Muhammad saw selanjutnya diasuh oleh pamannya, yaitu Abu Thalib.

Nabi Muhammad saw dalam Asuhan Pamannya
Abu Thalib sangat menyayangi Nabi Saw seperti anaknya sendiri. Abu Thalib memiliki anak yang banyak dan dalam kehidupannya termasuk orang yang kurang mampu. Nabi Saw saat kanak- kanak dan remaja sangat rajin bekerja. Berikut ini beberapa aktivitas nabi Saw dalam kehidupan remajanya, 

Menjadi Penggembala Kambing
Nabi Saw menggembala kambing milik kerabat dan orang- orang Makkah di sekeliling gurun untuk merumput. Upah yang nabi saw dapatkan akan diberikan kepada pamannya Abu Thalib untuk menambah penghasilan keluarganya.

Berniaga/ Berdagang
Nabi Saw diajak pertama kali berdagang oleh pamannya ketika usianya menginjak 12 tahun. Pada saat berniaga yang pertama kali inilah, keduanya bertemu dengan pendeta Nasrani bernama Buhaira yang melihat tanda- tanda nabi terakhir pada diri Muhammad Saw.
Dalam bekerja, nabi Saw sangat rajin dan tekun. Ia melayani pembeli dengan baik, dengan sikap yang sopan dan ramah serta wajahnya yang tampan dan bersih. Sikapnya yang membuat para penduduk di negeri Syam tertarik dan bersimpati kepadanya. 

Ikut dalam perang Fijar 
Perang Fijar merupakan perang yang terjadi antara keluarga keturunan Kinanah dan Quraisy dengan keluarga keturunanQais untuk memerangi para pendurhaka yang melanggar kesepakatan. Pada perang tersebut, nabi Saw hanya berperan mengumpulkan panah yang datang dari pihak musuh ke garis kaum Quraisy. 

Meninggalkan tradisi buruk
Nabi Muhammad Saw saat remaja tidak pernah melakukan segala bentuk tradisi yang dilakukan oleh orang- orang arab jahiliyah. Perilaku dan akhlak Nabi Saw sangat mulia sehingga terkenal oleh orang - orang di Makkah. Bahkan, Nabi Saw dianugerahi gelar Al Amin yang artinya dapat dipercaya, karena sifat dan akhlaknya yang mulia ini. 

Itulah tentang kehidupan Nabi Saw dari lahir hingga remaja. Semoga kita dapat selalu meneladani perilaku Nabi Muhammad saw yang mulia. Selamat belajar.

Salam. 

No comments:

Post a Comment